Gambaran Psychological Well-Being pada Guru BK SMK Negeri 7 Surakarta
DOI:
10.29303/jipp.v11i1.4448Published:
2026-02-18Downloads
Abstract
Kesejahteraan Psikologis (psychological well-being) merupakan kondisi yang mencerminkan fungsi psikologis positif individu dan berperan penting dalam menunjang kinerja serta stabilitas emosional guru Bimbingan dan Konseling (BK). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesejahteraan psikologis guru BK di SMK Negeri 7 Surakarta berdasarkan enam dimensi kesejahteraan psikologis yang dikemukakan oleh Carol D. Ryff. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,observasi, dan dokumentasi terhadap enam guru BK aktif yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki tingkat kesejahteraan psikologis yang baik, ditandai dengan penerimaan diri yang positif, hubungan sosial yang harmonis, kemandirian dalam pengambilan keputusan, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja, tujuan hidup yang jelas, serta semangat untuk terus berkembang. Kondisi tersebut mendukung efektivitas layanan konseling dan menciptakan suasana kerja yang sehat di sekolah. Oleh karena itu, dukungan institusi dan kesempatan pengembangan profesional perlu terus ditingkatkakn guna mempertahankan kesejahteraan psikologis guru BK secara berkelanjutan.
Keywords:
guru BK, kesejahteraan psikologis, layanan konseling.References
Diener, E. (2009). Assessing well-being: The collected works of Ed Diener. Springer.
Frankl, V. E. (1963). Man’s Search for Meaning: An Introduction to Logotherapy. Beacon Press.
Fredrickson, B. L. (2009). Positivity: Top-notch research reveals the upward spiral that will change your life. Crown Publishers.
Hanson, R. (2013). Buddha’s Brain: The Practical Neuroscience of Happiness, Love, and Wisdom. Oakland, CA: New Harbinger Publications.
Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling.Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1).
Lyubomirsky, S. (2007). The how of happiness: A scientific approach to getting the life you want. Penguin Press.
Maharani, E. A., & Wati, D. E. (2024). Peran Psychological Well-Being dan Efikasi Diri terhadap Stres pada Guru PAUD.Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 13(1).
Maslow, A. H. (1970). Motivation and Personality (2nd ed.). Harper & Row.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Sage Publications, Thousand Oaks, CA.
Neff, K. D. (2003). Self-Compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2).
Purwaniningtyas (2022). Teacher well-being & engagement: The importance of teachers’ interpersonal relationships quality at school. Psychological Research and Intervention, 6(1).
Rogers, C. R. (1961). On Becoming a Person: A Therapist’s View of Psychotherapy. Boston: Houghton Mifflin.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6).
Schaufeli, W. B., & Bakker, A. B. (2004). Job demands, job resources, and their relationship with burnout and engagement: a multi-sample study. Journal of Organizational Behavior, 25.
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.
Windle, G. (2011). What is resilience? A review and concept analysis. Reviews in Clinical Gerontology, 21(2).
License
Copyright (c) 2026 Nova Putri Dewi, Sri Ernawati, Faqih Purnomosidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















