Penerapan Brain Breaks Movement Untuk Meningkatkan Rentang Perhatian Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila

Authors

Laili Maulida , Indah Kharismawati , Pipit Rika Wijaya

DOI:

10.29303/jipp.v11i2.4872

Published:

2026-04-29

Downloads

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan rentang perhatian anak usia 4–5 tahun melalui penerapan brain breaks movement di RA Salsabila. Berdasarkan observasi awal, ditemukan bahwa sebagian besar anak menghadapi hambatan dalam memusatkan dan menjaga fokus selama proses pembelajaran, seperti mudah teralih perhatiannya, seringkali berbicara sendiri, dan cepat merasa bosan. Kondisi itu berdampak pada kurang optimalnya proses pembelajaran.  Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan rentang perhatian anak usia 4-5 tahun di RA Salsabila. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilangsungkan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok A3 usia 4–5 tahun di RA Salsabila. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rentang perhatian anak pada setiap siklus. Di tahap pra tindakan, persentase perhatian anak sebesar 40% dengan kategori rendah. Setelah diterapkan brain breaks movement pada siklus I, terjadi peningkatan menjadi 65% dengan kategori sedang. Pada siklus II, peningkatan menjadi lebih signifikan dengan persentase mencapai 85% dalam kategori tinggi. Secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar 45% dari kondisi awal hingga siklus II. Penerapan brain breaks movement yang berupa aktivitas gerak sederhana seperti peregangan, tepuk tangan, serta gerak mengikuti lagu terbukti mampu meningkatkan fokus, keterlibatan, serta kesiapan belajar anak. Dengan demikian, brain breaks movement terbukti efektif digunakan menjadi teknik mengajar untuk meningkatkan rentang perhatian anak prasekolah.

Keywords:

Anak usia 4–5 tahun, Brain Breaks Movement, Rentang perhatian

References

Alfiyan, A. and Rokhmah, A. M. (2016) ‘Periodisasi Perkembangan Masa Kanak-kanak awal’, Jurnal Psikologi, (152071900009), pp. 1–13.

Amini, M. (n.d.). Hakikat Anak Usia Dini. 1–43.

Ananta, Y. D. (2025). Penanganan Kurangnya Perhatian Orang Tua pada Perilaku Anak Usia Dini. 3(1).

Anggraeni, F. M., Ali, A. Z., & Wijaya, P. R. (2024). Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Usia 4-5 Tahun melalui Metode Bernyanyi di TK Al Hidayah Rambipuji Tahun Ajaran 2024. Jurnal Simki Pedagogia, 7(2), 659–667. https://doi.org/10.29407/jsp.v7i2.833

Chandra, S. (2011) ‘Perkembangan Anak Jilid 1’, pp. 9–28.

Dahlia, J. K. (2013) ‘1000 Hari Pertama Kehidupan Anak’, Ikatan Dokter Anak Indonesia, pp. 2–4.

Fadlyana, E. (2016) ‘Pemantauan Pertumbuhan Anak’, Indonesian Pediatric Society,(November), p.1. Availableat: www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhanak/pemantauan-pertumbuhan-anak.

Glapa, A., et al. (2018). Brain breaks physical activity and its effects

Hadis, A. (2006). Psikologi dalam pendidikan.

Hajar, M. S., Rizal, H., Kueh, Y. C., et al. (2019) ‘The effects of brain breaks on motives of participation in physical activity among primary school children in Malaysia’, International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(13). doi: 10.3390/ijerph16132331.

Hajar, M. S., Rizal, H., Muhammad, A. S., et al. (2019) ‘The Effects of Brain- Breaks on Short-Term Memory Among Primary School Children in Malaysia’, in Enhancing Health and Sports Performance by Design, pp. 493–502.

Hasanah, I., Wijaya, P. R., Triana, R. S., & Trianggono, M. M. (2025). Peningkatan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui implementasi media pelepah pisang di TK Mambaul Ulum. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(3), 863–876. ISSN 2477-2143 (Cetak), ISSN 2548-6950 (Online).

Hidayati, A. (2017) ‘Merangsang Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Dengan Pembelajaran Tematik Terpadu’, Sawwa: Jurnal Studi Gender, 12(1), p.151. doi: 10.21580/sa.v12i1.1473

HOPSports (2013) Brain Breaks®: Research based classroom activity brain breaks powered by HOPSports, 2013. Available at: https://brain- breaks.com/ (Accessed: 1 Desember 2025).

Hussain, A., & Begum, F. (2016). Child growth and development.Indonesia’, Profile Anak Indonesia, (23), pp. 1–16.

Jensen, E. (2005). Teaching with the brain in mind

Kartono, K. (n.d.). Psikologi perkembangan anak.

Kedokteran, F. (n.d.). PENINGKATAN FUNGSI KOGNITIF PROGRAM BRAIN BREAKS PHYSICAL ACTIVITY SOLUTIONS DENGAN MEMORI JANGKA PENDEK PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA SEKOLAH. 2, 49–60.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (2012) ‘Profile Anak

Khairani, M. (2013). Psikologi belajar

Mahar, M. T., et al. (2006). Effects of classroom-based physical activity on on-task behavior.

Nining, Y. (2016) Keperawatan Anak. Pipit

Ratey, J. J. (2008). Spark: The revolutionary new science of exercise and the brain.

Safirah, G. (2022). Skripsi Pengaruh Program Brain-Breaks Terhadap Memori Jangka Pendek Dan Atensi Siswa. Jurnal Pendidikan Anak, (4)1, 27–48.

Sousa, D. A. (2011). How the brain learns.

Suharsimi Arikunto. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Surya, H. (2009). Psikologi pembelajaran.

Suryabrata, S. (2008). Psikologi pendidikan.

Talango, (2020). Perkembangan anak usia dini.

Talango, S. R. (2020). Konsep Perkembangan Anak Usia Dini. Early Childhood Islamic Education Journal, 1(1), 92–105. https://doi.org/10.54045/ecie.v1i1.35

Weslake, A. and Christian, B. J. (2015) ‘Brain Breaks : Help or Hindrance ? Brain breaks : Help or hindrance ?’, TEACH COLLECTION of Christian Education, 1(1), p.8.

Weslake, A., & Christian, D. (2015). Brain breaks and classroom activity.

Wijaya, P. R., et al. (2024). Pendidikan anak usia dini dan disiplin.

Wijaya, Pipit Rika, Ali, A. Zulkarnain, & Novianti, Ade Irma. (2025). Penerapan pembelajaran diferensiasi untuk mengoptimalkan perkembangan anak usia dini di PAUD Kuncup Melati. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (Jurnal PIAUD), 10(2), 273–281.

Willis, J. (2016) ‘Using Brain Breaks to Restore Students’ Focus’, Edutopia,pp. 1–5. -Available at: https://www.edutopia.org/article/brain-breaks-restore- student-focus- Studywilli

Willis, J. (2016). Brain-based teaching strategies

Wina Sanjaya (2011). Penelitian tindakan kelas, Kencana Prenada Media Group.

Author Biographies

Laili Maulida, Universitas PGRI Argopuro Jember

Author Origin : Indonesia

Indah Kharismawati, Universitas PGRI Argiopuro Jember

Author Origin : Indonesia

Pipit Rika Wijaya, Universitas PGRI Argiopuro Jember

Author Origin : Indonesia

How to Cite

Maulida, L., Kharismawati, I., & Wijaya, P. R. (2026). Penerapan Brain Breaks Movement Untuk Meningkatkan Rentang Perhatian Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 11(2), 1249–1255. https://doi.org/10.29303/jipp.v11i2.4872

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.