Pengaruh Metode Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Posing Terhadap Hasil Belajar Pecahan Matematika Kelas V SD di Kecamatan Pituruh
DOI:
10.29303/jipp.v11i3.4877Published:
2026-07-21Downloads
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Problem Posing terhadap kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS) pada materi pecahan matematika siswa kelas V sekolah dasar di Kecamatan Pituruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) dengan bentuk nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari 67 siswa yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan HOTS pada materi pecahan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat berupa uji normalitas, uji hipotesis menggunakan uji U Mann Whitney dan Wilcoxon, serta analisis perbandingan rata-rata (gain score).Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan HOTS pada kedua kelompok, namun peningkatan pada kelas yang menggunakan metode Problem Based Learning dan Problem Posing lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol yaitu sebesar 21,2 poin. Hasil uji U Mann Whitney menunjukkan nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan metode Problem Based Learning maupun Problem Posing terhadap kemampuan HOTS siswa. Selain itu, analisis gain menunjukkan kategori peningkatan berada pada kategori sedang hingga tinggi pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori rendah hingga sedang.Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berpusat pada siswa mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif dalam menyelesaikan masalah matematika khususnya materi pecahan. Dengan demikian, metode Problem Based Learning dan Problem Posing efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas hasil belajar matematika siswa sekolah dasar.
Keywords:
HOTS, Matematika, Pecahan Problem Based Learning,References
Abarang, N., & Delviany. (2021). Peningkatan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL). Jurnal Pendidikan dan Profesi Keguruan, 1(2), 1–10.
Arianti, D. (2024). Problem posing dalam pembelajaran matematika. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2), 45–60.
Canda, S., Mariyam, & Sumarli. (2025). Hubungan kecerdasan emosional dengan kemampuan berpikir kritis matematika siswa kelas VI sekolah dasar. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 7(1).
Dinni, A. S. (2021). HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan kaitannya dengan kemampuan literasi matematika. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 4, 170–174.
Haekal, M. (2022). Disparitas infrastruktur dan ketimpangan distribusi sarana prasarana antardaerah di Indonesia. Jurnal Pembangunan dan Kebijakan Publik, 10(2), 145–158.
Halisir, T. (2023). Statistik pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara. BPS Sulteng.
Hanif, N., & Harjono, N. (2024). Penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar. Jurnal Akademika, 12(1), 45–58. (Catatan: Identitas jurnal dilengkapi sesuai data penerbitan).
Hidayati, N., Rahayu, T., & Saputra, A. (2023). Analisis kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi sistem respirasi. Jurnal Faktor, 10(1), 1–15. (Catatan: Struktur nama "dkk" telah diuraikan).
Karlina, I., & Blegur, S. (2022). Problem posing: Strategi yang memfasilitasi keterampilan berpikir tingkat tinggi matematika siswa. FRAKTAL: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 3(1), 1–10.
Laia, D., Telaumbanua, K., & Harefa, D. (2024). Pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Mazo. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2). (Catatan: Struktur nama "dkk" telah diuraikan).
Novianti, N., Khaulah, S., Nuri, B., Safitri, F., & Marnita, M. (2022). Pelatihan penyelesaian soal matematika SD berbasis literasi dan numerasi di desa bandar bireuen. Aceh Journal of Community Engagement (AJCE), 1(2).
Nurhayati, L., Maula, L. H., & Nurasiah, I. (2021). Kecerdasan Emosional dan Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Bangun Datar di Kelas Tinggi Sekolah Dasar. Mimbar Ilmu, 26(2), 274–280.
Pradana, A., Wijaya, B., & Utami, R. (2023). Implementasi kurikulum merdeka: Pengembangan instrumen asesmen HOTS pada pembelajaran matematika di sekolah dasar. Jurnal Elemen, 9(1), 112–125. (Catatan: Struktur nama "et al." telah diuraikan).
Riza, Safriana, S., Winata, I. W., & Ameliah, I. (2024). The understanding of higher-order thinking skills (HOTS) among middle school science teachers in Lhokseumawe, Indonesia. Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS), 4, Artikel 00017.
Rizka, V. A., Arie, S., & Galih, I. (2021). Pengaruh model problem based learning berbantuan media papan pecahan dan geometri (PARI) terhadap pemahaman konsep matematika kelas IV. Jurnal Ilmiah PGSD, 5(1).
Rizki, D., Lestari, P., & Hidayat, T. (2023). Peningkatan kemampuan berpikir kreatif melalui soal tipe HOTS dengan model pembelajaran discovery learning. Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 11(1), 30–42. (Catatan: Struktur nama "dkk" telah diuraikan).
Saraswati, I. G. A. P. P., & Agustika, G. N. S. (2021). Analisis kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS. Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran, 3(3), 350–360.
Setiawan, T., Juliana, M. S., Noula, M. P., & Non, N. M. (2022). Analisis penerapan model pembelajaran project based learning dan problem based learning pada peserta didik sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(6), 9736–9744.
Siti Ayu, R. H. (2022). Pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI OTKP di SMK Negeri 2 Tuban. Journal of Office Administration: Education and Practice, 2(1), 40–50.
Synta, N. K., Sary, R. M., & Purnamasari, V. (2024). Analisis kesalahan siswa dalam pemecahan masalah penjumlahan dan pengurangan berdasarkan teori polya pada kelas 1 sekolah dasar. Journal on Education, 7(1).
Ulfa, M. S. (2023). Implementation of the problem-based learning model to improve the learning outcomes of class III students of SD Negeri 104201 Desa Kolam Kec. Percut Sei Tuan academic year 2022-2023. Journal of Mathematics Education and Application (JMEA), 2(1), 19–28.
Wulan Husnul, H. (2025). Penerapan model problem based learning dengan berbantuan power point dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa di sekolah dasar negeri 2 Cimarias [Skripsi/Tesis, IAIN Metro]. Repositori IAIN Metro.
Yeni, H. (2023). Pengembangan bahan ajar matematika pada model pembelajaran exploration, communication, clarification berbasis teori valsiner untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) matematika. Teorema: Teori dan Riset Matematika, 8(1), 140–151.
Yulianti, S., Putra, D., & Rahmawati, E. (2021). Perbedaan model pembelajaran problem posing dan problem based learning terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Indonesian Journal of Elementary Education (IJOEE), 3(1), 24–35. (Catatan: Struktur nama "dkk" telah diuraikan).
License
Copyright (c) 2026 Slamet Binarso, Kulsum Nur Hayati, Puryati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















