Sistem Seleksi dan Penyiapan Guru dalam Mendukung Visi Indonesia Emas 2045: Analisis Komparatif Berbasis CIPP antara Indonesia dan New Zealand
DOI:
10.29303/jipp.v11i3.4891Published:
2026-07-22Downloads
Abstract
Peningkatan kualitas guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Perbedaan sistem seleksi dan penyiapan guru di berbagai negara dapat memengaruhi kualitas tenaga pendidik yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sistem seleksi dan penyiapan guru di Indonesia dan New Zealand serta mengkaji implikasinya terhadap kualitas guru menggunakan pendekatan CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah dan dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa New Zealand memiliki sistem seleksi dan penyiapan guru yang lebih terstruktur dan terintegrasi dibandingkan Indonesia pada aspek context, input, process, dan product. Sistem tersebut berdampak pada kualitas lulusan yang lebih konsisten serta kesiapan profesional yang lebih baik. Disimpulkan bahwa integrasi antara seleksi awal dan proses pendidikan guru merupakan faktor penting dalam menghasilkan guru yang berkualitas sehingga penguatan sistem penyiapan guru di Indonesia perlu dilakukan secara lebih terstruktur.
Keywords:
CIPP, kualitas guru, pendidikan komparatif, penyiapan guru, seleksi guru.References
Coleman, C. (2022). Ready or Not? Problematising the Concept of Graduate Teacher Readiness in Aotearoa New Zealand. New Zealand Journal of Teachers’ Work, 19(2), 119–136. https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1372157.pdf
Education Workforce. (2026). Study options to become a teacher. Education Workforce. https://workforce.education.govt.nz/becoming-teacher-new-zealand/pathways-becoming-teacher/study-options-become-teacher
Herlina, H., Hafid, H., Hanif, H., Tri, T., Kasmal, K., Sulfi, S., Imanuel, I., & Komariyah, L. (2025). Promosi, mutasi, dan rotasi guru di Indonesia. Jurnal Basataka (JBT), 8(2), 1332–1341. https://jurnal.pbsi.uniba-bpn.ac.id/index.php/BASATAKA/article/view/1093
Kementerian PPN/Bappenas. (2024). Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045. https://indonesia2045.go.id/
Kurniadi, T. (2025). Enhancing Teacher Quality in Indonesia: A Systematic Literature Review of the PPG Prajabatan Program Perspectives. Langue (Journal of Language and Education), 3(2), 121–127. https://online-journal.unja.ac.id/langue/article/view/43683
Munawir, M., Salsabila, Z. P., & Nisa, N. R. (2022). Tugas, fungsi dan peran guru profesional. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(1), 8–12. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jipp.v7i1.327
Muthmainnah, A., Pertiwi, A. D., & Rustini, T. (2023). Peran Guru Dalam Mengembangkan Keterampilan Abad 21 Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(4), 41–48. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.7677116
Nasir, N., Mujiati, M., Said, H., Pujiyati, W., & Adam. (2020). Pengelolaan tenaga pendidik (guru) di rural area. Didaktis: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan, 20(1). https://doi.org/https://doi.org/10.30651/didaktis.v20i1.4383
Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Database Peraturan JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Download/29906/UU%20Nomor%2014%20Tahun%202005.pdf
Revina, S., Pramana, R. P., Fillaili, R., & Suryadarma, D. (2022). Systemic Constraints Facing Teacher Professional Developmentin a Middle-Income Country: Indonesia’s Experience Over Four Decades. https://doi.org/https://doi.org/10.25446/oxford.21107782.v1
Saputra, A., Fitri, N., Ananda, A., Rusdinal, R., & Gistituati, N. (2024). Analysis of Education Programs in New Zealand. Journal of Vocational Education and Information Technology (JVEIT), 5(2), 83–87. https://doi.org/10.56667/jveit.v5i2.1428
Starkey, L., & Yates, A. (2022). Do digital competence frameworks align with preparing beginning teachers for digitally infused contexts? An evaluation from a New Zealand perspective. European Journal of Teacher Education, 45(4), 476–492. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/02619768.2021.1975109
Stufflebeam, D. L. (2007). CIPP evaluation model checklist. https://www.betterevaluation.org/sites/default/files/Stufflebeam_CIPP.pdf
Sugiyono. (2025). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo, Ed.; 2nd ed., Vol. 7). Alfabeta.
Syaekhan, F., Pahlevi, M. S. R., Fathurrahman, M., & Fauzi, H. (2025). Problem Pendidikan Di Indonesia: Analisis Fenomena Guru Tanpa Kompetensi. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(3), 1158–1170. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/jq.v3i3.1945
Teaching Council of Aotearoa New Zealand. (n.d.). Teaching in Aotearoa: A career that makes a difference . Retrieved April 20, 2026, from https://teachingcouncil.nz/en/become-a-teacher/based-in-aotearoa-new-zealand/teaching-in-aotearoa-a-career-that-makes-a-difference
Tintingon, J. Y., Usoh, E. J., & Sumual, T. E. M. (2023). Pengembangan sumber daya pendidik melalui peningkatan kualitas pendidikan profesi guru prajabatan di indonesia. El-Idare: Journal of Islamic Education Management, 9(1), 85–94. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/elidare.v9i1.16928
Tsuroya, N. I. (2025). DAMPAK TEKNIK REKRUTMEN TERHADAP KUALITAS GURU DI SEKOLAH PEDESAAN. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 793–806. https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v10i4.35251
Utami, K., Nur, L., & Rusmana, N. (2023). Hubungan Manajemen Rekrutmen dan Seleksi Guru Pembimbing Khusus (GPK) terhadap Keberhasilan Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar:-. JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi), 7(2), 103–115. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/inklusi.v7n2.p103-115
Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
License
Copyright (c) 2026 Meisya Dwi Morlina, Sri Marmoah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















