Implementasi Program Tahfizul Qur’an Dalam Mendidik Karakter Religius Santri di Pondok Tahfizhul Qur’an An-Nawawi Kapek Temanjor Gunungsari
DOI:
10.29303/jipp.v11i2.4352Diterbitkan:
2026-05-04Unduhan
Abstrak
Krisis moral yang semakin meningkat menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan, sehingga diperlukan upaya strategis melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai religius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program tahfizhul Qur’an serta perannya dalam membentuk karakter religius santri di Pondok Tahfizhul Qur’an An-Nawawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi, peningkatan ketekunan, dan perpanjangan kehadiran peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program tahfizhul Qur’an meliputi pelaksanaan kegiatan hafalan, pengembangan metode pembelajaran, serta evaluasi program yang dilakukan secara berkelanjutan dalam sistem pembinaan berbasis asrama. Program ini terbukti berkontribusi dalam membentuk karakter religius santri, yang tercermin dalam sikap tekad yang kuat, istiqomah, disiplin, amanah, serta cinta kebersihan. Kesimpulannya, program tahfizhul Qur’an memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter religius santri melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi model alternatif dalam penguatan pendidikan karakter berbasis Islam.
Kata Kunci:
tahfizhul Qur’an, karakter religius, pendidikan Islam.Referensi
Arends, R. I. (2018). Learning to teach. McGraw-Hill.
Creswell, J. W. (2017). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage Publications.
Daradjat, Z. (2018). Ilmu pendidikan Islam. Bumi Aksara.
Darmadi. (2019). Pengembangan model pembelajaran. Remaja Rosdakarya.
Hamzah, B. U. (2018). Model pembelajaran. Bumi Aksara.
Hasanah. (2022). Pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan akhlak peserta didik. Jurnal Studia Didaktika, 5(3).
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2017). Cooperation and competition: Theory and research. Interaction Book Company.
Lester, F. (2018). Teacher’s role in student social interaction. Journal of Educational Psychology, 10(4).
Majid, A., & Andayani, D. (2014). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.
Marno, & Supriyatno, T. (2021). Strategi pembelajaran pendidikan agama Islam. Rajawali Pers.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2020). Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam. Rajawali Pers.
Muslikh. (2021). Internalisasi nilai-nilai religius dalam pembelajaran PAI. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2).
Nata, A. (2017). Perspektif Islam tentang strategi pembelajaran. Kencana.
Nizar, S. (2019). Filsafat pendidikan Islam. Ciputat Press.
Ramayulis. (2015). Ilmu pendidikan Islam. Kalam Mulia.
Sardiman. (2017). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.
Slavin, R. E. (1995). Cooperative learning: Theory, research, and practice. Allyn & Bacon.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suryani. (2020). Cooperative learning dan pengembangan sikap religius siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1).
Tafsir, A. (2013). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam. Remaja Rosdakarya.
Trianto. (2018). Model-model pembelajaran inovatif. Prestasi Pustaka.
Uno, H. B. (2021). Teori motivasi dan implementasinya dalam pembelajaran. Bumi Aksara.
Zuhairini. (2019). Metodologi pembelajaran pendidikan agama Islam. Bina Ilmu.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Ainun Jariah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















