BESENTULAK : Nilai dan Makna Simbolik Pengobatan Tradisional Suku Sasak di Dusun Sedau Barat Kecamatan Pemepek Kabupaten Lombok Tengah
DOI:
10.29303/jipp.v10i4b.4297Published:
2025-12-09Downloads
Abstract
Tradisi Besentulak merupakan bentuk pengobatan tradisional suku Sasak yang masih dipraktikkan masyarakat dusun sedau barat, pemepek, lombok Tengah sebagai upaya menjaga kesehatan dan ketenteraman hidup. Ritual ini menjadi bagian dari sistem keyakinan yang terus diwariskan dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai dan makna simbolik pada setiap unsur ritual Besentulak serta memahami pemaknaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya nilai sosial dalam ritual Besentulak melalui kegiatan begibung yang mempererat hubungan antar warga, nilai spiritual yang tampak dalam penggunaan bunga rampe dan kemenyan sebagai media doa, serta nilai etika yang terlihat dalam penyusunan sesajen sebagai bentuk penghormatan. Setiap objek ritual seperti kue jongkong, dulang, dan ceret tanaq memiliki simbolisasi yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya menjaga harmoni lingkungan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Besentulak tetap menjadi tradisi penting dalam cara masyarakat Sasak memahami kesehatan, kebersamaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Keywords:
Besentulak, Makna Simbolik, Pengobatan Tradisional Suku SasakReferences
Astawa, I. N. T. (2022). Keragaman Budaya Lokal Dalam Pembangunan Karakter Bangsa. Pangkaja: Jurnal Agama Hindu, 25(1), 92-101.
Badan Pusat Statistik. (2011). Data suku bangsa hasil Sensus Penduduk 2010. Diakses dari https://www.bps.go.id
Chairunisa, N., Hamidsyukrie, Z. M., Suud, S., & Masyhuri, M. (2023). MAKNA SIMBOLIK TRADISI PRAJA SUNATAN DI DESA KOTARAJA KECAMATAN SIKUR LOMBOK TIMUR. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(3), 4570-4582.
Efrianti, N., Sarwono, S., & Yulistio, D. (2024, October). Mengungkap Simbolis Teks Mantra Pengobatan Etnik Lembak di Kabupaten Bengkulu Tengah. In Proceeding International Conference on Malay Identity (pp. 138-155).
Hakim, L. (2009). Hakikat Hubungan Manusia dengan Tuhan dalam Perspektif Masyarakat Sasak: Kajian Etnolinguistik. Mabasan, 3(1), 68-85.
Hanik, U., & Khamidah, N. (2022). Ekoteologi Masyarakat Lombok Dalam Tradisi Bau Nyale.
Huda, M. D. (2015). Peran dukun terhadap perkembangan peradaban budaya masyarakat Jawa. Jurnal Ikadbudi, 4(10).
Irmanda, A., Hamidsyukrie, Z. M., Suud, S., & Masyuri, M. (2023). Makna Sosial Ritual Besentulak Dalam Masyarakat Batu Kuta Kecamatan Narmada Kabupeten Lombok Barat. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(3), 1434-1444.
Lintang, F. L. F., & Najicha, F. U. (2022). Nilai-nilai sila persatuan Indonesia dalam keberagaman kebudayaan Indonesia. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 11(1), 79-85.
Nasution, K. U., & Albina, M. (2025). KONSEP DASAR DAN LANGKAH SISTEMATIS PENELITIAN ETNOGRAFI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(6).
Qomaruddin, Q., & Sa'diyah, H. (2024). Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman. Journal of Management, Accounting, and Administration, 1(2), 77-84.
Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif.
Setiyawan, I. (2020). Harmoni Sosial Berbasis Budaya Gugur Gunung. Empirisma: Jurnal Pemikiran Dan Kebudayaan Islam, 29(1), 29-40.
Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
Widianingsih, A. I., Rohayati, N., & Hidayat, T. (2023). Unsur-Unsur Kebudayaan Dalam Novel Segala Yang Diisap Langit Karya Pinto Anugrah. Diksatrasia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 88-101.
License
Copyright (c) 2025 Muh Rizki Nugraha, Muhammad Ridwan Fadli, Hilmiaturrahmi, Rahmi, M. Samsul Hadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















