Vol 11 No 3 (2026): Agustus
Akses Terbuka
Peer Reviewed

Peran Guru Terhadap Bimbingan Belajar Santri Pondok Pesantren Nurul Bayan Lombok Utara

Penulis

Samsul Hadi , Dedy Wahyudin , Abdul Aziz

DOI:

10.29303/jipp.v11i3.5039

Diterbitkan:

2026-07-30

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru dalam bimbingan belajar santri di Pondok Pesantren Nurul Bayan Lombok Utara, menganalisis metode yang digunakan, serta mengidentifikasi kendala yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai motivator yang menumbuhkan semangat belajar santri dengan pendekatan religius, emosional, dan keteladanan; sebagai fasilitator yang mengombinasikan metode tradisional dengan pendekatan partisipatif seperti diskusi dan musyawarah kitab; serta sebagai pembimbing personal yang memberi perhatian khusus kepada santri dengan latar belakang dan kemampuan berbeda. Metode ceramah dan diskusi digunakan secara terpadu, di mana ceramah meneguhkan otoritas keilmuan dan nilai normatif, sedangkan diskusi mendorong berpikir kritis dan kontekstual. Kendala yang dihadapi guru mencakup keterbatasan waktu akibat padatnya jadwal pesantren, perbedaan kemampuan santri, fluktuasi motivasi belajar, keterbatasan fasilitas, serta tingginya beban kerja guru. Meski demikian, kreativitas, keteladanan, dan dedikasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga efektivitas bimbingan belajar dan memastikan tercapainya tujuan pendidikan pesantren.

Kata Kunci:

Peran Guru, Bimbingan Belajar, Pesantren, Metode Pembelajaran, Motivasi Santri.

Referensi

Abdul Majid. (2017). Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Remaja Rosdakarya.

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and Secularism. ISTAC.

Al-Zarnuji. (2003). Ta’lim al-Muta’allim Tariq al-Ta’allum. Bina Ilmu.

Anwar, Saiful. (2021). Burnout pada Guru Pesantren: Studi di Jawa Timur. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6((1)), 45–60.

Arief, A. (2014). Tradisi Intelektual Pesantren. LKiS.

Arifin, M. (2015). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Bumi Aksara.

Bandura, A. (1986). Social Foundations of Thought and Action: A Social Cognitive Theory. Prentice-Hall.

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. W. H. Freeman.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai. LP3ES.

Djamarah, S. B. (2010). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Rineka Cipta.

Freire, P. (2008). Pendidikan Kaum Tertindas. LP3ES.

Handoko, T. Hani. (2012). Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. BPFE.

Hidayatullah, M. (2018). Metode Pembelajaran di Pesantren dan Implikasinya terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Santri. Jurnal Pendidikan Islam, 7((2)), 205–220.

Johnson, E. B. (2002). Contextual Teaching and Learning: What It Is and Why It’s Here to Stay. Corwin Press.

Mas’ud, A. (2002). Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik. Gama Media.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosdakarya.

Muslich, M. (2011). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bumi Aksara.

Prayitno. (2004). Layanan Bimbingan dan Konseling. Rineka Cipta.

Sanjaya, Wina. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kencana.

Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Pers.

Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Sudjana, N. (2016). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algensindo.

Suparman. (2017). Pengaruh Metode Diskusi terhadap Kepercayaan Diri Santri di Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 87–98.

Suprapto. (2020). Improvisasi Pedagogis Guru Pesantren dalam Kondisi Keterbatasan Fasilitas. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 5((2)), 80–95.

Suyatno. (2013). Peran Guru dalam Pembelajaran Efektif. Pustaka Pelajar.

Syed Muhammad Naquib Al-Attas. (1980). The Concept of Education in Islam. ABIM.

Tilaar, H. A. R. (2002). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif. Grasindo.

Tomlinson, C. A. (2014). The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners. ASCD.

Usman, M. U. (2008). Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosdakarya.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Winkel, W. S. (2017). Psikologi Pengajaran. Media Abadi.

Zuhairini. (2019). Peran Nilai Religius dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Santri. Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 9((2)), 140–155.

Biografi Penulis

Samsul Hadi, Universitas Islam Negeri Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Dedy Wahyudin, Universitas Islam Negeri Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Abdul Aziz, Universitas Islam Negeri Mataram

Asal Penulis : Indonesia

Cara Mengutip

Hadi, S., Wahyudin, D., & Aziz, A. (2026). Peran Guru Terhadap Bimbingan Belajar Santri Pondok Pesantren Nurul Bayan Lombok Utara. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 11(3), 2532–2542. https://doi.org/10.29303/jipp.v11i3.5039

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.