The Power of Ethnoparenting for Early Childhood: Studi Deskriptif Ethnoparenting terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini
DOI:
10.29303/jipp.v10i4b.4333Diterbitkan:
2025-12-08Unduhan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara orang tua di Kota Mataram menerapkan ethnoparenting dan dampaknya terhadap perkembangan bahasa anak-anak usia dini dalam lingkungan yang beragam budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara dan kuesioner kepada para orang tua anak usia 4 sampai 6 tahun yang berasal dari latar belakang budaya Sasak dan Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua menerapkan cara pengasuhan yang baik dan sesuai dengan gaya authoritative parenting yang menggabungkan keteraturan dan perhatian emosional. Bentuk-bentuk pengasuhan seperti memberikan pujian, berkomunikasi secara terbuka, serta bersedia mendengarkan secara baik terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan berbahasa anak. Nilai-nilai budaya lokal seperti keagamaan, sopan santun, disiplin, dan kerja sama masyarakat juga ikut membentuk sikap dan kemampuan sosial anak. Dengan demikian, ethnoparenting adalah cara pengasuhan yang baik dalam membangun kemampuan bahasa anak sekaligus memperkuat identitas budaya mereka sejak usia dini.
Kata Kunci:
Ethnoparenting, Perkembangan Bahasa, Anak Usia Dini, Pengasuhan Positif, Budaya LokalLisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ida Ayu Yogi Suji Yanti, Mildy Silviani, Rona Afriana Deva, Olyvia Syafira Putri Jayanti, Nadiatul Alawiyah, Efan Yudha Winata

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















