Analisis Konstrastif Pronomina Persona dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda Dialek Pandeglang Banten
DOI:
10.29303/jipp.v9i1.2062Published:
2024-02-28Downloads
Abstract
Negara Indonesia memiliki keberagaman seperti agama, suku, budaya dan bahasa. Banyaknya suku di Indonesia menjadikan bahasa yang ada di Indonesia sangat beragam. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan perbedaan serta persamaan pronomina persona dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda dialek Pandeglang Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi. Analisis data yang digunakan oleh peneliti mengacu pada langkah kerja analisis kontrastif menurut James melalui dua tahapan yaitu tahap pendeskripsian dan tahap komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan anatara kedua bahasa tersebut dengan temuan hasil dalam bahasa Indonesia, terdapat 3 kata ganti orang pertama tunggal, 2 kata ganti orang pertama jamak, 6 kata ganti orang kedua tunggal, 3 kata ganti orang kedua jamak, 4 kata ganti orang ketiga tunggal dan 1 kata ganti orang ketiga jamak. Sedangkan dalam bahasa Sunda dialek Pandeglang Banten terdapat 2 kata ganti orang pertama tunggal, 3 kata ganti orang pertama jamak, 3 kata ganti orang kedua tunggal, 2 kata ganti orang kedua jamak, 1 kata ganti orang ketiga tunggal dan 1 kata ganti orang ketiga jamak. Berdasarkan hasil data yang ditemukan bahwa bahasa Indonesia dalam katanya cenderung umum atau and digunakan untuk segala umur sedangkan dalam bahasa Sunda dialek Pandeglang Banten ada batasan usia dalam pengucapannya.
Keywords:
Bahasa Indonesia, konstrastif, pronominal persona.References
Alwi, H., dkk. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Chaer, A. (2006). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Darheni, N. (2010) Analisis Kontrastif Klausa Pasif Bahasa Indonesiadan Bahasa Sunda: Tinjauan Morfosintaksis. Jurnal Sosioteknologi, (19),844-855.
JUNIAWAN, R. (2014). ANALISIS KONTRASTIF PRONOMINA PERSONA BAHASA INDONESIA
DENGAN BAHASA SASAK DIALEK [aa] DESA PRINGGASELA (Doctoral dissertation, Universitas Mataram).
Kridalaksana, H. (2009). Kamus Linguistik: Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Mahsun, M.S. (2008). Penelitian Bahasa Berbagai Tahapan Strategi Metode dan Teknik-Tekniknya. Mataram: Mataram University Press.
Mantasiah, R & Yusri. (2020). Analisis Kesalahan Berbahasa: Sebuah Pendekatan dalam Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Miles, M, B., dan Huberman, A, M. (1992). Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Moeliono, A. (1988). Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Putrayasa, I.B. (2007). Kalimat Efektif: Diksi, Struktur, dan Logika. Bandung: Refika Aditama.
Ramlan (2005). Sintaksis.Yogyakarta: C.V.Karyono.
Pranowo (1996). Analisis Pengajaran Bahasa.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ruriana, P. (2018). Pronomina Persona dan bentuk-bentuk lain pengganti pronomina persona dalam Bahasa Blambangan. Balai Bahasa Jawa Timur: Metalingua, 16(2), 231-24.
Sugiyono (2018). Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.
Tarigan, H. G. (2021). Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. Bandung: Penerbit Angkasa.
License
Copyright (c) 2024 Hasna Nazla Lathifah, Erwin Salpa Riansi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















