Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Open Access
Peer Reviewed

Awig-Awig Pernikahan Desa Sengkerang Sebagai Bentuk Perlawanan Simbolik Kaum Subaltern Terhadap Polarisasi Gender

Authors

Paenal Juni Harian , Nadira Baenarti , Dinda Juliana Novita , Imam Malik

DOI:

10.29303/jipp.v10i4b.3586

Published:

2025-12-24

Downloads

Abstract

Perempuan di negara dunia ketiga seperti Indonesia yang populer dengan sebutan kaum subaltern seringkali mendapat perlakuan subordinasi disebabkan polarisasi gender yang menenggelamkan hak dan status sosial mereka. Mengakarnya budaya patriarki menjadikan polarisasi gender masih subur di Indonesia, tidak terkecuali di Pulau Lombok yang masyarakatnya cenderung masih memiliki prinsip dan pola pikir konservatif karena memegang teguh warisan nilai nenek moyang. Mengacu pada kondisi demikian, Desa Sengkerang di Kabupaten Lombok Tengah membuat sebuah awig-awig pernikahan sebagai simbol perlawanan atas polarisasi gender dan menguatkan kedudukan kaum perempuan di masyarakat. Awig-awig tersebut berisi ketentuan bahwa mahar perempuan (pisuke) ditentukan besarannya berdasarkan tingkat pendidikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji awig-awig pernikahan di Desa Sengkerang sebagai bentuk perlawanan simbolik yang dilakukan oleh kaum subaltern terhadap polarisasi dan stereotip gender yang mengakar dalam masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awig-awig pernikahan tidak hanya berfungsi sebagai aturan normatif yang mengatur hubungan sosial, tetapi juga sebagai ruang negosiasi dan penegasan identitas kaum subaltern dalam menolak pembatasan-pembatasan peran gender yang konvensional. Awig-awig tersebut mengandung nilai-nilai yang menempatkan kesetaraan dan keadilan gender sebagai bagian integral dari tata sosial desa. Dengan demikian, awig-awig pernikahan di Desa Sengkerang memberikan kontribusi penting dalam melawan dominasi patriarki melalui representasi simbolik yang memperkuat suara dan posisi kaum subaltern dalam struktur sosial. Temuan ini membuka wawasan baru tentang hubungan antara tradisi lokal dan dinamika perlawanan sosial terhadap ketidaksetaraan gender.

Keywords:

Awig-awig pernikahan, kaum subaltern, perlawanan simbolik, polarisasi gender

References

Al Masjid, A., Trisharsiwi, T., Setiawan, A. D., & Marwanti, E. (2023). Resistensi Kritis Ki Hadjar Dewantara pada Surat Kabar De Express: Sebuah Kajian Postkolonialisme. GERAM (Gerakan Aktif Menulis), 11(2), 20-29.

Aminah, S. (2017). Stratifikasi Sosial Dalam Perkawinan Masyarakat Islam Sasak (Studi Pada Perkawinan Masyarakat Desa Sengkerang, Lombok Tengah). Jurnal Sosiologi Agama, 11(2), 209-228. https://doi.org/10.14421/jsa.2017.%25x.

Ayuning, T., & Septia, E. (2023). Ketidakadilan Gender dalam Novel Hilda: Cinta, Luka Dan Perjuangan Karya Muyassarotul Hafidzoh. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran, 3(1), 80-89. https://doi.org/10.58218/alinea.v3i1.448.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa 2025, Awig-awig, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), KBBI Daring, dilihat 12 Mei 2025, https://kbbi.kemdikbud.go.id

Baduge, M., S., D., S., P., Garth, B., Boyd, L., Ward, K., Joseph, K., Proimos, J., & Teede, H., J. (2024). Barriers to Advancing Women Nurses in Healthcare Leadership: A Systematic Review and Meta-Synthesis. EClinicalMedicine, 67, 1-13. https://doi.org/10.1016/j.eclinm.2023.102354.

Bahardur, I. (2017). Pribumi Subaltern dalam Novel-Novel Indonesia Pascakolonial. Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 89-100.

Layali, D., Z. (2024). Analisis Posisi Perempuan pada Jabatan Strategis Pemerintahan di Provinsi Jambi (Studi pada Kantor BKD Provinsi Jambi). Skripsi. Universitas Jambi.

Fahmilda, Y., & Putri, T., C. (2021). Narasi Citra Perempuan dalam Cerpen Racun Untuk Tuan†Karya Iksaka Banu: Kajian Feminisme Poskolonial. Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 3(1), 1-9. https://doi.org/10.33751/jsalaka.v3i1.3321.

Fiqriadi, M., Z. (2021). Pandangan Masyarakat Tentang Mahar Bertingkat dalam Perkawinan Perempuan Muslim Sasak di Kabupaten Lombok Tengah. Tesis. UIN Mataram.

