Analisis Kebutuhan dan Rekomendasi Rancangan Bahasa Inggris Berbasis Blended Learning Model Untuk Mahasiswa Farmasi
DOI:
10.29303/jipp.v8i4.1818Diterbitkan:
2023-11-24Unduhan
Abstrak
Menghadapi berbagai tantangan global, Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal yang harus dimiliki oleh generasi muda baik saat menjadi mahasiswa maupun setelah menyelesaikan perkuliahan. Orientasi pembekalan Bahasa Inggris bagi mahasiswa perlu direformulasi untuk memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan lulusan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi perkuliahan Bahasa Inggris PS Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Penelitian analisis kebutuhan dan rekomendasi pembelajaran ini menerapkan protocol Needs Analysis oleh Hutchinson & Waters (2010) dan Dudley-Evans & St. John (1998) dengan melibatkan mahasiswa, dosen, pemangku kepentingan di tingkat fakultas dan prodi. Data dikumpulkan dengan teknik triangulasi (test, kuesioner, wawancara, dan documenter) dan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis menunjukan (1) kemampuan awal bahasa Inggris mahasiswa sangat bervariasi dengan rerata 386 dan rentangan 313 – 513 pada skor TOEFL; (2) tuntutan Bahasa Inggris sangat tinggi yaitu membaca referensi berbahasa Inggris, pesyaratan kelulusan TOEFL (450), dan antisipasi tuntutan persaingan kerja and pengembangan diri. Disarankan, penyelesaian Bahasa Inggris di PSF FK harus diatasi dengan berbagai upaya. Rancangan perkuliahan Bahasa Inggris dilakukan secara bauran (blended) dengan rancangan menggunakan Whole-Part-Whole Model dan diajarkan dengan Project-Based Learning untuk memberikan pembelajaran optimal.
Kata Kunci:
Blended Learning, English for Pharmacy, ESP, Project-Based Learning, Whole-Part-Whole.Referensi
Altun, T., & Akyldiz, S. (2017). Investigating student teachers' technological pedagogical content knowledge (TPACK) levels based on some variables. European Journal of Education Studies, 3(5), 467-485.
Ammade, S., Mahmud, M., Jabu, B., & Tahmir, S. (2020). TPACK model based instruction in teaching writing: An analysis on TPACK literacy. International Journal of Language Education, 4(1), 129-140
Anthony, L. (2018). Introducing English for Specific Purposes. London: Routledge.
Basturkmen, H. (2010). Developing courses in English for Specific Purposes. McMillan: Palgrave.
Bell, S. (2010). Project Based Learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House, 83, 39-43.
Brown, J. D. (2016). Introducing Needs Analysis and English for Specific Purposes. New York: Routledge.
Daryono (2020). The New Normal: Literasi digital sebagai kompetensi utama pendidikan abad 21. In T. Belawati, & Nisam, Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19 (pp. 61-76). Jakarta: Ditjen Dikti, Kemendikbud.
Dudley-Evans, T., & St. John, M. J. (1998). Developments in English for Specific Purposes: A multi-disciplinary approach. Cambridge: Cambridge University Press.
Graham, C. R. (2006). Blended Learning System: Definitions, Current Issues, and Future Directions. In C. J. Bonk, & C. R. Graham, handbook of Blended Learning: Global Pespektives, Local Design (pp. 1-32).
Hutchinson, T., & Waters, A. (2010). English for Specific Purposes: A Learning-centered approach. Cambridge: Cambridge University Press.
Indrajit, R. E. (2020). Potret perkuliahan daring di masa Covid-19 dalam perspektif lietrasi digital: Suatu refleksi pengalaman. In T. Belawati, & Nizam, Potret Pendidikan Tinggri di Masa Covid-19 (pp. 45-76). Jakarta: Ditjen Dikti, Kemendikbud.
Knight, B. (2020, April 30). Making sence of how we develop Life Competencies throgh ELT. Cambridge MENA Online
Koehler, M. J., & Msihra, P. (2009). What is technological pedagogical content knowledge? Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 9(1), 60-70.
Nizam (2020). Potret transformasi digital: Mendadak daring. In T. Belawati, & Nizam, Potret Pendidikan Tinggi di Masa Covid-19 (pp. 15-30). Jakarta: Ditjen Dikti Kemendikbud.
Sugiyono (2013). Metode penetilian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Penertbit Alfabeta
Sujana, I. M., Fitriana, E., & Syahrial, E. (2016). Conflicts among Aspects of Needs in Designing the Teaching of English using an ESP Approach at Higher Education in Indonesia. In M. M. Rahman, Integrating Technology and Culture: Strategies and Innovation in ELT (pp. 171-205). Jaipur, India: YKing Books.
Sujana, I. M., Hanafi, N., Wilian, S., Fitriana, E., & Syahrial, E. (2019, October). Negotiating conflicts of needs in designing teaching English for midwifery students. International Journal of Language Education, 3(2), 20-26.
Sujana, I. M., Waluyo, U., Fitriana, E., & Suryani, D. (2020). SKDI-based needs analysis for designing English for students of medicine in Indonesia. International Journal of Language Education, 4(2), 209-221.
Sujana, I M., Waluyo, U., Sudiarta, I W., & Fitriana, E. (2022). Rekomendasi Peningkatan Profisiensi Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi. Mataram: Putra Rinjani.
Tomlinson, C A. (2012). What is different instruction? In: Callahan, C. M., & Hertberg-Davis, H. L. (Eds.). (2012). Fundamentals of gifted education: Considering multiple perspectives. (pp. 287-300). London: Routledge.
Tomlinson, C. A. (2017). How to Differentiated Instruction in Academically Diverse Classrooms. (revised edition). Alexandria, Virginia: ASCD.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st Century Skills:Learning for Life in Our Times. US: Jossey-Bass A Wiley Imprint.
Usova, T. (2011). Organizing our teaching: Hybrid mode of instruction. Partnership: The Canadian Journal of Library and Information Practices and Research, 6(2), 1-12
Vereshchahina, T., Liashchenko, O., & Babiy, S. (2018). English language teachers' perception of hybrid learning at university level. Advanced Education(10), 88-97
Woodrow, L. (2018). Introducing English for Specific Purposes. New York: Routledge.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 I Made Sujana, Eka Fitriana, Kurniawan Apgrianto, Agus Saputra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















