Peningkatan Keberanian Berbicara Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Role Playing dengan Menggunakan Media Boneka Tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo
DOI:
10.29303/jipp.v11i3.5143Published:
2026-07-22Downloads
Abstract
Kemampuan berbicara merupakan aspek perkembangan bahasa yang penting distimulasi sejak usia dini karena berperan membantu anak mengekspresikan pikiran, perasaan, dan gagasan. Berdasarkan observasi awal di KB Nurul Hidayah Situbondo, keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun belum berkembang secara optimal, ditandai dengan rendahnya kepercayaan diri, rasa malu saat berkomunikasi, dan kurangnya keberanian menyampaikan pendapat secara lisan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun melalui metode role playing berbantuan media boneka tangan di KB Nurul Hidayah Situbondo. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 anak usia 4–5 tahun. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketercapaian indikator keberanian berbicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa role playing dengan media boneka tangan efektif meningkatkan keberanian berbicara anak. Pada tahap pratindakan, rata-rata ketercapaian indikator sebesar 25% (kategori Belum Berkembang/BB). Setelah tindakan Siklus I, ketercapaian meningkat menjadi 40,7% (kategori Mulai Berkembang/MB), dan meningkat lebih optimal pada Siklus II menjadi 73,6% (kategori Berkembang Sesuai Harapan/BSH). Peningkatan tersebut tampak dari keberanian anak tampil di depan kelas, berpartisipasi dalam percakapan, mengucapkan kalimat sederhana, menunjukkan rasa percaya diri, merespons percakapan teman, serta berkurangnya rasa malu dan keraguan saat berbicara. Dengan demikian, metode role playing berbantuan media boneka tangan terbukti efektif meningkatkan keberanian berbicara anak usia 4–5 tahun di KB Nurul Hidayah Situbondo.
Keywords:
anak usia 4–5 tahun, keberanian berbicara, media boneka tangan, penelitian tindakan kelas, role playing.References
Alfitriani, L., Satriana, M., & Maghfirah, F. (2025). Pengaruh media boneka tangan terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(2), 45–53.https://doi.org/10.31004/aulad.v8i1.994
Amalia, R., Putri, D., & Lestari, S. (2025). Perkembangan sosial emosional anak usia dini dalam komunikasi. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 1–10.
Apriani, O., et al. (2024). Penerapan metode role playing dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini. Jurnal PAUD, 8(1), 33–40. https://doi.org/10.62385/ijles.v2i2.153
Arikunto, S. (2021). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta. isbn: 978-979-518-998-5 (No DOI available).
Eliyanti, D., & Siti, N. (2025). Strategi guru dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 4–5 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 123–135.
Farida, N., Rahmawati, L., & Sari, M. (2025). Analisis keberanian berbicara anak usia dini dalam kegiatan pembelajaran. Jurnal Golden Age, 9(1), 78–89.
Hidayah, U., Lestari, P., & Wulandari, D. (2025). Perkembangan sosial emosional dan bahasa anak usia dini. Jurnal PAUD Teratai, 6(1), 33–44.
Kemdikbudristek. (2022). Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) PAUD. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kusumah, W., & Dwitagama, D. (2020). Penelitian tindakan kelas. Jakarta: PT Indeks.
Nugroho, T., & Wijaya, A. (2025). Penerapan Teknik Role Play untuk Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Anak Usia Dini. In Jurnal Pendidikan Bahasa dan Anak Usia Dini (JUPENBAUD) (Vol. 1, Number 2). https://journal.lpkd.or.id/index.php/Sosial https://doi.org/10.61132/jupenbaud.v1i2.44.
Pujianti, A. E., & Anisha, R. N. (2023). Meningkatkan bahasa verbal anak usia 4–5 tahun melalui metode role play. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2), 120–130. https://e-journal.ivet.ac.id/index.php/JELYC/article/view/2953
Putri, A., & Isabella, R. (2025). Pengembangan kemampuan bahasa anak usia dini melalui pembelajaran komunikatif. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 45–56.Rahman, F. (2022). Perkembangan bahasa anak usia dini.
Rahayu, S. J., Nugrahani, F., & Sudiyana. (2024). Eksplorasi potensi boneka tangan sebagai media pengembangan keterampilan berbahasa anak usia dini. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3789
Rocmah, L. I. (2024). Increasing confidence of children through role playing. https://doi.org/10.61796/ejheaa.v1i2.362
Rohadatul ‘Aisy, Q. S., & Rocmah, L. I. (2025). Role playing raises communication skills among children aged 4–5 years. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.21070/ups.9164
Santrock, J. W. (2021). Child development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sudijono, A. (2023). Pengantar statistik pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukardi. (2021). Metodologi penelitian pendidikan: Kompetensi dan praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.
Wardany, F., & Fauziah, P. (2024). Penggunaan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini
License
Copyright (c) 2026 Siti Junainah, Indah Kharismawati, Nury Kurnia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















