Readiness of Islamic Education Teachers for Merdeka Curriculum: Challenges and Opportunities in Digital Era
DOI:
10.29303/jipp.v11i2.4328Published:
2026-05-04Downloads
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di era digital, dengan menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi. Kajian ini penting mengingat keberhasilan transformasi kurikulum sangat bergantung pada kesiapan dan kemampuan adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang dilaksanakan di SMAN 1 Gunung Sari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru PAI, observasi partisipatif di lingkungan sekolah, serta analisis dokumen terkait implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai prinsip Kurikulum Merdeka, terutama dalam menyesuaikan materi dengan kebutuhan siswa yang beragam. Meskipun demikian, beberapa guru telah mulai memanfaatkan platform digital seperti Canva dan Quizizz, namun penggunaannya belum optimal akibat keterbatasan kompetensi teknis. Selain itu, keterbatasan infrastruktur teknologi juga menjadi kendala utama. Di sisi lain, terdapat peluang pengembangan yang ditandai dengan antusiasme guru dalam mengikuti pelatihan teknologi serta ketersediaan sumber belajar digital. Kesimpulannya, peningkatan kesiapan guru memerlukan dukungan sistematis melalui program pendampingan kurikulum berbasis kebutuhan, pembentukan komunitas belajar profesional, serta penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai.
Keywords:
Kesiapan Guru, Kurikulum Merdeka, era digitalLicense
Copyright (c) 2026 Fitriani Fauziah, Syamsul Arifin, Mustain

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















