Vol. 9 No. 4 (2024): November
Open Access
Peer Reviewed

Studi Tentang Karakter Kewirausahaan Siswa Pada Mata Pelajaran PKK Menggunakan Model Pembelajaran Tefa di SMK Negeri 1 Lembah Gumanti

Authors

Rini Oktavia , Yusmerita Yusmerita

DOI:

10.29303/jipp.v9i4.2722

Published:

2024-11-29

Downloads

Abstract

Kewirausahaan merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa SMK. Kewirausahaan diajarkan dalam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK). PKK merupakan mata pelajaran yang terkait secara langsung dalam penanaman pendidikan kewirausahaan kepada siswa. Mata pelajaran tersebut dapat memberikan pemahaman dan keterampilan berwirausaha kepada siswa. Dalam mewujudkan jiwa kewirausahaan yang baik, siswa dituntut untuk memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, keberanian dan kreativitas. Teaching Factory merupakan model pembelajaran di SMK yang berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar yang berlaku pada industri serta dilaksanakan dengan mengupayakan suasana seperti yang terjadi di industri sesungguhnya. Penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan karakter kewirausahaan siswa pada mata Pelajaran PKK dengan model pembelajaran Teaching Factory ditinjau dari aspek keingintahuan, keberanian dan kreativitas. Jenis Penulisan ini adalah penulisan kuantitatif deskriptif. Lokasi penulisan ini adalah SMK Negeri 1 Lembah Gumanti. Jenis data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data primer. Populasi penulisan adalah siswa kelas XII jurusan Tata Busana. Sampel penulisan ini berjumlah 52 orang siswa dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner (angket) dengan skala likert. Data penulisan ini di olah dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penulisan menunjukkan bahwa karakter kewirausahaan siswa di SMK Negeri 1 Lembah Gumanti pada mata pelajaran PKK menggunakan model pembelajaran Teaching Factory dikategorikan tinggi. Hal ini dilihat dari 1) Karakter keingintahuan siswa dengan hasil penilaian rata-rata modus 3.9, median 3.9 dan persentase 78.3% dengan kategori tinggi. 2) Karakter Keberanian dengan hasil penilaian rata-rata modus 3.9, median 3.8 dan persentase 78.9% dengan kategori tinggi. 3) Karakter Kreativitas dengan hasil penilaian rata-rata modus 4.1, median 4.0 dan persentase 81.3% dengan kategori tinggi.

Keywords:

Karakter Kewirausahaan, Teaching Factory, Siswa, SMK

References

Abele, E. M. (2015). Learning Factory For Research, Education And Training. The 5thconference On Learning Factories 2015.Retrieved From Doi: 10.1016/J.Procie 2015.02.18.

Afandi (2016). Ppenanaman Nilai-Nilai kewirausahaan (Studi Kasus Di Sekolah Dasar Negeri Model Kota Malang). 79-95.

Anas (2019). Mengapa Sociopreneur Bukan Social Entrepreneur? Jurnal Dialektika, 4(2), 66-7.

Asriati, N. (2018). Pengembangan Model Pembelajaran Teaching Factory 6m Menghadapi Revolusi Industri Keempat di SMK Negeri 6 Pontianak. Tanjungpura: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura, Indonesia.

Manalu et al., (2017). Tata Kelola Pelaksanaan Teaching Factory. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud.

Manalu, S. (2017). Tata Kelola Pelaksanaan Teaching Factory. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud.

Martawijaya (2010). Implementasi Model Pembelajaran Teaching Factory Enam Langkah Untuk Meningkatkan Kompetensi Produktif Siswa Smk Pariwisata. Bandung: Fptk Upi.

Martín-Collado, D. D.-T. (2013). The Use of Swot Analysis to Explore and Prioritize Conservation and Development Strategies For Local Cattle Breeds.Animal: An International Journal Of Animal Bioscience. 7(6), 885-894.

Masruri (2014). Analisis Efektifitas Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan. Padang: Akademia Permata].

Mastur (2023). Implementasi Model Pembelajaran Teachingfactory (Tefa) Untuk Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Siswa Kelasxii Tatabusana Smk Negeri1 Sumbawa Besar. Program Studi Magister Manajemen Inovasi, Sekolah Pascasarjana Universitas Teknologi Sumbawa, Indonesia.

Maula, P. I. (2022). Teaching Factory Learning Program at Telkom Malang Vocational High School During The Pandemic. Teknologi Dan Kejuruan: Jurnal Teknologi, Kejuruan, Dan Pengajarannya, 44(2), 124–130.

Muhhad, F. (2015). Model - Model Pembelajaran Inovatif. Depok: Sleman, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Nasution, A. H. (2007). Entrepreneurship Membangun Spirit Teknopreneurship. Yogyakarta: Andi.

Ngalimun (2017). Model Dan Model Pembelajaran. Sleman Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Nurrohma, R. I. (2021). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Media E-Learning Melalui Aplikasi Edmodo Pada Mekanika Teknik. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 1199–1209. Https://Doi.Org/10.31004/Edukatif.V3i4.544.

Piirto (2011). Creativity For 21st Century Skill: How to Embed Cretivity Into The Curiculum. Usa: Sense Publishers.

Pujiasih (2020). Membangun Generasi Emas Dengan Variasi Pembelajaran Online di Masa Pandemi Covid-19. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 5(1), 42–48.

Rohmawati, A. (2015). Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Usia Dini. 9 (1) :15-32.

Setiawan (2014). Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Karakter Melalui Penerapan pendekatan pembelajaran aktif, Kreatif, Efektif, Dan Menyenangkan. Jurnalpendidikanilmu-Ilmu Sosial, 6(2),61-72.

Vokasi (2023). Model Bisnis Pada Pendidikan Smk Jurusan Teknik Permesinan Dalam Implementasi Teaching Factory. Teknik Perancangan Mekanik Dan Mesin, Politeknik Atmi Surakarta.

Author Biographies

Rini Oktavia, Universitas Negeri Padang

Author Origin : Indonesia

Yusmerita Yusmerita, Universitas Negeri Padang

Author Origin : Indonesia

How to Cite

Oktavia, R. ., & Yusmerita, Y. (2024). Studi Tentang Karakter Kewirausahaan Siswa Pada Mata Pelajaran PKK Menggunakan Model Pembelajaran Tefa di SMK Negeri 1 Lembah Gumanti. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2869–2875. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2722

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.