Nilai Solidaritas Sosial dalam Tradisi Mbolo Weki Pada Adat Perkawinan Suku Bima (Mbojo) di Desa Rabadompu Kecamatan Raba Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat
DOI:
10.29303/jipp.v8i1b.1304Published:
2023-04-29Downloads
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rangkaian proses kegiatan dalam tradisi mbolo weki pada adat perkawinan Suku Bima(Mbojo) di Desa Rabadompu Kecamatan Raba Kota Bima dan nilai solidaritas sosial dalam tradisi mbolo weki pada adat pernikahan Suku Bima (Mbojo) di Desa Rabadompu Kecamatan Raba Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi sebagai teknik pengecekan data dari berbagai sumber. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan dalam tradisi mbolo weki memiliki beberapa tahapan, yaitu tahap awal seperti musyawarah keluarga, membuat undangan dan menyebarkan, membuat makanan atau jajanan, dan mempersiapkan tempat acara, tahap pelaksanaan memberikan sumbangan, pembentukan panitia dan menginformasikan terkait uang sumbangan yang terkumpul, dan pelaksanaan pernikahan, tahap penutup pembacaan doa dan ucapan terima kasih. Tradisi mbolo weki pada adat perkawinan Suku Bima di Desa Rabadompu Kecamatan Raba Kota Bima memiliki nilai solidaritas sosial yang cukup tinggi yang berkaitan dengan solidaritas mekanik menurut Emile Durkheim yaitu: 1) tercipta dengan adanya kesadaran kolektif atau kesadaran bersama. 2) Taraf masyarakat yang masih sederhana. 3) Anggota masyarakat dapat menjalankan peran yang diperankan oleh masyarakat lain. 4) Pembagian kerja yang belum berkembang. 5) Tingkat homogenitas individu yang sangat tinggi dengan ketergantungan antarindividu yang sangat rendah. Dalam tradisi mbolo weki nilai solidaritas sosialnya masih tinggi dengan cara mempertahankan dan tetap menjalankan tradisi-tradisi yang ada, baik itu tradisi mbolo weki dimana tradisi mbolo weki ini meiliki nilai solidaritas sosial yang cukup tinggi dengan bentuk kerja sama, persaudaraan, kekeluargaan dan perduli sosial, mayarakat Suku Bima.
Keywords:
Adat perkawinan, Nilai Solidaritas sosial, Tradisi Mbolo weki.References
Arikunto, Suharsimi (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Dayu, Maira Anjani (2019). Solidaritas Sosial Dalam Perkawinan Alek Gadang Pada Masyarakat Nagari Sasak. Diss. Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/43566
Gunawan, Imam (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Teori dan Praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Raihanun, Siti (2022). Solidaritas Sosial Dalam Tradisi Banjar (Studi Di Desa Borok Toyang Kecamatan Sakra Barat Kabupaten Lombok Timur). Skripsi. FKIP. Pendidikan Sosiologi. Universitas Mataram. Mataram
Subari, Sukarddin (2022). Nilai Solidaritas Kaboro Co’i dalam Pernikahan Masyarakat Suku Donggo (Studi Sosial Budaya). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah. https://doi.org/10.24815/jimps.v7i2.20989
Tahir (2019). Makna Tindakan-Tindakan dalam Mbolo weki Proses kegiatani Pernikahan Tradisi Masyarakat Bima. Jurnal Pendidikan Mandala.
http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JUPE/article/view/844
Ulfatin, Nurul (2017). Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Malang: Media Nusa Creative
Yusuf. M. (2014). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan gabungan. Jakarta: Pranadamedia.
Sugiyono (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Sugiyono (2017). Metode Penelitian.Bandung: Alfabeta.
Sugiyono (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif Kualitatif R&D dan Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono (2018). Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta
Sugiyono (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
License
Copyright (c) 2023 Nia Jumiati, Hamidsyukrie Hamidsyukrie, Ni Made Novi Suryanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















