Pengalaman Siswa Terisolir Dalam Mengembangkan Relasi Sosial Melalui Layanan Konseling Individu
DOI:
10.29303/jipp.v11i3.5291Published:
2026-07-29Downloads
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman siswa terisolir dalam mengembangkan relasi sosial melalui layanan konseling individu di sekolah .Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket sosiometri, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber Subjek penelitian terdiri atas satu siswa yang teridentifikasi sebagai siswa terisolir berdasarkan hasil angket sosiometri, dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta wali kelas sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterisoliran siswa dipengaruhi oleh pengalaman menjadi korban bullying pada masa sekolah dasar yang menimbulkan trauma, rasa takut ditolak, dan rendahnya kepercayaan diri dalam berinteraksi sosial. Layanan konseling individu membantu siswa mengungkapkan pengalaman traumatis, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong keberanian untuk mulai berinteraksi dengan teman sebaya. Keberhasilan layanan didukung oleh kolaborasi antara guru BK, wali kelas, orang tua, dan teman sebaya sehingga siswa menunjukkan perubahan positif berupa keberanian menyapa teman, berpartisipasi dalam diskusi kelompok, dan menjalin hubungan sosial yang lebih baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Layanan konseling individu terbukti efektif menjadi wadah yang aman bagi siswa untuk mengekspresikan pengalaman traumatis, mengelola kecemasan, serta membangun kembali rasa percaya dirinya secara bertahap. Setelah mengikuti layanan konseling individu, siswa menunjukkan dinamika perubahan positif, seperti mulai berani menyapa teman, terlibat dalam kerja kelompok, serta berpartisipasi lebih aktif dalam aktivitas pembelajaran.
Keywords:
Bullying, Konseling individu, Siswa terisolir.References
Biswas, P. (2015). Academic overload and mental health of adolescents. Indian Journal of Educational Research, 4, 1–10.
Corey, G. (2021). Theory and practice of counseling and psychotherapy (10th ed.). Cengage Learning.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Erika, Solihatun, & Wahyu. (2021). Pengaruh keterampilan sosial terhadap kepercayaan diri siswa terisolir. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 1(2).
Hurlock, E. B. (2013). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Edisi ke-5). Erlangga.
Kumalasari, D. (2017). Konsep behavioral therapy dalam meningkatkan rasa percaya diri pada siswa terisolir. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 14(1), 15–24.
Lew, M., Mesch, D., Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1986). Positive interdependence, academic and collaborative-skills group contingencies, and isolated students. American Educational Research Journal, 23(3), 476–488.
Man, X., Liu, J., & Xue, Z. (2022). Effects of bullying forms on adolescent mental health and protective factors: A global cross-regional research based on 65 countries. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(4), 2374. https://doi.org/10.3390/ijerph19042374
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Moustakas, C. (1994). Phenomenological research methods. SAGE Publications.
Murtafiah, A., & Sahara, O. A. (2019). Pelaksanaan bimbingan pribadi sosial dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa terisolir di SMP Negeri 5 Banguntapan. Konseling Edukasi: Journal of Guidance and Counseling, 3(2), 1–29.
Nainggolan, I. M., & Primasanti, K. B. (2020). Metode guru untuk menolong anak terisolir dalam interaksi sosial dengan teman sebaya di Sekolah Dasar Kristen Mawar Sharon. Aletheia Christian Educators Journal, 1(1), 17–27.
Octavia, & Anisatun. (2024). Pengembangan keterampilan sosial siswa terisolir melalui metode bimbingan pribadi-sosial di SMP Negeri 5 Banguntapan. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2(2).
Prayitno, & Amti, E. (2018). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.
Prayitno. (2017). Konseling profesional yang berhasil. RajaGrafindo Persada.
Roach, C. A. (1994). A river runs through it: Tapping into the informational stream to move students from isolation to autonomy. Arizona Law Review, 36(3), 667–748.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Tohirin. (2019). Bimbingan dan konseling di sekolah dan madrasah. RajaGrafindo Persada.
Van Manen, M. (2016). Researching lived experience: Human science for an action sensitive pedagogy (2nd ed.). Routledge.
Wahyuningtyas, D., & Soedarmadji, B. (2020). Konseling kelompok cognitive restructuring efektif untuk meningkatkan kematangan emosi siswa terisolir kelas VII SMPN 9 Surabaya. Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 4(2), 169–174. https://doi.org/10.26539/teraputik.42398
Wathoni, M. Z., & Aulia, F. (2017). Pengaruh konseling analisis transaksional dalam mengentaskan masalah siswa yang terisolir karena egois. Educatio, 12(2), 73–80. https://doi.org/10.29408/edc.v12i2.1320
Yusuf, S., & Nurihsan, J. (2020). Landasan bimbingan dan konseling. Remaja Rosdakarya.
License
Copyright (c) 2026 Saopian Azhari, Ratna Aida Hifzi Inayatika, Baiq Mahyatun, Luk Luil Adni, Yuliana Asmiati, Luski Meri Alfin, Indra Surya Ali, Sintiya Pratiwi, Nanang Ervia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















