Implikasi Keterbatasan Sarana dan Prasarana terhadap Efektivitas Pembelajaran di SD Negeri 023908 Binjai
DOI:
10.29303/jipp.v10i4.4101Published:
2025-11-10Downloads
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbatasan sarana dan prasarana sekolah dasar serta implikasinya terhadap efektivitas pembelajaran. Lokasi penelitian adalah SD Negeri 023908 Binjai yang dipilih secara purposive karena memiliki jumlah peserta didik besar dengan keterbatasan fasilitas. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan adanya defisit dua ruang kelas dari 12 rombongan belajar, rasio toilet siswa yang jauh di atas standar (2 toilet untuk 268 siswa, rasio 1:134), serta keterbatasan media pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi ini berdampak pada penerapan sistem pembelajaran bergilir, antrean panjang di fasilitas sanitasi, dominasi metode ceramah, serta menurunnya efektivitas pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pemenuhan sarana dan prasarana, khususnya ruang kelas, toilet, dan media TIK, merupakan prasyarat penting bagi peningkatan mutu pendidikan dasar. Rekomendasi strategis meliputi penambahan ruang kelas dan toilet sesuai standar, pengadaan media pembelajaran berbasis teknologi, serta penguatan manajemen sarana-prasarana melalui pemanfaatan data Dapodik dan optimalisasi Dana BOS.
Keywords:
sarana prasarana; WASH; sekolah dasar; efektivitas pembelajaran; BOS; Kurikulum Merdeka.References
Andrade, A. E. (2024). School infrastructure and achievement: Evidence from ERCE-2019. International Journal of Educational Development, 105, 102786. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2024.102786
Antoniou, F. (2024). The impact of class size on student achievement: A nonlinear approach. Educational Research Review, 39, 100550. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2024.100550
Arifin, Z., & Wahyudi, S. (2021). Dampak sistem pembelajaran dua shift terhadap efektivitas belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 7(2), 115–128. https://doi.org/10.21009/jpdn.v7i2.2021
Arsyad, M. (2024). Efficiency of visual learning media in elementary education. Indonesian Journal of Education (INJOE), 12(1), 22–34. https://doi.org/10.17509/injoe.v12i1.2024
Barnawi, & Arifin, M. (2020). Manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Bowen, G. A. (2019). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 19(3), 273–285. https://doi.org/10.1108/QRJ-06-2018-0006
Chaudhary, P. (2022). Meta-analysis of teaching effectiveness factors and student outcomes. Frontiers in Education, 7, 883214. https://doi.org/10.3389/feduc.2022.883214
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The Sage handbook of qualitative research (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
Fitrah, M. (2021). Metodologi penelitian kualitatif dalam pendidikan. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 8(1), 15–27.
INOVASI, & Kemdikbud. (2022). Reforming Indonesia’s curriculum: Kurikulum Merdeka in practice. Jakarta: INOVASI.
Kemdikbudristek. (2023). Permendikbudristek No. 22 Tahun 2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemdikbudristek.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Standar sarana sanitasi sekolah. Jakarta: Kemenkes RI.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2018). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing. Thousand Oaks, CA: Sage.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.
MoECRT (Ministry of Education, Culture, Research, and Technology). (2023). Indonesia’s education transformation policy brief. Jakarta: MoECRT.
Nugraha, D., Ramadhani, A., & Kurniawan, H. (2022). Pengaruh ketersediaan media pembelajaran terhadap kualitas interaksi guru dan siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 10(3), 233–247.
Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. (2007). Jakarta: Depdiknas.
Pusat Informasi BOSP. (2024). Ketentuan penggunaan Dana BOS Reguler. Jakarta: Kemendikbudristek.
Putra, A., & Arikunto, S. (2021). Pendekatan kualitatif dalam penelitian pendidikan. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 101–112.
Putra, A., & Suharto, T. (2021). Pengaruh sarana dan prasarana terhadap mutu pendidikan di sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan, 5(2), 87–96.
Rahman, A. (2020). The descriptive qualitative method in education research. International Journal of Educational Research, 5(2), 45–52.
Santi, F., & Bahiij, R. (2022). Keterbatasan sanitasi sekolah dan dampaknya terhadap kesehatan siswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(1), 55–64.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
UNICEF. (2025). Policy brief: School renovation and WASH standards. Jakarta: UNICEF Indonesia.
WHO/UNICEF. (2024). Progress on WASH in schools 2024: Data up to 2023. New York: WHO/UNICEF Joint Monitoring Programme.
License
Copyright (c) 2025 Lies Eka Mardhani, Lia Maharani Lubis, Umi Kalsum, Syawal Gultom, Eka Daryanto, Rosnelli Rosnelli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















