Dampak Gejala FoMO dalam Bermedia Sosial TikTok Terhadap Perkembangan Kepribadian Gen Z di Kota Mataram
DOI:
10.29303/jipp.v10i4b.4334Published:
2025-12-05Downloads
Abstract
Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis Dampak Gejala Fear of Missing Out (FoMO) akibat penggunaan TikTok terhadap Perkembangan Kepribadian Generasi Z di Kota Mataram. Berdasarkan data pengguna yang tinggi (rata-rata 7 jam sehari), ditemukan bahwa mekanisme TikTok yang menggunakan variable-ratio schedule (Teori Skinner) memicu perilaku scrolling kompulsif, yang memperkuat gejala FoMO (kecemasan, stress tanpa internet, dan kekhawatiran tidak up to date). Secara psikologis, FoMO didorong oleh kebutuhan intrinsik keterhubungan (relatedness) (SDT Deci & Ryan) dan diperparah oleh perbandingan sosial ke atas (Teori Festinger) dengan konten idealisasi di platform. Dampak negatif yang teramati pada Gen Z meliputi munculnya rasa iri, perasaan tidak puas, dan "haus validasi" melalui interaksi media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa konstruksi realitas media sosial menciptakan siklus adiktif yang merusak kesejahteraan emosional dan perkembangan kepribadian Gen Z di lingkungan studi.
Keywords:
FoMO, Gen Z, Kepribadian, TikTok.References
Amelia, D. T., (2022). PERAN FEAR OF MISSING OUT TERHADAP KECANDUAN MEDIA SOSIAL. RANAH RESEARCH Journal of Multidicsiplinary Research and Development, p. 62.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, (2020). Gudang Data-Hail Survei.[Online] Available at: https://apjii.or.id/gudang-data/hasil- survei
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, (2022). Gudang Data-Hasil Survei.[Online] Available at: https://apjii.or.id/gudang-data/hasil- survei
Azwar, M. (2014). Teori Simulakrum Jean Baudrillard dan upaya
Ceci, L., (2023). Countries with the largest TikTok audience as of January 2023 (in millions).[Online] Available at:https://www.statista.com/statistics/ 1299807/number-of-monthly-unique- tiktok-users/
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. New York: Plenum. (Karya fundamental yang memperkenalkan dan menjelaskan tiga kebutuhan psikologis dasar, termasuk relatedness).
Festinger, L. (1954). A theory of social comparison processes. Human Relations, 7(2), 117–140. (Karya fundamental yang memperkenalkan dan menjelaskan Teori Perbandingan Sosial).
Junaidi, M., (2021). HIPERREALITAS DALAM FOTO SELFIE (Kajian Filosofis Melalui Teori Simulcra Jean Baudrillard). pp. 27, 34-35,41,67-67.
Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841-1848. (Studi yang membahas korelasi antara FOMO dengan motivasi dan perilaku berbasis media sosial, yang terkait erat dengan kebutuhan keterhubungan).
Siregar, N. I. (2021). Pengaruh aktualisasi diri, Fear of Missing Out (FoMO), dan regulasi diri terhadap intensitas penggunaan media sosial TikTok pada remaja (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).
Skinner, B. F. (1953). Science and Human Behavior. New York: Free Press. (Karya fundamental yang memperkenalkan konsep reinforcement schedules).
Sugiyono (2020). Metodologi PenelitiaKuantitatif, Kualitatif dan R & D (1st ed.). Alfabeta, CV.
Zaenuddin Muhammad. (2024, October 29). Gen Z dan Milenial Kelahiran Tahun Berapa Saja? Retrieved November 20, 2025, from KOMPAS.com website: https://www.kompas.com/tren/read/2 024/10/29/130000565/gen-z-dan- milenial-kelahiran-tahun-berapa- saja-?page=all
License
Copyright (c) 2025 Ni Putu Meindri Luna Widari, Muhammad Ridwan Fadli, Hayani Fitri, Komang Sulis Setiawati, Bagdawansyah Alqadri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















