Pendidikan Karakter Pada Sastra Lisan Sasak: Sebuah Kajian Filologis

Eka Fitriana, Lalu Muhaimi, M. Fadjri, Atri Dewi Azis

Abstract

Salah satu nilai sosio-kultural masyarakat yang dapat diangkat sebagai suatu nilai pendidikan karakter adalah sastra lisan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sastra lisan adalah teks lisan yang tergolong sebagai bagian dari folklor yang perlu dikaji dan dipelajari secara mendalam dalam rangka pengembangan pendidikan karakter. Secara khusus hasil kajian terhadap sastra lisan ini dapat dijadikan sumber dan dasar untuk memperbaiki kualitas sumberdaya manusia menjadi sumberdaya manusia Indonesia yang memiliki nilai-nilai heroisme, kejujuran, pintar, beretos kerja tinggi, kreatif, dan religius. Persoalan nilai kultural dan pendidikan karakter yang dipresentasikan didalam paper ini adalah nilai kultural masyarakat yang tertuang pada sastra lisan masyarakat Sasak di Lombok. Teori yang dipergunakan dalam mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter tersebut adalah teori filologi dan teori nilai. Selanjutnya, metode yang dipergunakan dalam menganalisis data penelitian untuk paper ini mencakup metode penggalian data (data discovery methods) dan metode analisis wacana kritis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa karya sastra lisan yang menjadi obyek penelitian, Tembang Rengganis, mengandung lima belas dari delapan belas nilai pendidikan karakter yang diamanatkan oleh pemerintah Indonesia untuk diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut adalah nilai religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, independen, nasionalisme, cinta tanah air, ramah/komunikatif, cinta damai, cinta lingkungan, kepedulian sosial, dan bertanggung jawab. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter seperti ini telah dikembangkan dan, bahkan, telah diaplikasikan oleh masyarakat Sasak jauh sebelum pendidikan karakter diintroduksi dalam konteks pendidikan di Indonesia.

Full Text:

PDF

References

Adisusilo, S. 2012. Pembelajaran Nilai- Karakter Konstruktivisme dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Rajawali Press.

Aquinos, T. 2011. Stanford Encyclopedia of Philosophy. Downloaded from http://plato.stanford.edu/entries/conscience-medieval/

Bednarek-Gilland, Antje. 2015. Researching values with qualitative methods : empathy, moral boundaries and the politics of research. England: Ashgate Publishing Limited.

Gunawan, Heri. 2012. Pendidikan Karakter Konsep dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hall, C.S. & Lindzey, G. 1993. Teori-teori psikodinamik (klinis). Penerjemah: A. Supratiknya. Yogyakarta: Kanisius.

Kemendiknas. RI. 2011. Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah Madrasah. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Dirjen Pendidikan Islam.

Lickona, Thomas. 2013. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media.

Mulyana, Rohmat. 2011. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Alfabeta.

Turner, J.K. 2014. Phylology: The Forgotten Origin of the Modern Humanities. Princeton: Princeton University Press.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.