Integrasi Agama dan Sains dalam Perspektif Seyyed Hossein Nasr Serta Relevansinya dalam Pendidikan Islam Modern
DOI:
10.29303/jipp.v11i3.5137Diterbitkan:
2026-08-12Unduhan
Abstrak
Menurut pandangan Seyyed Hossein Nasr, Masalah utama dalam penelitian ini adalah ada pemisahan antara ilmu modern dengan agama yang menyebabkan masalah spiritual, kerusakan lingkungan, dan hilangnya nilai-nilai moral dalam kehidupan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki pemikiran Nasr tentang hubungan antara agama dan sains serta menawarkan solusi melalui konsep ilmu pengetahuan suci. Pendekatan yang dipilih adalah penelitian kualitatif dengan cara menganalisis literatur melalui analisis buku dan sumber ilmiah yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Nasr mengkritik ilmu pengetahuan modern yang bersifat sekuler dan materialis karena tidak memperhatikan aspek spiritual dan metafisik. Ia menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus diintegrasikan kembali dengan prinsip agama, sehingga sains tidak hanya bersifat empiris tetapi juga berdasarkan ajaran Tuhan. Konsep ilmu suci menekankan bahwa semua pengetahuan berasal dari Tuhan dan harus mengarah kepada kesadaran spiritual. Sebagai kesimpulan, penggabungan antara agama dan sains sangat penting untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan manusia agar perkembangan ilmu pengetahuan tetap memiliki arti secara etis dan spiritual.
Kata Kunci:
Seyyed Hossein Nasr, Integrasi Agama dan Sains, Sacred Science, Sains Modern, SpiritualitasReferensi
Akhsanudin, M. (2024). Kontekstualisasi Pemikiran Sayyed Hossein Nasr tentang Pendidikan Islam. Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS), 2(1), 34–47.
Arifin, S., Amirullah, A., Yahman, S. A., & Saputro, A. D. (2022). Reconstruction of Islamic Religious Education Seyyed Hossein Nasr's Perspective. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 46–57.
Dewi, E., & Hulawa, D. E. (2023). Seyyed Hossein Nasr: Integrasi Berbasis Tauhid melalui Hirarki Ilmiah. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), 1(1), 261–267.
Enha, A. A. A. T., As'syifa, R. M., Amri, M. F., & Prayogi, A. (2025). Integrasi Sains dan Agama dalam Perspektif Islam Klasik, Ian G. Barbour dan Seyyed Hossein Nasr. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(4), 966–976.
Fauhatun, F. (2020). Islam dan Filsafat Perenial: Respon Seyyed Hossein Nasr terhadap Nestapa Manusia Modern. Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan, 4(1), 54.
Khoirudin, A. (2020). Rekonstruksi Metafisika Seyyed Hossein Nasr dan Pendidikan Spiritual. Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies, 10(2), 202–216.
Masykur, Z. M., Ni'am, S., & Naim, N. (2023). Scientia Sacra Seyyed Hossein Nasr Perspektif Filsafat Lingkungan dan Kontribusinya pada Pengembangan Kajian Ekologis. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 25(2), 166–183.
Muhammad, A. (2023). Relevansi Pemikiran Seyyed Hossein Nasr tentang Integrasi Islam dan Sains terhadap Pendidikan Islam di Indonesia. EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 8–24.
Pratiwi, N., & Mustafa, M. (2023). Analisis Perspektif Ismail Raji Al-Faruqi dan Seyyed Hossein Nasr tentang Islam dan Sains. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 4(1), 69–77.
Shidqiyah, S. (2024). Pembaharuan Pendidikan Islam: Rekonstruksi Pemikiran Seyyed Hossein Nasr tentang Pendidikan dan Fitrah Manusia. Reflektika, 19(1), 33–54.
Supriatna, F. S., & Husain, S. (2020). Kontribusi Filsafat Perenial Sayyed Hossein Nasr terhadap Sains Modern. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains, 2(1), 177–183.
Syafi'uddin, A. (2021). Keseimbangan Alam dalam Perspektif Scientia Sacra Seyyed Hossein Nasr. Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam, 14(2), 136–150.
Syahidu, A. (2021). Metodologi Sains menurut Seyyed Hossein Nasr (Studi atas Krisis Ekologi). Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains, 3(1), 8–14.
Umam, R. K., & Syahril, H. (2023). Filsafat Integrasi Islam dan Sains menurut Sayyed Hossein Nasr. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(6), 632–643.
Widiyanto, A. (2017). Rekontekstualisasi Pemikiran Seyyed Hossein Nasr tentang Bangunan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam. ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 11(2), 420–448.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Citra Nuraini, Zalfa Zahira, Amril M, Liana Novita

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















