Vol. 9 No. 4 (2024): November
Open Access
Peer Reviewed

Nilai Sosial dan Spiritual dalam Ritual Toyah pada Masyarakat Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa

Authors

Muhammad Imam , Hamidsyukrie ZM , Imam Malik , Masyhuri Masyhuri

DOI:

10.29303/jipp.v9i4.2744

Published:

2024-11-26

Downloads

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual toyah pada masyarakat Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa, nilai sosial, dan nilai spiritual dalam ritual toyah pada masyarakat Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melaui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melaui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pelaksanaan ritual toyah terdiri dari tahap persiapan yaitu mempersiapkan segala perlengkapan yang diperlukan, tahap pelaksanaan meliputi proses memasang ayunan dan mengayun bayi yang dilakukan oleh ibu-ibu, dan tahap penutup yakni sandro menurunkan ayunan dan mengembalikan ke pemiliknya. Nilai sosial dalam ritual toyah yaitu nilai tolong menolong yang terlihat dari ibu-ibu yang membantu keluarga membuat jajan sebelum pelaksanaan, nilai kepedulian sosial terlihat dari ibu-ibu yang sangat antusias ikut jika ada tetangganya yang melaksanakan ritual toyah, nilai gotong royong ditunjukkan dari kerjasama ibu-ibu memasang perlengkapan adat dan jajanan di atas ayunan, dan nilai silaturrahmi yang dapat dilihat dari ibu-ibu yang hadir walaupun hanya sekedar meramaikan. Adapun nilai spiritual yang terdapat dalam ritual toyah meliputi emosi keagamaan yang terlihat dari sandro membaca doa sebelum bayi diayun dengan tujuan untuk mendapat keselamatan, sistem keyakinan ditunjukkan dari adanya keyakinan masyarakat seperti tujuan bayi diayun supaya dia terbiasa dengan ombak di laut ketika dia dewasa, serta sistem ritus dan upacara yang dapat dilihat dari adanya ritual buang pisang ke laut yang dilakukan oleh sandro yang diibaratkan sebagai ritual tolak bala.

Keywords:

Nilai Sosial, Nilai Spritual, Ritual Toyah, Suku Bajo, Pulau Bungin

References

Chairunnisa, N., Hamidsyukrie, ZM., Suud., & Masyuri (2023). Makna Simbolik Tradisi Praja Sunatan di Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Lombok Timur. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(3), 4570-4582

Fitri, M., & Susanto, H. (2022). Nilai Sosial Religi Tradisi Manopeng Pada Masyarakat Banyiur. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 7(2), 161–169.

Fitriyani, A., Widiarto, T., & Sunardi, S. (2020). Sejarah Tradisi Sendang Dan Nilai sosial Religius Desa Tetep Kelurahan Randuacir Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga. Agastya: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 10(2), 170-179.

Hidayati, N., & Huriyah. (2022). Nilai-Nilai Sosial Tradisi Mawarung dalam Persfektif Islam di Kalimantan Selatan. Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 21(1), 54-65.

Ihsanullah, M. (2016). Analisis Modal Sosial Pada Himpunan Pelajar Mahasiswa Pelalawan (HIPMAWAN) Di Pekanbaru, Journal of Chemical Information and Modeling, 3(2)

Irmanda, A., Hamidsyukrie, Z.M., Suud, S., & Masyuri, M. (2023). Makna Sosial Ritual Besentulak Dalam Masyarakat Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupeten Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8, (3), 1434-1444.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Mandala Putra, S. (2022). Peran Budaya Kerapan Kerbau Dalam Hubungan Sosial Masyarakat Di Desa Jotang Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa (Doctoral dissertation, UIN Mataram).

Mundzir, C. (2014). Nilai-Nilai Sosial Dalam Tradisi Mappanre Temme Di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Rihlah: Jurnal Sejarah Dan Kebudayaan, 2014 1.01: 69-80

Nadhifah, A. (2019). Nilai-Nilai Sosial dan Nilai-Nilai Religi pada Upacara Adat Kungkum Sinden Di Desa Made Kudu Jombang. In Prosidding Conference on Research and Community Services (Vol. 1, No.1, pp. 613-621).

Sarlisa, L. & Nurman. (2021). Tradisi Turun Tanah Masyarakat Keturunan Rajo di Nagari Koto Rajo Kabupaten Pasaman (Doctoral dissertasion, Universitas Negeri Padang).

Subqi, I. (2020). Nilai-Nilai Sosial-Religius Dalam Tradisi Meron Di Masyarakat Gunung Kendeng Kabupaten Pati. heritage, 1(2), 171-184

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suroso, A.E.L. (2022) Nilai-Nilai Religius dan Kepedulian Sosial Dalam Tradisi Tingkeban Di Dusun Joso Desa Turi Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan (Doctoral Dissertation, IAIN Ponorogo).

Widaty, C. (2021). Ritual Babarasih Banua Sebagai Upacara Tolak Bala Bagi Masyarakat Kumai. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 2021, 11.2: 113-122

Widodo, A. (2020). Nilai Budaya Ritual Perang Topat Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 5(1), 1-16

Wijaya, H. (2017). Peran Budaya Karapan Kerbau Dalam Merekatkan Hubungan Sosial Masyarakat Desa Jotang Baru Kecamatan Empang Kabupaten Sumbawa Besar. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS, 11(2), 188-1999.

Author Biographies

Muhammad Imam, Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

Hamidsyukrie ZM, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

Imam Malik, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

Masyhuri Masyhuri, Universitas Mataram

Author Origin : Indonesia

How to Cite

Imam, M. ., ZM, H., Malik, I. ., & Masyhuri, M. (2024). Nilai Sosial dan Spiritual dalam Ritual Toyah pada Masyarakat Pulau Bungin Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2785–2791. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2744

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.