PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM 2013 GURU SMA KELAS X DI KABUPATENLOMBOK UTARA

Bukran Bukran

Abstract


Abstrak : Penelitian ini dilakukan untuk menjawab problematika pembelajaran bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 bagi Guru SMA yang mengajar kelas X di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini berkaitan dengan Kesulitan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara mendalam dengan wawancara bebas terpimpin. Teknik analisis data digunakan reduksi, display, pemeriksaan keabsahan data dan penyimpulan data. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 9 orang yakni guru-guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA yang mengajarkan Kurikulum 2013 pada kelas X di Kabupaten Lombok Utara. Berdasarkan hasil pengumpulan data, dideskripsikan bahwa ditemukan kesulitan guru-guru dalam membelajarkan bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Kesulitan-kesulitan tersebut rata-rata sama, sesuai dengan kondisi, dan situasi perubahan pembelajaran Bahasa Indonesia SMA yang menerapkan Kuriklulum 2013. Pada dasarnya guru-guru SMA yang yang diteliti tersebut dalam penerapan kurikulum 2013 masih belum memenuhi kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran. Selain itu juga, faktor kapasitas dan kapabilitas guru yang mengajar masih kurang, karena rata-rata guru tersebut belum memiliki kesiapan dalam melaksanakan proses pembelajaran yang diinginkan oleh Kurikulum 2013. Tidak semua guru yang mengajar Kurikulum 2013 pernah diberikan pelatihan secara khusus mengenai proses pembelajaran pada kurikulum 2013.Beberapa kendala-kendala yang ditemui di lapangan sebagai berikut (1) guru dalam mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia yang meliputi penyusunan rencana pembelajaran, penyediaan media dan bahan pembelajaran (2) guru mengalami kendala dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia, materi bahasa Indonesia banyak teritegrasi dengan ilmu-ilmu pengetahuan IPA dan IPS apabila guru tidak banyak membaca dan menggali lebih banyak pengetahuan umum. (3) faktor lain, guru masih belum mampu menerapkan penilaian autentik secara penuh, ini terjadi karena kendala waktu, sehingga penilaian yang dilakukan oleh guru hanya sebatas penilaian yang mengarah pada nilai kognitif, penilaian yang secara rinci dan lengkap ( spiritual, pengetahuan, keterampilan dan sikap) masih mengalami kesulitan.Oleh karena itu, untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut diharapkan para guru untuk lebih banyak melakukan diskusi baik melalui forum MGMP maupun Forum Group Diskusi (FGD). Selain itu, sekolah dan pemerintah daerah menfasilitasi pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan dan peningkatan kompetensi guru bahasa Indonesi SMA di Kabupaten Lombok Utara.

 

Kata-kata kunci: problematika pembelajaran, bahasa indonesia, kurikulum2013, guru SMA


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.29303/jipp.v1i2.17

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing

JIPP's Visitors

Flag Counter

Statistik

Editor's Office

Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan

FKIP Universitas Mataram, Jln. Majapahit no. 62 Mataram 83125, Lombok, NTB Indonesia

 

Creative Commons Licence
This work is licensed under a
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.