Pengembangan Bahan Ajar Leksikon Gender Bermuatan Kearifan Lokal Pada Materi Variasi Bahasa Mata Kuliah Sosiolinguistik
DOI:
10.29303/jipp.v7i4b.592Published:
2022-12-20Downloads
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan bahan ajar dalam mata kuliah sosiolinguistik pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonessia FKIP Universitas Mataram. Penelitian ini bertujuan (a) merancang bahan ajar leksikon gender bahasa Sasak yang bermuatan nilai kearifan lokal pada materi variasi bahasa mata kuliah sosiolinguistik menjadi produk/model bahan ajar, (b) mengetahui keefektifan dan kelayakan bahan ajar leksikon gender bahasa Sasak bermuatan nilai kearifan lokal pada materi variasi bahasa mata kuliah sosiolinguistik digunakan sebagai produk/model bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini jenis kualitatif berupa penelitian pengembangan R and D (Research and Development) dengan pendekatan model ADDIE. Model ADDIE ini dilaksanakan mengikuti langkah-langkah pengembangan yaitu (1) analisis (analize), (2) disain (design), (3) pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Penelitian pengembangan ini telah menghasilkan rancangan produk/model bahan ajar leksikon gender bahasa Sasak yang bermuatan kearifan lokal dalam submateri variasi bahasa gender pada mata kuliah sosiolinguistik dengan prosentase sangat baik (93,75) berdasarkan hasil validasi para ahli. Sebagai produk/model, bahan ajar ini telah diimplementasikan dan dievaluasi pada kelas besar mahasiswa pada mata kuliah sosiolinguistik, dengan kategori keefektifan dan kelayakan baik dengan prosentase 74, 4%.  Bahan ajar leksikon gender bahasa Sasak bermuatan kearifan lokal sebagai produk telah dicantumkan dalam RPS mata kuliah sosiolinguistik sebagai submateri pada materi variasi bahasa gender. Â
Keywords:
leksikon gender bahasa Sasak, mata kuliah sosiolinguistik, model bahan ajar, variasi bahasaReferences
Aeng Muhidin & Ubaid Al Faruq (2018). Pengembangan Bahan Ajar di Perguruan Tinggi. Penerbit: Unpam Press.
Andiopenta (2019). “Pengembangan Model Pembelajaran Sosiolinguistik Berbasis Lingkungan Melalui ADDIE Model pada PBS-FKIP Universitas Jambiâ€. Jurnas Pinus. Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran. 5(1).
Arum Ambar Sri Wahyu. (2006). “Pengembangan Bahan Ajar di Perguruan Tinggiâ€. Jurnal Perspektif Ilmu Pendidikan - Vol. 14 Th. VII Oktober 2006.
Asteka Pipik, Suwandi Sarwiji, Andayani, & Slamet St. Y. (2020). “Kearifan Lokal Majalengka sebagai Materi Ajar Mata Kuliah Sosiolinguistikâ€. Diglosia: Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Majalengka. 4(2).
Buyung (2018).“Pengembangan Bahan Ajar pada Mata Kuliah Belajar dan Pembelajaran di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Batanghari Jambi†dalam Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi .18(3).
Nadlir (2014).“Urgensi Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Pendidikan Islam. 2(2).
Ngalim Abdul, Markhamah, & Prayitno Joko Harun (2015). “Implementasi Pengembangan Materi Ajar Alih Kode dalam Pembelajaran Sosiolinguistik Berbasis Komunikasi Promosiâ€. University Research Colloquium 2015. ISSN 2407-9189.
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Pendidikan. (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R & D dan Penelitian Tindakan). Penerbit: Alfabeta Bandung.
Setyosari, Punaji (2016). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Penerbit: Prenada media Group.
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















