Strategi Pengembangan OCB Pegawai di Lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram
DOI:
10.29303/jipp.v7i3c.866Published:
2022-10-05Downloads
Abstract
Organizational Citizenship Behavior (OCB) menggambarkan perilaku pegawai untuk melaksanakan pekerjaan tanpa memperhatikan potensi adanya imbalan tambahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pengembangan OCB pegawai di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) – Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, kuantitatif dan kualitatif. Populasinya seluruh pegawai FKIP Universitas Mataram yang aktif pada tahun 2021 dan sampel diambil dengan teknik sampel jenuh sesuai keterjangkauan dan didapatkan sampel yaitu pegawai FKIP sebanyak 45 pegawai (28 laki-laki dan 17 perempuan) yang tersebar di sembilan unit kerja. Teknik pengambilan data menggunakan angket OCB dan wawancara. Angket OCB diberikan kepada pegawai sedangkan sebagai informan dalam wawancara adalah Dekan dan Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Kepegawaian. Data hasil angket dianalisis secara deskriptif menggunakan kuantisasi Skala Likert (4 = sangat setuju, 3 = setuju, 2 = tidak setuju, 1 = sangat tidak setuju) kemudian dideskripsikan, serta dianalisis menggunakan statistik non paramettik yang terdiri dari uji Mann-Withney untuk variabel bebas terdiri dari gender, latar pendidikan, dan unit tempat kerja, serta uji Kruskal-Wallis untuk variabel bebas masa kerja. Hasilnya, pertama secara umum dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor OCB pada setiap indikator adalah lebih dari 3,0 yang berarti bahwa responden bersikap setuju hingga sangat setuju terhadap setiap pernyataan positif dan tidak setuju hingga sangat tidak setuju terhadap pernyataan negatif OCB. Dari tertinggi hingga terendah, skor OCB berada pada indikator conscientiousness, altruism, courtesy, civic virtue, dan sportmanship. Kedua, menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi 0,05, keempat variabel di atas tidak berpengaruh terhadap OCB pegawai. Selanjutnya, hasil wawancara bahwa dalam mengembangkan OCB pegawai, Dekan dan Wakil Dekan menggunakan pengelolaan sistem merit, pendekatan informal, nonformal, kesetaraan gender, kemanusiaan, humanisme, kekeluargaan, prinsip kerjasama, serta menerapkan aturan berbasis tupoksi. Kesimpulan bahwa perilaku organisasi pada pegawai FKIP telah berkembang sangat baik. Keberhasilan pengembangan OCB juga ditunjukan tidak adanya perbedaan perilaku organisasi pegawai dari faktor gender, latar pendidikan, masa kerja, hingga unit tempat bekerjanya.
Keywords:
gender, latar pendidikan, masa kerja, Organizational Citizenship Behavior pegawai, unit kerjaReferences
Ariyani, M. & Zulkarnain, D., (2017). Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Guru Ditinjau dari Faktor Demografi. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi. Vol. 6(2) Oktober. DOI: https://doi.org/10.21009/JPPP.062.03
Creswell, J. W. & Clark, V. L. P., (2007). Mixed Methods Research. USA: Sage Publications, Inc., 71–75
Dewi, R. M. & Perdhana, M. S. (2016). Peran Gender, Usia dan Tingkat Pendidikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Diponegoro Journal of Management, Vol 5(2), Hal 1-9.
Kompri (2015). Manajemen Pendidikan 1. Bandung: Penerbit Alfabeta
Moekijat (2005). Pengantar Sisitem Informasi Manajemen, cetakan ke-9. Bandung: Mandar Maju.
Munandar, A.S. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta: UI.
Organ, D.W. (1988). Organizational CItizenship Behavior: The good soldier syndrome. Lexington Books, Lexington, MA.
Podsakoff, P. M., MacKenzie, S. B., Paine, J. B., & Bachrach, D. G., (2000). Organizational Citizenship Behaviors: A Critical Review of the Theoretical and Empirical Literature and Suggestions for Future Research. Journal of Management, Vol 26(3), p. 513-563.
Prihatin, E., (2014). Teori Administrasi Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta
Rokhmat, J., Muhaimi, L., & Muntari (2020). Strategi Pengelolaan Pendidikan untuk Pengembangan OCB Tenaga Pendidik dan Kependidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Mataram – Nusa Tenggara Barat. LPPM Unram: Laporan Penelitian PNBP.
Sarwono, Slamet, S. & Soeroso, Amiluhur (2001). Determinasi Demografi terhadap Karikatif Keorganisasian. Journal Siasat Bisnis, Vol 1(6), hal 21-37.
Smith, C. Ann, Organ, D. W., & Near, J. P. (1983). Organizational Citizenship Behavior: Its Nature and Antecedents. Journal of Applied Psychology, Vol 68(4), p. 653-663.
Terry, G. R. & Rue, L. W. alih bahasa Ticoalu, G. A. (2013). Dasar-dasar Manajemen, cetakan ke-13. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wilian, S., Muhaimi, L., Syafruddin, & Rokhmat, J. (2020). Disposisi Organizational Citizenship Behavior Berbasis Gender bagi Guru Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Mataram Ditinjau dari Lokasi Sekolah. LPPM Unram: Laporan Penelitian PNBP.
Williams, Larry, J. & Anderson, Stella, E., (1991). Job Satisfaction and Organizational Commitment as Predictors of Organizational Citizenship and In-Role Behaviors. Journal of Management, Vol 17(3), DOI: https://doi.org/10.1177/014920639101700305.
Zakiyudin, A. (2012). Sistem Informasi Manajemen, Edisi 2. Jakarta: Mitra Wacana Media.
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















