Profil Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik SMA di Kecamatan Selong pada pelajaran Biologi Berdasarkan Taksonomi SOLO
DOI:
10.29303/jipp.v7i3.751Published:
2022-07-24Downloads
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur profil kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik SMA berdasarkan taksonomi SOLO di kecamatan Selong, membandingkan kemampuan  berpikir tingkat tinggi peserta didik laki–laki dan perempuan, serta membandingkan kemampuan berpikir peserta didik sekolah negeri dan sekolah swasta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu kelas XI dari dua sekolah negeri dan dua sekolah swasta di kecamatan Selong Lotim. Sampel penelitian berjumlah 40 orang dengan sebaran masing–masing 10 orang di setiap orang. Kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik diukur dengan instrumen yang dikembangkanan dengan mengacu pada taksonomi SOLO yang terbagi menjadi 5 level, yaitu prastructural, unistructural, multistructural, relational, extended abstract dengan kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik di kecamatan Selong berdasarkan taksonomi SOLO yaitu 44,5% peserta didik dengan kategori rendah, 47% dengan kategori sedang, dan 8,5% dengan kategori tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik laki–laki dan perempuan berdasarkan taksonomi SOLO yaitu 40% laki–laki dan 49% perempuan dengan kategori rendah, 53% laki–laki dan 41% perempuan dengan kategori sedang, 7% laki–laki dan 10% perempuan dengan kategori tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik SMA negeri dan SMA swasta berdasarkan taksonomi SOLO yaitu 28% SMA negeri dan 61% SMA swasta dengan kategori rendah, 55% SMA negeri dan 39% SMA swasta dengan kategori sedang, 17% SMA negeri dan 0% SMA swasta dengan kategori tinggi.
Keywords:
Gender, HOTS, Taksonomi SOLO.References
Afifah, MN, Septiarini, FN., & Afifah, FH. (2019). Analisis Higher Order Thingking Skill Peserta didik SMP Ditinjau dari Perbedaan Gender. Jurnal Pendidikan Matematika, 7(2), 130–137.
Akmala, NF, Suana, W., & Sesunan, F. (2019). Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta didik SMA pada Materi Hukum Newton tentang Gerak, Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 11(2), 67 – 72.
Anderson, L & Krathwohl, D. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assesing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Education Objective. New York: Addison Wesley Logman.Inc.
Anggraini, G., & Sriyati, S. (2019). Analisis kemampuan berpikir tingkat tinggi Peserta didik SMAN Kelas X di Kota SOLOk pada Konten Biologi, Journal of Education informatic Technology and Science (JeITS), 1(1), 114–124.
Arikunto, S. (2013). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Desyana, N. (2020). Analisis Respon Belajar Peserta didik Menggunakan Taksonomi SOLO Materi Suhu dan Kalor, Jurnal Pendidikan IPA, 9(1), 58–62
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Pegangan Pembelajaran Beroriemtasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Yogyakarta: Ariyana,Y., Pujiastuti, A., Bestary, R., & Zamroni, Z.
Bigg, J. & Tang, C. (2007). Teaching for Quality Learning at University (4th.ed.) New York : Open University Press.
Chan, C. C., M. S. Tsui, M. Y. C. Chan & J. H. Hong. (2002). Applying the Structure of the Observed Learning Outcomes (SOLO) Taxonomy on Student’s Learning Outcomes : an empirical study. Assesment & Evaluation in Higher Education, 27(6), 511–527. doi: https://doi.org/10.1080/0260293022000020282
Desyana, N. (2020). Analisis Respon Belajar Peserta didik Menggunakan Taksonomi SOLO Materi Suhu dan Kalor, Jurnal Pendidikan IPA, 9(1), 58–62
Hamdani, S. A. (2008). Penggabungan Taksonomi Bloom dan taksonomi SOLO Sebagai Model Baru Tujuan Pendidikan, Kumpulan makalah Seminar Pendidikan Nasional, (h.4). Surabaya : Fak.Tarbiyah IAIN.
Hartanti, D., Djudin, T., & Mursyid, S. (2021). Analisis Tingkat Berpikir dalam Menyelesaikan Soal Gerak Parabola Menggunakan Taksonomi Structure of The Observed Learning Outcomes (SOLO) Peserta didik Kelas X MIA SMAN 1 Sungai Raya. Jurnal Inovasi Penelitian dan Pembelajaran Fisika, 2(1), 01–09.
Herliani (2016). Penggunaan Taksonomi SOLO (Structure of Observed Learning Outcomes) pada Pembelajaran Kooperatif Truth and Dare dengan Quick on the Draw untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Peserta didik pada Biologi SMA. Proceeding Biology Education Conference, 13(1), 232– 236.
Jufri, AW (2013). Belajar dan Pembelajaran Sains. Bandung: Pustaka Reka Cipta.
Pratiwi, N. P. W., Dewi, N. L. P. E. S., & Paramartha, A. A. G. Y. (2019). The Reflection of HOTS in EFL Teachers’ Summative Assessment. Journal of Educational Research and Evaluation, 3(3), 127–133.
Sani, R. A. (2019). Cara Membuat Soal HOTS. Tangerang: Tira Smart.
Sugiyono (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfab
Sulistiyawati, & Andriani, C. (2017). Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Berdasarkan Perbedaan Gender Peserta didik, Jurnal Wacana Akademika, 1(2), 127 – 141.
Asikin, M. (2003). Penerapan Taksonomi SOLO dalam Pengembangan Item Tes dan Interpretasi Respon Mahapeserta didik pada Perkuliahan Geometri Analitik, Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, 36(4), 01 – 10.
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















