Pelaksanaan Konseling Forgiveness Pada Siswa Broken Home Melalui Media Pop Up Book di SMP Negeri 262 Jakarta
DOI:
10.29303/jipp.v10i3.3688Published:
2025-08-26Downloads
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan memaafkan pada siswa broken home yang ditandai dengan munculnya emosi negatif seperti kemarahan, dendam, dan penarikan diri. Maka perlu diberikan intervensi konseling yang mampu memfasilitasi proses memaafkan dengan cara yang menarik dan bermakna. Media pop up book ini media visual 3 dimensi yang digunakan dalam proses konseling forgiveness melalui narasi, ilustrasi, dan elemen interaktif. Proses forgiveness yang meliputi membalut sakit hati, meredakan kebencian, upaya penyembuhan diri dan berjalan bersama. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Single Subject Research (SSR) dan desain A–B–A. Subjek dalam penelitian sebanyak dua siswa broken home di SMP Negeri 262 Jakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan forgiveness siswa broken home. Hasil analisis data menunjukkan bahwa baseline-1 (A) dilakukan sebanyak dua kali, persentase stabilitas 100%, kecenderungan arah meningkat (+). Kemudian dilanjutkan dengan intervensi (B) dilakukan selama enam kali, persentase stabilitas 50%, kecendrungan arah meningkat (+). Selanjutnya kondisi baseline-2 (A) dilakukan sebanyak dua kali, persentase stabilitas 100% kecenderungan arah meningkat (+). Persentase tumpang tindih data sebesar 0% menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling forgiveness melaui media pop up book berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan forgiveness siswa broken home.
Keywords:
Konseling, Forgiveness, Broken Home, Pop Up BookReferences
Akhtar, S., Dolan, A., & Barlow, J. (2017). Understanding the relationship between state Forgiveness and psychological wellbeing: A qualitative study. Journal of Religion and Health.
Azhar Arsyad. (2002). Media Pembelajaran.Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Dewi, N. R., & Hendriani, W. (2014). Faktor protektif untuk mencapai resiliensi pada remaja setelah perceraian orang tua. Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental.
Du Plooy, K., & Van Rensburg, E. (2015). Young adults’ perception of coping with parental divorce: A retrospective study. Journal of Divorce & Remarriage.
Enright, R. D. (2001). Forgiveness is a choice: A step-by-step process for resolving anger and restoring hope. American Psychological Association.
Juang Sunanto. 2006. Pengantar Penelitian Pendidikan Dengan Subyek Tunggal. Bandung: UPI Press.
McCullough, M. E., Pargament, K. I., & Thoresen, C. E. (2000). Forgiveness: Theory, research, and practice. Guilford Press.
Mistiani, W. (2018). Dampak keluarga broken home terhadap psikologis anak. Musawa: Journal for Gender Studies.
Muttaqin, I., & Sulistyo, B. (2019). Analisis Faktor Penyebab dan Dampak Keluarga Broken Home.
Najahah, I., & Oemar, B. A. E. (2016). Perancangan Buku Buku Pop Up Sebagai Media Pembelajaran Tentang Rumah Dan Adat Nusantara Jawa. Jurnal Pendidikan Seni Rupa.
Nasya, Dwi, Femilia, Nabila (2024). Effectiveness of Sincerity Therapy on Self-Acceptance in Children Left Behind by One of Their Parents. Jurnal Ilmiah Psikologi.
Ningrum, P. R. (2013). Perceraian Orang Tua dan Penyesuaian Diri Remaja Studi Pada Remaja Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Di Kota Samarinda. Jurnal Ilmiah Psikologi.
Prahmana, R.C. (2021). Single Subject Research Teori dan Implementasinya: Suatu Pengantar. Yogyakarta:UAD Press.
Roper, S. W., Fife, S. T., & Seedall, R. B. (2020). The intergenerational effects of parental divorce on young adult relationships. Journal of Divorce & Remarriage.
Safitri, A. M. (2017). Proses dan faktor yang mempengaruhi perilaku memaafkan pada remaja broken home. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Sutton
Sanaky Hujair (2010). Media Pembelajaran, Yogyakarta: Safria Insania Press.
Sutton, P. M. (2013). The Enright process model of psychological Forgiveness.
Wardhani, O. W. (2016). Problematika Interaksi Anak Keluarga Broken Home di Desa Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta. Jurnal Elektronik Mahasiswa Pend. Luar Sekolah-S1.
Zartler, U. (2021). Children and parents after separation. In Research Handbook on the Sociology of the Family. Edward Elgar Publishing.
Zuraidah (2016). Analisa Perilaku Remaja Dari Keluarga Broken Home. Kognisi Jurnal.
License
Copyright (c) 2025 Nur Hikmah, Nurmawati Nurmawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