Huda, C. (2025). Kontruksi Gender Pada Relasi Pernikahan Menurut Calon Pengantin dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di KUA Kecamatan Lahei Barito Utara Kalimantan Tengah). Skripsi. Universitas Islam Indonesia.

Khaerani, S., N. (2017). Kesetaraan dan Ketidakadilan Gender dalam Bidang Ekonomi Pada Masyarakat Tradisional Sasak di Desa Bayan Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. QAWWAM: Journal for Gender Mainstreaming, 11(1), 59-76. https://doi.org/10.20414/qawwam.v11i1.723.

Kusumaningrum, Z., S. (2022). Pemosisian Perempuan dan Relasi Kuasa dalam Tradisi Pertunangan: Suatu Tinjauan Antropologi Gender. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 6(1), 1-15. https://doi.org/10.14710/endogami.6.1.%25p.

Larasati, W., R., & Hamidsyukrie, Z., M. (2022). Kesetaraan Gender Ditinjau Dari Akses Pendidikan dan Pekerjaan Bagi Perempuan di Dusun Sade Desa Rembitan. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 9(2), 41-47. https://doi.org/10.29303/juridiksiam.v9i2.339.

Malihah, L., Zabidi, H., Atkia, N., Apifah, N. N., & Haryanti, P. (2024). Kepemimpinan Perempuan dan Kesetaraan Gender: Sebuah Tinjauan. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(2), 1094-1103.

Permataningtyas, W. (2021). Korupsi dan Ketidaksetaraan Gender Sebagai Tantangan Utama Good Governance di India. Jurnal Academia Praja: Jurnal Magister Ilmu Pemerintahan. (41): 134-153. https://doi.org/10.36859/jap.v4i1.252

Riandini, A. & Alfian, I., N. (2022). Perlawanan Simbolik Komunitas LGBT terhadap Stigma dan Diskriminasi. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental (BRPKM), 2(1), 389-397.

Safinah & Arifin, Z. (2021). Otoritas Kepemimpinan Karismatik Tuan Guru dalam Membentuk Budaya Religius. Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 311-330. https://doi.org/10.32478/evaluasi.v5i2.754.

Setiawan, R. (2018). Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra. 6(1)- 12-25. https://doi.org/10.22146/poetika.v6i1.35013.

Setiawan, R. (2018). Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak. Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 6(1), 12-25.

Shalim, S., F., & Sulastri, R. (2024). Kesetaraan Gender di Dunia Industri Kota Tangerang. Gunung Djati Conference Series. Januari 2024, Bandung, Indonesia. pp. 31-38.

Sinaci, M. (2024). An Ethical Problem in the Current Global Economy: Gender Pay Gap. Ovidius University Annals, Series Economic Sciences, 24(1), 318-327.

Suparman, E. (2018). Perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual Masyarakat Tradisional. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(7), 556-559.

Suryawati, I., Seran, A., & Sigit, R., R. (2021). Perempuan Subaltern Dunia Ketiga dalam Tinjauan Teori Feminisme Poskolonial Gayatri Chakravorty Spivak. FOCUS: Journal of Social Studies, 2(2), 88-96. https://doi.org/10.37010/fcs.v2i2.336

Wulandari, N., Indrianti, D., T., & Hilmi, M., I. (2022). Analisis Gender Peran Perempuan Pesisir pada Ketahanan Keluarga di Desa Puger Kulon Kabupaten Jember. Jendela PLS, 7(1), 52-60. https://doi.org/10.37058/jpls.v7i1.4758.

Yunairi, D. (2020). Konsep Feminisme Gayatri Chakrasvorty Spivak dan Upaya Membangun Keluarga Unggul (Kajian Feminisme Modern). Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 11(1), 103-113. https://doi.org/10.25078/sanjiwani.v11i1.2067.

Yusanto, Y. (2020). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif. Journal of Scientific Communication (JSC), 1(1), 1-13. https://dx.doi.org/10.31506/jsc.v1i1.7764.

Zohiro, M., Q., A., B., Harian, P., J., Hazami, K., N., Santiani, & Wahidah, A. (2024). Sasak Traditional Marriage System in Avoiding Conflict and Preventing Disharmony Between Families in the Modern Era. Journal of Etika Demokrasi, 9(1), 24-36. https://doi.org/10.26618/jed.v9i1.13074.

Author Biographies

Paenal Juni Harian, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

Nadira Baenarti, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

Dinda Juliana Novita, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

Imam Malik, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

How to Cite

Harian, P. J. ., Baenarti, N. ., Novita, D. J. ., & Malik, I. . (2025). Awig-Awig Pernikahan Desa Sengkerang Sebagai Bentuk Perlawanan Simbolik Kaum Subaltern Terhadap Polarisasi Gender. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(4b), 319–324. https://doi.org/10.29303/jipp.v10i4b.3586

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.