Analisis Faktor Penghambat Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SDN 2 Tente
DOI:
10.29303/jipp.v7i4b.962Diterbitkan:
2022-11-17Unduhan
Abstrak
Membaca permulaan dikatakan penting karena, membaca merupakan pembelajarana yang harus diketahui oleh siswa. Setelah siswa bisa membaca barulah siswa dapat mempelajari yang lain di sekolah dasar. Penghambat yang dialami siswa dalam pembelajaran membaca permulaan yaitu siswa sulit menghafa huruf-huruf abjad, sulit membedakan huruf-huruf abjad yang bentuknya hampir sama, sulit membedakan huruf vocal dan konsonan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi hambatan dalam membaca permulaan dan bagaimana upaya guru dalam mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini yaitu ditemukan beberapa faktor penghambat pembelajaran membaca permulaan dan upaya guru dalam mengatasi siswa kesulitan membaca, diantaranya; 1.) faktor sekolah yaitu : guru dan sarana prasarana sekolah adalah sistem persekolahan yang kurang memberikan peluang yang cukup bagu hadirnya tradisi membaca kepada siswa, guru terlalu banyak menjadi pembicara dan siswa terlalu banyak menjadi pendengar. 2.) faktor dari diri siswa yaitu : siswa bingung membaca huruf yang hampir sama, siswa kurang fokus dalam pembelajaran dan kurangnya menat membaca dalam diri siswa. 3.) faktor lingkungan keluarga yaitu : orang tua kurang memperhatikan anaknya dalam hal pembelajaran dan siswa sudah diberi kebebasan oleh orang tuanya untuk menggunakan hp sehingga anak lebih cenderung bermain hp ketimbang belajar membaca. Upaya guru diantaranya; mengelompokkan siswa yang mengalami hambatan membaca permulaan, memanfaatkan sudut baca, bermain games mengenai huruf-huruf,membiasakan untuk selalu membaca bersama, mnyediakan media pembelajaran, mengarahkan dan memotiasi untuk terus belajar membaca.
Kata Kunci:
Analisis, Faktor Penghambat, Pembelajaran,Membaca Permulaan, Siswa Kelas I SDN 2 TenteReferensi
Abbas, S. (2006). Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif di Sekolah Dasar. Jakarta : Dapertemen Pendidikan Nasional
Abdurrhaman, M. (2002). Pendidikan Anak Berkesulitan Belajara. Jakarta : Depdikbud
Arifin (2011). Dakwah kontempores sebuah studi komunikasi. Yogyakarta : Graha Ilmu
Arikunto, S ddk. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta : Bumi Aksara, Bandung : ALFABETA, cv.
Dalman (2017). Keterampilan Membaca. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Daryanto (2013). Belajar dan mengajar. Bandung : Yrama Widya
Depdiknas (2009). Panduan Untuk Guru Membaca dan Menulis Permulaan Untuk Sekolah Dasar Kelas 1,2,3. Jakarta : Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar
Haryanti, Dwi E. (2010). Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Melalui Media Gambar Seni Pada Siswa kelas 1 SD Negri 02 Mojowetar, Kecematan Banjarejo, Kabupaten Blora, Tahun 2009/2010 Skrpsi.
Iskandarwarssid & Sunendar, D. (2008). Strategis Pembelajaran Bahasa. Bandung : SPs UPI dan PT Rosda Karya.
Jamari, M. (2013) kesulitan belajar. Bogor : Ghalia Indonesia
Kuntaro, N.M. (2013). Cerdas dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir. Jakarta.
Mahmud (2011). Metode Penelitian. Bandung : Pustaka Setia. Mitra Wawancara Media.
Moleng, L.J. (2016). METODE PENELITIAN KUALITATIF. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Munib, A. (2012). Pengatar Ilmu Pendidikan. Semarang : Universitas Negri Semarang Press.
Pratiwi, (2017). “Analisis Kesulitan Siswa Dalam Membaca Permulaan Di Kelas 1 Sekolah Dasarâ€. Jurmal Pendidikan Sekolah Dasar
Rahim, F. (2008). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Rifa’i, Anni act. (2012). Psikologi Pendidikan. Semarang : Universitas Semarang Press.
Sugiyono (2018). METODE PENELITIAN Kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta
Solchan (2009). Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta : Univeritas Terbuka
Susanto, A. (2012). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Taufina & Faisal (2016). Penelitian Pembelajaran Bahasan dan Apresiasi Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Bandung : Angkasa
Tarigan H.G (2008). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan. Bandung : Angkasa.
Zulela (2012). Pembelajaran Bahasa Indonesia. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

klik di sini 


















