Eksplorasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Tradisi Maulid Adat Bayan di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok
DOI:
10.29303/jipp.v10i2.2937Diterbitkan:
2025-05-05Unduhan
Abstrak
Melestarikan dan memelihara budaya daerah serta mengeksplorasi nilai-nilai pendidikan agama Islam maka diperlukan penelitian yang memfokuskan pada budaya daerah tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan terkait dengan tradisi maulid adat Bayan di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yakni kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian yang ditemukan yakni 1) pelaksanaan tradisi maulid adat Bayan di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara yang dimulai dengan masyarakat mengumpulkan bahan makanan, setelah itu Menutu/menumbuk padi oleh para kaum perempuan, pada sore hari menghias Masjid Kuno Bayan, serta malamnya melakukan Presean. Kemudian pada hari kedua dilakukan Mengelaq/memasak bahan makanan yang sudah dikumpulkan, dan pada sore hari menjelang Magrib yakni acara puncak maulid adat Bayan yang dirangkaikan dengan zikiran, sholawatan, dan doa bersama kemudian memakan hidangan makanan yang sudah disiapkan. 2) nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam tradisi maulid adat Bayan di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara yakni nilai ibadah, nilai akhlak, dan nilai keimanan.
Kata Kunci:
Adat Bayan, Nilai Pendidikan Agama Islam, Tradisi Maulid.Referensi
Abdullah Faishol & Samsul Bakri (2014), Islam dan Budaya Jawa, Surakarta: Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Surakarta.
Faris, S, (2018) “Islam dan Budaya Lokal (Studi atas Tradisi Keislaman Masyarakat Jawa)”, Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, Vol. 15, No. 1, hlm. 74-90. https://ejournal.uin-suka.ac.id/adab/thaqafiyyat/article/view/596
Hertati, et al,(2017) Ilmu Sosial Budaya Dasar, Banten: Universitas Terbuka
Imam Suprayogo Tobroni (2018), metodologi Penelitian Sosial Agama, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Joko Subagio (1999), Metodologi penelitian dalam Teori dan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta
Nur Huda (2019) “Penanaman nilai-nilai Islam dalam membentuk akhlak mulia melalui kegiatan mendongeng di TK terpadu Nurul Amal Buyuk Bringkang Menganti Gresik”, Jurnal: Fikroh, Vol. 12, No. 2,, hlm. 5. http://jurnal.stai-alazharmenganti.ac.id/index.php/fikroh/article/download/49/46
Nurlatifa, et al., (2002) “Nilai dan makna simbol dalam tradisi maulid adat Bayan”, Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, Vol. 7, No. 4, hlm. 3366. https://jurnal.syntaxliterate.co.id/index.php/syntax-literate/article/view/6631
Nuryati Yuliana (2018). “Terminologi penanda verbal maulid adat Salut: Kajian Semiotika”, Literasi: Jurnal Ilmiah Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Vol. 8, No. 2, hlm. 58. https://www.academia.edu/download/79049868/874.pdf
Sugihen (1997) Bahreint T. Sosiologi Pedesaan (Suatu Pengantar). Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sugiono (2008) Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R dan D. Bandung: Alfabeta CV
Sugiyono (2017) Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D, Bandung: Alfabeta
Sumadi Suryabrta (2006)Metodologi Penelitian, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Tri Dayakismi & Yuniardi Salis (2022) Psikologi Lintas Budaya, Malang: UMM Press
Wijaya, U.S. (2021) Profil Pendidik Bermanfaat. Yogyakarta: Anggota Ikapi
Yuliana, N., Burhanuddin, & Mahyudi, J. “Sistem Simbol Dalam Ritual Maulid Adat Bayan (Analisis Teori Victor Turner)”. Journal of Social Community, Vol, 7, No.1
Yusuf, A. M. (2017) Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 M. Sopian Asrin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















