Analisis Kesulitan Guru Kelas Rendah dalam Melaksanakan Pembelajaran Tematik di SDN 23 Ampenan
DOI:
10.29303/jipp.v7i1.401Published:
2022-03-05Downloads
Abstract
Peran guru adalah segala bentuk ikut sertaan guru dalam mengajar dan mendidik anak murid untuk tercapainya tujuan belajar. Sedangkan Pembelajaran tematik adalah program pembelajaran yang berangkat dari satu tema/topik tertentu dan kemudian dielaborasi dari berbagai aspek atau ditinjau dari berbagai perspektif mata pelajaran yang biasa diajarkan di sekolah. Kesulitan yang biasa dialami oleh seorang guru biasanya terdapat pada Kesiapan guru dalam mengajar baik sebelum mengajar yang meliputi pembuatan RPP, materi yang akan dipelajari, menyiapkan bahan ajar, dan media ajar Aisyah Nur Rahmawati ( 2018). Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi guru kelas rendah dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam melaksanakan pembelajaran tematik. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan wujud data berupa deskripsi sitematis menyuguhkan apa yang sebenarnya terjadi. Hasil dari penelitian ini adalah: Hasil penelitian menunjukkan terkait kesulitan yang dialami oleh guru, yaitu kesulitan dalam penyediaan media pembelajaran, penggunaan metode yang kurang tepat, berbagai macam penilaian , dan memadukan tema antar muatan serta. Kendala-kendala lainnya berupa kurang tersedianya buku yang sesuai. Upaya yang dilakukan oleh guru kelas rendah dalam mengatasi kesulitan yaitu dengan saling berbagi informasi dengan teman sejawat mengenai kesulitan yang dialami, melatih diri membuat media pembelajaran yang kreatif ddan lain sebagainya.
Keywords:
Kesulitan Guru Pembelajaran TematikReferences
Arikunto, S.(2005). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Endang Titik Lestari (2020). Cara Praktis Meningkatkan Motivasi Siswa Sekolah Dasar Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
Fitriani, et al. (2019). Analisis Kesulitan Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada Sekolah dasar Di kecamatan Sumbawa tahun ajaran 2018. Jurnal kependidikan,4 (1) . http://jurnal.lppmunsa.ac.id/index.php/kependidikan/article/view/16
Bahri Djamarah, Syaiful (2008). Psikologi Belajar.(Jakarta:PT.RinekaCipta). Bandung: Alvabeta.
Hendro Widodo (2014). Konsep Pendidikan Humanis Menurut pemikiran Kontruktivisme Jean Piaget . Prodi PGSD Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Johari, K., Ismail, Z., Osman, S., & Othman, A. T. (2009). Pengaruh jenis latihan guru dan pengalaman mengajar terhadap efikasi guru sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Malaysia, 34(2), 3–14.
Kadir, Abd & Hanun Asrohah (2015). PEMBELAJARAN TEMATIK. Jakarta: Rajawali Pers
Lutfi, et al. (2020) Metodologi Pembelajaran : Strategi, Pendekatan, Model, Metode Pembelajaran. Malang: CV IRDH.
Maemunawati. S & M. Alif (2020) Peran Guru, Orang Tua, Metode dan Media Pembelajaran Strategi KBM di Masa Pandemi Covid-19. Serang: 3M Media Karya Serang
Majid, Abdul, dan Chaerul Rochman. (2015). Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya,
Nizwardi, Jalinus & Ambiyar (2016). Media dan Sumber Pembelajaran Jakarta : Kencana
Nur .Aisyah Rahmawati (2018). Identifikasi Masalah yang Dihadapi Guru dalam Penerapan Kurikulum 2013 Revisi di SD.Vol 2, No 1 https://ejournal.upi.edu/index.php/IJPE/article/view/14227/0
Permendikbud no. 37 tahun 2018 karaketristik k-13 ketentuan KI KD.
Pitalis Mawardi (2020). Penelitian Tindakan Kelas, Penelitian Tindakan Sekolah dan Best Practise (Jawa Timur: CV. PENERBIT QIARA MEDIA
Sagala, S. (2009). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan: Pemberdayaan guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat dalam manajemen sekolah. Alfabeta.
Tschannen-Moran, M., & Hoy, A. W. (2007). The differential antecedents of self-efficacy beliefs of novice and experienced teachers. Teaching and Teacher Education, 23(6), 944–956.
klik di sini 


















