PemanfaatanTari Guci dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler di SMA Negeri 01 Balapulang
DOI:
10.29303/jipp.v11i3.5225Published:
2026-08-05Downloads
Abstract
Tari Guci merupakan salah satu tari kreasi tradisional khas Kabupaten Tegal yang memiliki potensi sebagai media pelestarian budaya melalui pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan Tari Guci dalam pembelajaran ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Balapulang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Guci dimanfaatkan sebagai materi pelatihan, media pembelajaran berbasis budaya lokal, materi pementasan, dan materi perlombaan. Pemanfaatan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan menari, pemahaman budaya lokal, pengembangan kemampuan motorik, sosial, emosional, dan estetis, serta pembentukan karakter peserta didik. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh antusiasme peserta didik, dukungan sekolah, sarana dan prasarana, serta sistem tutor sebaya, sedangkan kendala yang dihadapi meliputi belum tersedianya pelatih profesional, keterbatasan waktu latihan, perbedaan kemampuan peserta didik, dan regenerasi anggota ekstrakurikuler. Dengan demikian, Tari Guci berperan sebagai media pembelajaran sekaligus sarana pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah.
Keywords:
Budaya Lokal, Pelestarian Budaya, Pembelajaran Ekstrakulikuler, Pendidikan Seni, Tari GuciReferences
Akbar, M. R., Yetti, E., & Cahyadi, O. (2024). Dance Extracurricular Activities to Strengthen Indonesian Cultural Identity at Singapore Indonesian School. Jurnal Pendidikan Tari, 5(1), 69–85.
Ambarwangi, S. (2014). Reog as means of students’ appreciation and creation in arts and culture based on the local wisdom. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 14(1), 37–45. https://doi.org/10.15294/harmonia.v14i1.2789
Dasopang, M. D., & Pane, A. (2017). Belajar dan pembelajaran. Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333–352. https://doi.org/10.24952/fitrah.v3i2.945
Dewi, L. Y., Suryanto, E., & Rohmadi, M. (2024). The Value of Local Wisdom in Kebo Kinul Dance Folklore as a Media for Student Character Education.
Hapsari, P. D., Cahyono, A., Iryanti, V. E., Pendidikan, J., Drama, S., Bahasa, F., & Semarang, U. N. (2021). JURNAL SENI TARI Pola Pewarisan Tari Topeng Panji Di Desa Slarang Lor Kecamatan Dukuh Waru Kabupaten Tegal. 10, 176–184.
Indonesia, R. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. In Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 104.
Indrayuda, & Ardipal. (2017). Women domination in the Galombang dance: Between the customary idealism and the market use. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 17(2), 117–126. https://doi.org/10.15294/harmonia.v17i2.10724
Jazuli, M. (2016a). Paradigma pendidikan seni. UNNES Press.
Jazuli, M. (2016b). Pendidikan seni budaya: Suplemen pembelajaran seni tari. UNNES Press.
Jazuli, M. (2016c). Peta Dunia Seni Tari. CV Farishma Indonesia.
Julia, J., & Supriyadi, T. (2017). The inheritance of values in Sundanese song Cianjuran in West Java. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 17(2), 153–162. https://doi.org/10.15294/harmonia.v17i2.8645
La’biran, R. (2024). Character Education Values in Traditional Dance Extracurricular Activities in Elementary Schools. International Journal of Religion, 5(9), 470–478.
Maharani, T., Budiman, A., Supriyatna, A., Studi, P., Seni, P., & Indonesia, U. P. (2025). Ringkang : Jurnal Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Kreativitas Siswa Melalui Pembelajaran Tari Kreasi pada Ekstrakurikuler SMP. 5(1), 38–52.
Malarsih. (2016). The tryout of dance teaching media in public school in the context of appreciation and creation learning. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 16(1), 95–102. https://doi.org/10.15294/harmonia.v16i1.4561
Masunah, J. (2018). Implementation of arts education in society through the thematic community service program. Harmonia: Journal of Arts Research and Education, 18(2), 131–142. https://doi.org/10.15294/harmonia.v18i2.13669
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Nada, V. F. (2023). Upaya pelestarian kearifan lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler Tari Thengul di sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(3).
Pemandian, E., Panas, A., & Tegal, K. (2023). Jurnal Pengelolaan Perairan. 5(x), 12–21.
Sangadah, L., & Pamungkas, J. (2025). Penanaman Nilai Karakter Disiplin dan Percaya Diri melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Tari Tradisional. 6(2), 389–399. https://doi.org/10.37985/murhum.v6i2.1445
Sangapan, L. H., Paryanti, A. B., & Manurung, A. H. (2025). Tantangan Globalisasi terhadap Pelestarian Budaya Nusantara di Dunia Pendidikan : Sebuah Kajian Sistematis Literatur. 3(3), 147–158.
Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
Soedarsono. (2002a). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Soedarsono, R. M. (2002b). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Sosial, J. I., Jishs, S., No, V., Juni, A., Di, M., Tegal, K., Oktaviana, I., Naam, M. F., & Sugiarto, E. (2024). Eksistensi Kesenian Balo-Balo Untuk Semua Kalangan. 2(3), 486–492.
Sunarti, S., Sukadari, S., & Antini, S. (2020). Pengimplementasian pendidikan karakter pada ekstrakurikuler seni tari Nawung Sekar. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 4(1), 26–42. https://doi.org/10.21831/jk.v4i1.27694
Suryani, N., Jazuli, M., Cahyono, A., & Syarif, M. (2025). Strengthening cultural heritage values through nonformal education using Zapin Pecah Dua Belas in Riau. Mumtaz: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(1), 1–15.
License
Copyright (c) 2026 Tsiltsi Afifah Febrianti, Lesa Paranti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















