Civic Culture dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah
DOI:
10.29303/jipp.v8i1.1164Published:
2023-01-30Downloads
Abstract
Kajian civic culture dalam kearifan lokal masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah dilakukan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat secara luas akan pentingnya menjaga budaya dan mampu mempertahankan budaya tersebut dalam masyarakat itu sendiri. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kearifan local dan mengidentifikasi civic cultur yang terkandung di dalamnya, (2) mengidentifikasi cara pelestarian kearifan lokal di masyarakat Sade Rambitan Lombok Tengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis etnografi. Pengumpulan data menggunakan wawancara, obeservasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sade memiliki banyak kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik, dan di dalam kearifan lokal yang dimaksud memiliki kadungan civic culture atau budaya kewarganegaraan. Adapun kearifan lokal yang dimaksud adalah takepan, bangunan rumah, karya seni, awiq-awiq, sesenggak, lelakak/pantun, dan wewaran. Kearifan lokal ini memiliki nilai-nilai yang luhur dan ditandai dengan adanya sikap warga negara yang mencerminkan civic culture, seperti nilai religius yang berupa nilai ke-Tuhanan, kekeluargaan, tanggung jawab, saling menghormati, kepedulian sosial, demokratis, gotong royong, partisipasi, solidaritas dan peduli lingkungan. Berkaitan dengan upaya masyarakat Sade dalam proses pelestarian kearifan lokalnya dapat dilihat ketika mereka melakukan upacara adat, penyambutan tamu, pemberian sanksi bagi pelanggaran awiq-awiq dan lain-lainnya. Selain itu masyarakat Sade juga menanamkan kearifan lokal sejak dini pada generasi mudanya dengan cara mengikutsertakan dalam semua kegiatan adat, memberikan kepercayaan penuh pada mereka untuk mengelola dan mengembangkan diri serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam rangka pelestarian kearifan lokal tersebut.
Keywords:
Civic Culture, Kearifan lokal, Sade Rambitan.References
Christeward Alus (2014). Peran Lembaga Adat Dalam Pelestarian Kearifan Lokal Suku Sahu di Desa Balisoan Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat. Acta Diurna, III(4), 1–16.
Creswell, John W. 2012. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Daniah, D. (2016). Kearifan lokal (local wisdom) sebagai basis pendidikan karakter. PIONIR: Jurnal Pendidikan, 5(2).
Hidayati, D. (2017). Memudarnya nilai kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Jurnal Kependudukan Indonesia, 11(1), 39-48.
Jamson, S. (2015). Melestarikan Kearifan Lokal Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya Di Era Globalisasi. TE DEUM (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan), 5(1), 41–61.
Mahardika, I. W. T., & Darmawan, C. (2016). Civic Culture Dalam Nilai-Nilai Budaya Dan Kearifan Lokal Masyarakat Bali Aga Desa Trunyan. Humanika, 23(1), 20. https://doi.org/10.14710/humanika.23.1.20-31
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook.
Najamuddin, N. (2018). Fungsi “Lelakaq” Pada Masyrakat Sasak. El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA, X, 51–64. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/eltsaqafah/article/download/477/216
Panjaitan, L. M., & Sundawa, D. (2016). Pelestarian Nilai-Nilai Civic Culture dalam Memperkuat Identitas Budaya Masyarakat: Makna Simbolik Ulos dalam Pelaksanaan Perkawinan Masyarakat Batak Toba di Sitorang. Journal of Urban Society’s Arts, 3(2), 64–72. https://doi.org/10.24821/jousa.v3i2.1481
Rodhi, N. N. (2022). Metodologi Penelitian. Media Sains Indonesia.
Sawaludin, S., Haslan, M. M., & Basariah, B. (2022). Eksistensi dan Peran Elit dalam Mempertahankan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Dusun Sade Desa Rambitan Lombok Tengah. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(4b), 2426-2432.
Seken, I. K., & Artini, L. P. (2013). Dalam Acara Sorong Serah Pada Ritual Pernikahan Adat Sasak. 2(1984).
UUD RI Tahun 1945 tentang pemajuan dan peletarian budaya daerah
Winataputra, U. S. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Pendidikan untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa (Gagasan, Instrumentasi, dan Praksis). Bandung: Widya Aksara Press
Winataputra, U. S. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Internasional (Konteks, Teori, dan Profil Pembelajaran). Bandung : Widya Aksara Press
Yuliatin, Y., Haslan, M. M., Sawaludin, S., & Basariah, B. (2021). Kurikulum PPKn dan Peluang Pengembangan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal. Prosiding SAINTEK, 3, 471-482.
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















