Pengaruh Model Problem Based Learning berbasis Blended Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI di SMAN 2 Mataram
DOI:
10.29303/jipp.v7i2b.603Published:
2022-05-26Downloads
Abstract
Kemampuan berpikir kritis dinyatakan sebagai keterampilan yang esensial dalam masyarakat abad 21, untuk meningkatkan kemampuan tersebut diperlukan suatu inovasi kegiatan pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang melibatkan masalah dalam belajar. Berpikir kritis dapat dicapai melalui pembelajaran yang ada kaitannya dengan teknologi. Blended learning memungkinkan siswa dapat berdiskusi dan bertukar informasi yang didapat dari berbagai sumber. Kondisi kecakapan berpikir kritis siswa menjadi dasar penerapan Blended-PBL dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL berbasis blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMAN 2 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling dan didapatkan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes essay berupa pre-test dan post- test. Data dianalisis menggunakan uji-t teknik independent sample t-test dengan taraf signifikansi 5% menggunakan program SPSS 22 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh model PBL berbasis blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbasis blended learning lebih baik daripada metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA di SMAN 2 Mataram.
Keywords:
Problem Based Learning, Blended Learning, Berpikir KritisReferences
Aji, R. H. S. (2020). Dampak Covid-19 pada pendidikan di Indonesia: Sekolah, keterampilan, dan proses pembelajaran. Jurnal Sosial & Budaya Syar’i, 7(5), 395-402.
Anam, K. (2015). Pengaruh media pembelajaran terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP Bani Muqiman Bangkalan. Tadarus: Jurnal Pendidikan, 4(2), 1-17.
Delialioglu, O., & Yildirim, Z. (2012). Students' perceptions on effective dimensions of interactive learning in a blended learning environment. Educational Technology & Society, 10(2), 133-146.
Donnelly, R. (2008). Activity systems within blended problem-based learning in academic professional development. International Journal of Applied Educational Studies, 3(1), 38-59.
Ekawati, E., Sugiharto., & Endang, S. (2013). Efektivitas metode pembelajaran TGT (Team Games Tournament) yang dilengkapi dengan media power point dan destinasi terhadap prestasi belajar. Jurnal Pendidikan Kimia, 2(1).
Fatwa, A. (2020). Pemanfaatan teknologi pendidikan di era new normal. Indonesian Journal of Instructional Technology, 1(2), 20-30.
Garrison, D. R., & Kanuka, H. (2014). Blended learning: Uncovering its transformative potential in higher education. Internet and Higher Education, 7(2), 95–105.
Haryono. (2006). Model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1), 1-1.
Haryani, D. (2012). Membentuk siswa berpikir kritis melalui pembelajaran matematika. Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika (p. 17). Universitas Palangkaraya: Pendidikan FMIPA.
Hasan, R., Milla, H., & Triyanti, M. (2020). Pengaruh problem based learning berbasis blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis, literasi sains, dan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 4 Rejang Lebong. Repository Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Ibrahim & Nur. (2004). Pengajaran berbasis masalah. Surabaya: University Press.
Isjoni. (2010). Cooperative learning. Bandung: Alfabeta.
Johnson, E. B. (2007). Contextual teaching & learning. Bandung: Mizan Learning Center (MLC).
Mabruroh, F., & Suhandi, A. (2017). Construction of critical thinking skills test instrument related the concept on sound wave. Journal of Physics: Conference Series, 8(2), 1–6.
Manggabarani, A. F., Sugiarti, & Masri, M. (2016). Pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kab.Wajo (Studi pada materi pokok sistem periodik unsur). Jurnal Chemica, 17(2), 83–93.
Maryam., Kusmiyati., Merta, I.W., & Artayasa, I.P. (2019). Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI Mia MAN 2 Mataram. Jurnal Pijar MIPA, 14(3),154.
Rusman. (2015). Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sanjaya, W. (2012). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sriwesdari, T. (2011). Pengaruh penerapan pembelajaran kooperatif STAD dan TPS terhadap kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses, dan hasil belajar kognitif Biologi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Malang. Skripsi Universitas Negeri Malang.
Sugiyanto. (2010). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka.
Triyanto, S. A., Susilo, H., & Rohman, F. (2016). Penerapan blended-problem based learning dalam pembelajaran biologi. Jurnal Pendidikan, 1(7).
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















