Peningkatan Kemampuan Guru Melalui Organisasi Profesi
DOI:
10.29303/jipp.v8i1.1153Published:
2023-02-27Downloads
Abstract
Guru merupakan salah satu profesi yang diakui secara legal formal di dalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai profesi pendidik. Sebagai seorang pendidik, guru harus menguasai setidaknya empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogis, kepribadian, profesional, dan sosial. Tujuan dari penelitian kali ini yaitu untuk mengetahui tentang bagaimana cara meningkatkan kemampuan guru melalui organisasi profesi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Organisasi profesi keguruan merupakan suatu wadah yang berfungsi sebagai penampungan dan penyelesaian masalah yang dihadapi dan diselesaikan secara bersama-sama yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Organisasi profesi khususnya di bidang pendidikan ada bermacam-macam mulai dari PGRI, MGMP, ISPI, hingga PGM Indonesia yang masing-masing organisasi tersebut memiliki tujuan yang berbeda. Di dalam organisasi terdapat unsur-unsur yang harus dipenuhi antaara lain sistem, pola aktivitas, sekelompok orang, dan tujuan bersama. Organisasi profesi memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam pengembangan dan peningkatan kemampuan guru agar cakap dan berkompeten sesuai dengan bidangnya. Oleh karena itulah, penting sekali bagi guru dalam meningkatkan kemampuannya salah satunya melalui organisasi profesi guru demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Keywords:
Guru, Kemampuan, Organisasi.References
Admin (2017). PGRI Organisasi Profesi Guru. Pgri-Jateng. http://pgri-jateng.info/archive/read/87/pgri-organisasi-profesi-guru
Ananda, Y. (1959). Profesi Pendidikan Guru. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.
Anonim (2012). Organisasi Profesi Keguruan. Iierrrr.Blogspot.Com, 1–9.
Fauzi, I. (2018). Etika Profesi Keguruan (II). IAIN Jember Press.
Hidayat, Nv., & Surya, P. (2012). pengembangan diri melalui diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru pada organisasi profesi guru bahasa Indonesia. Prosiding Seminar Nasional "Profesionalisme Guru Dan Pengembangan Keilmuan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, November.
Ii, B. A. B., Teori, A. D., Organisasi, T., & Guru, P. (2011). Kajian Teori dan Konsep Organisasi Profesi Guru. 16–58.
Kurnia Febriani Harahap, D. (2022). Organisasi Profesi Guru (Kajian Manajemen Pendidikan Islam). Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 1(1), 39–44.
Maksum, K. (2016). Konsep Profesi Keguruan MI. LITERASI (Jurnal Ilmu Pendidikan), 4(1), 109. https://doi.org/10.21927/literasi.2013.4(1).109-122
Noor, S. H. dan I. H. (2020). Peran Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Di SMA (1st ed.). Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Nurhadi, A. (2017). Profesi Keguruan (2nd ed.). Goresan Pena.
Nurjan, S. (2015). Profesi Keguruan: Konsep dan Aplikasi (1st ed.). Penerbit Samudra Biru (Anggta IKAPI).
Pudjosumedi (2013). Profesi Pendidikan (1st ed.). UHAMKA PRESS.
Sari, M., & Asmendri (2018). Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan IPA, 2(1), 15. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/naturalscience/article/view/1555/1159
Supriadi, O. (2008). Profesi Guru dan Langkah Pengembangannya. Jurnal Tabularasa Pps Unimed, 5(1), 35–54. http://digilib.unimed.ac.id/716/
Supriyadi, S. (2016). Community of Practitioners: Solusi Alternatif Berbagi Pengetahuan antar Pustakawan. Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi Dan Kearsipan, 2(2), 83. https://doi.org/10.14710/lenpust.v2i2.13476
Susanto, H., Subiyakto, B., & Akmal, H. (2020). Buku Profesi Keguruan.
Zed, M. (2003). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
License
Copyright (c) 2023 Munawir Munawir, Furqan Najib, Gewi Nur Aini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















