Gerakan Berajah Bareng Berbasis Sesenggak Sasak untuk Mencegah Praktik Merarik Kodek pada Anak Migran di Lombok
DOI:
10.29303/jipp.v10i4b.4396Published:
2025-12-24Downloads
Abstract
Merarik Kodek masih menjadi persoalan sosial serius di Lombok, terutama di Desa Gereneng Timur yang didominasi oleh keluarga buruh migran. Kondisi ini dipengaruhi oleh lemahnya pengasuhan akibat migrasi orang tua, tekanan sebaya, rendahnya literasi pendidikan, serta pergeseran makna tradisi yang tidak lagi sesuai dengan adat Sasak. Penelitian ini mengembangkan Women Rise Movement melalui Gerakan Berajah Bareng berbasis Sesenggak Sasak sebagai strategi pencegahan pernikahan dini bagi anak migran. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan spiral analisis Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merarik Kodek terjadi bukan karena tradisi semata, melainkan akibat dinamika sosial yang menempatkan remaja dalam posisi rentan tanpa kontrol orang tua. Implementasi Berajah Bareng mampu meningkatkan kesadaran kritis remaja terhadap dampak pernikahan dini dan memulihkan fungsi kearifan lokal sebagai pedoman hidup yang menekankan kehati-hatian, pendidikan, dan penghargaan terhadap perempuan. Nilai-nilai Sesenggak Sasak terbukti efektif sebagai media edukasi yang dapat diterima oleh remaja dan masyarakat, sehingga mampu menurunkan kecenderungan Merarik Kodek dan memperkuat orientasi masa depan remaja. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kultural berbasis kearifan lokal dapat menjadi model efektif dalam pencegahan pernikahan usia anak dan selaras dengan upaya pencapaian SDGs poin 5 tentang kesetaraan gender dan perlindungan anak.
Keywords:
Merarik Kodek, Sesenggak Sasak, anak migran, pendidikan budaya.References
Aswan, &. A. (2020). Gerakan Literasi Sekolah Berbasis Pendidikan Karakter Untuk Anak Pekerja Migran Indonesia Di Sabah Malaysia. Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 185-194.
Creswell, J. W. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Hayati, A. (2023). Pernikahan Dini, Bukan Satu-Satunya Akar Masalah Di Desa. URL:https://Geotimes.Id/Opini/Pernikahan-Dini-Bukan-Satu-SatunyaAkar-Masalah-Di-Desa-Greneng/.Diakses tanggal 17 Mei 2025
Hidayah, K. &. (2024). Penguatan Nasionalisme Melalui Kebhinekaan Global, Literasi Numerasi Dan Motivasi Berwirausaha Pada Anak-Anak Pekerja Migran Indonesia. Jurnal Inovasi Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 56-67.
Hilmi, R. Z. (2018). Teori Feminisme: Sejarah, Perkembangn Dan Relevansinya Dengan Kajian Keislaman Kontemporer. Junral Harkat Media Komunikasi Gender, 91-102.
Kodriati, N. D. (2023). Edukasi AnakAnak Pekerja Migran Indonesia Di Malaysia Untuk Pencegahan Kekerasan Seksual. Jurnal Abdi Masyarakat,, 310-314.
Kemenpppa. (2024). Mentri PPPA: Angka Pernikahan Anak Turun Menjadi 6,92 Persen Lampaui Target RPJMN, website, URL: http://www.Kemenpppa.Go.Id. /Page/View/NTE3MA==. Diakses tanggal 17 Mei 2025
Parebong, R. E. (2024). Dekolonialisasi Gender: Kajian Performatis Gender Judith Butler Terhadap Isu Lgbtiq Dan Implikasinya Bagi Pendidikan Kristiani. Masokan Ilmu Sosial dan Pendidikan, 30-44.
Setiyawanti, R. d. (2025). The Psychological Impact of Early Marriage. International Journal on Advanced Science, Education, and Religion (IJoASER), 60-68.
Yastirin, A. d. (2024). Dampak Kesehatan Ibu Pada Kehamilan Remaja. Jurnal Profesi Bidan Indonesia (JPBI), 18-35.
Yudianingsih, D. K., Chotimah, H., Putri, K. R., & Islamirza, R. (2022). Problematika Pernikahan Dini Dalam Mencapai Sustainable Development Goals(Sdgs). Jurnal Kajian Gender Dan Anak, 6(1): 1–16. Https://Doi.Org/10.24952/Gender.V6i1.5522
License
Copyright (c) 2025 Nanda Haerani, Haniza Febriani, Made Widia Cindani, Ida Ayu Putu Maheswari, Muhammad Juandika Rahman, Nursaptini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















