Civic Culture dalam Ritual Bebubus Batu Pada Masyarakat Suku Sasak
DOI:
10.29303/jipp.v8i1b.1217Published:
2023-04-13Downloads
Abstract
Kajian Civic Culture dalam Ritual Bebubus Batu pada masyarakat suku sasak dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya kepada para generasi muda untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya ini agar para generasi selajutnya bisa menikmati budaya ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Pelaksanaan Ritual Bebubus Batu di Desa Sapit; (2) Nilai-nilai yang terdapat dalam pelaksanaan Ritual Bebubus Batu sebagai Civic Culture di Desa Sapit. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Ritual Bebubus Batu terbagi menjadi tiga tahapan dalam proses pelaksanaannya yaitu tahap Persiapan, tahap Pelaksanaan dan tahap Penutup. Tahap Persiapan meliputi musyawarah dan penyiapan bahan dan alat ritual. Tahap pelaksanaan terdiri dari ngatong dulang (membawa sampak), nyampang (menaruh makanan di atas sampang), nyandang (menaruh makanan di dalam kampu). Tahap Penutup terdiri dari zikir, doa dan begibung (makan bersama). Nilai-nilai yang terdapat dalam Ritual Bebubus Batu sebagai Civic Culture di Desa Sapit yaitu nilai Demokratis, Religius, Gotong Royong, Kebersamaan, Tolong Menolong dan Cinta Damai, Disiplin dan Taat Aturan serta nilai Kebersihan.
Keywords:
Civic Culture, Ritual Bebubus Batu, Suku Sasak.References
Ade, P. (2014). Korelasi Kebudayaan & Pendidikan (Membangun Pendidikan Berbasis Budaya Lokal). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Aisara, F., Nursaptini, N., & Widodo, A. (2020). Melestarikan Kembali Budaya Lokal Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler untuk Anak Usia Sekolah Dasar. Cakrawala Jurnal Peneitian Sosial, 9(2), 149–166.
Astuti, I. I., & Lestari, S. N. (2022). Nilai-nilai dan Makna Simbolik Upacara Kirab 1 Syura di Loka Muksa Sri Aji Joyoboyo. ENGGANG. Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 3(1), 79–90.
Effendi, T. . (2013). Budaya Gotong Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(1).
Firmansyah. (2021). Hubungan Pemahaman Materi PPKn dan Literasi Civic Culture Terhadap Karakter Disiplin Peserta Didik Kelas VII SMPN 2 Sape Kabupaten Bima. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Mataram.
Hamdi, I. Soetrisnaadisendjaja, D. Lestari, R. Y. (2019). Pembentukan Nilai-Nilai Demokrasi Melalui Kegiatan Organisasi Di Sekolah. Unirta Civic Education Journal, 4(1).
Istifany, P. (2018). Penanaman Nilai-Nilai Karakter Religius Dan Karakter Kebangsaan di Madrasah Tsanawiyah Al Falah Jatinangor Sumedang. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 84–94.
Malatuny, Y. ., & Ritiauw, S. P. (2018). Eksistensi Pela Gandong Sebagai Civic Culture Dalam Menjaga Harmonisasi Masyarakat Di Maluku. Social Science Education Journal, 5(2), 35–46.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook.
Murdianto. (2015). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif).
Nugraha, D. M., Sapriya, S., & Rahmat, R. (2019). Kajian tentang Penumbuhan Karakter Jujur Peserta Didik sebagai Upaya Pengembangan Dimensi Budaya Kewarganegaraan (Civic Culture) di SMA Alfa Centauri Bandung. Jurnal Program Studi PGMI, 6(2), 220–232.
Santika, I. W. E. (2020). Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Daring. Indonesian Values and Character Education Journal, 3(1), 8–19.
Sawaludin, S., Haslan, M. M., & Basariah, B. (2022). Eksistensi dan Peran Elit dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b), 2426–2432.
Sawaludin, S., Haslan, M. M., & Basariah, B. (2023). Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rembitan Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(1), 93–100.
Sawaludin, S., & Salahudin, M. (2016). Nilai-nilai karakter bangsa dalam tradisi tari caci di masyarakat Manggarai Desa Golo Ndoal Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 4(2), 59–64.
Suparno, S., Alfikar, G., Santi, D., & Yosi, V. (2018). Mempertahankan Eksistensi Budaya Lokal Nusantara Ditengah Arus Globalisasi Melalui Pelestarian Tradisi Gawai Dayak Sintang. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 3(1), 43–56.
Winataputra (2012). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Pendidikan Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa (Gagasan, Instrumentasi, dan Praktisi). Bandung: Widya Aksara Press.
License
Copyright (c) 2023 Nila Sari, Muh. Zubair, Sawaludin Sawaludin, Bagdawansyah Alqadri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















