Analisis Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas II MIS Bahrul Ulum Tahun Ajaran 2021/2022
DOI:
10.29303/jipp.v7i2b.595Published:
2022-05-27Downloads
Abstract
Kemampuan membaca merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap siswa, namun kenyataannya tidak semua siswa memiliki kecakapan dalam membaca. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menganalisis kesulitan membaca siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan membaca permulaan yang dialami oleh siswa kelas II MIS Bahrul Ulum. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian kuantitatif deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kesulitan tertinggi siswa dalam membaca permulaan adalah kesulitan dalam membaca kata yang tidak mempunyai arti dengan skor 22%. Kesulitan membaca permulaan selanjutnya yaitu pada aspek membaca kata bermakna dengan skor 32,71%. Kesulitan selanjutnya yaitu pada aspek kesulitan dalam membaca nyaring dan pemahaman dengan skor 38%. Lalu kesulitan pada aspek selanjutnya yaitu kesulitan mengidentifikasi huruf dengan skor 46,71%. Dan yang terakhir kesulitan dalam menyimak atau pemahaman mendengarkan dengan skor 65%. Adapun karakteristik kesulitan membaca permulaan yaitu: kesulitan mengidentifikasi huruf dan merangkai susunan huruf, membalik huruf, mengubah kata, penghilangan huruf dalam susunan kata, mengucapkan kata salah, mengeja terbata-bata, kurang memahami tanda baca, tidak memahami isi bacaan dan sulitnya konsentrasi. Dapat disimpulkan bahwa 7 dari 8 siswa kelas II MIS Bahrul Ulum mengalami kesulitan membaca permulaan.
Keywords:
Kesulitan, Membaca Permulaan, Siswa Sekolah DasarReferences
Abdurrahman, Mulyono (1996). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti
Arikunto, Suharsimi (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Kemendikbud. (2019). Hasil Pisa Indonesia 2018. Ases Makin Meluas, Saatnya Tingkatkan Kualitas. KEMENDIGBUD: Jakarta
Kemendikbud. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. KEMENDIGBUD: Jakarta
Kumara,Amitya, A. Jayanti Wulansari & L. Gayatri Yosef (2014). Perkembangan Kemampuan Membaca (hlm. 1-26), dalam Amitya Kumara, dkk. Kesulitan Berbahasa pada Anak. Yogyakarta: PT Kanisius
Kumara, Amitya & Lucky Ade Sessiani (2014). Menangani Anak yang Mengalami Kesulitan dalam Mengenali dan Menyembunyikan Bunyi Huruf (hlm. 27-50), dalam Amitya Kumara, dkk. Kesulitan Berbahasa pada Anak. Yogyakarta: PT Kanisius.
Mulyasa, Enco (2006). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Olson, Richard & Byrne, Brian (2005). Genetic and Environmental Influences on Reading and Language Ability and Disability (hlm. 173-200), dalam Catts, Hugh W. & Kamhi, Alan G. (Eds). 2005. The Connections Between Language and Reading Disabilities. London: Lawrence Erlbaum Associates.
Rahim, Farida (2005). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















