Appanah Juku: Bentuk Kecerdasan Ekologis Nelayan dalam Menjaga Keberlanjutan Masyarakat di Pulau Liukang Loe Bulukumba
DOI:
10.29303/jipp.v10i2.3697Diterbitkan:
2025-05-31Unduhan
Abstrak
Tulisan ini mengkaji kebiasaan masyarakat nelayan yang sangat tradisional di Pulau Liukang Loe dan terus dipertahankan di tengah modernisasi yang semakin kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analitis deskriptif terhadap 15 sumber sebagai responden. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Appanah Juku merupakan kebiasaan masyarakat nelayan yang sangat baik dalam menjaga ekosistem laut dengan membangun hubungan antara laut dan manusia sebagai penjaga dan penikmat alam. Appanah Juku memiliki tiga motivasi utama, yaitu: aspek ekonomi untuk menciptakan kualitas hidup, aspek sosial untuk membangun hubungan kebersamaan dan keadilan antara lain dan aspek ekologi untuk melestarikan ekosistem laut dan biota. Di sisi lain, Appanah Juku memiliki nilai-nilai yang sangat bermakna untuk menjaga kekeluargaan dan persaudaraan dalam membangun relasi sosial, sehingga tercipta kebaikan kerukunan sosial. Berdasarkan perspektif, motivasi dan nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat Appanah Juku sebagai kecerdasan ekologis, yang dapat dijadikan sebagai cara untuk memperkuat kesadaran masyarakat nelayan, melindungi ekosistem laut untuk masa depan anak cucu kita.
Kata Kunci:
Appanah Juku, Kecerdasan Ekologis, Keberlanjutan KehidupanLisensi
Hak Cipta (c) 2025 Shermina Oruh

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















