Penggunaan Paradigma Gaya Gesek Sebagai Gaya Reaksi untuk Mereduksi Miskonsepsi Mahasiswa Calon Guru Fisika
DOI:
10.29303/jipp.v6i1.154Published:
2021-05-09Downloads
Abstract
Salah satu masalah yang sering dijumpai dalam dunia pendidikan khusunya pada mata pelajaran fisika adalah adanya miskonsepsi pada siswa atau mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana efektivitas penggunaan paradigma gaya gesek sebagai gaya reaksi dalam mereduksi miskonsepsi mahasiswa calon guru fisika. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 27 mahasiswa calon guru fisika di salah satu universitas yang ada di kota Mataram. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes tiga tingkat. Sebanyak 10 item soal dengan 30 buah pertanyaan digunakan dalam penelitian ini. Tes dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum dan setelah perlakuan. Data hasil tes kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif untuk mengetahui persentase jumlah mahasiswa yang paham konsep, miskonsepsi, atau tidak paham konsep. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan presentase jumlah mahasiswa yang paham konsep yang diikuti dengan berkurangnya mahasiswa yang mengalami miskonsepsi dan tidak paham konsep khususnya dalam menentukan jenis, arah, dan besar gaya gesek yang bekerja pada suatu benda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan paradigma gaya gesek sebagai gaya reaksi dapan digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dan mereduksi miskonsepsi mahasisw khususnya pada materi gaya gesek.Keywords:
Gaya gesek gaya reaksi miskonsepsi calon guru fisika.References
Arslan, H. O., Cigdemoglu, C., & Moseley, C. (2012). A Three-Tier Diagnostic Test to Assess Pre-Service Teachers’ Misconceptions about Global Warming, Greenhouse Effect, Ozone Layer Depletion, and Acid Rain. International Journal of Science Education, 34 (11), 1667–1686. DOI: 10.1080/09500693. 2012.680618
Barke, H.D., Al Hazari, & Yitbarek, S. (2009). Misconceptions in Chemistry. Addressing Perceptions in chemical Education. Berlin: Springer.
Frankel, J. R., Wallen, N. E. Hyun & Hellen, H. (2012). How to Design and Evaluate Research in Education. New York: McGraw-Hill.
Fratiwi, N. J., Kaniawati, I., Suhendi, E., Suyana, I. & Samsudin, A. (2017). The
transformation of two-tier test into four tier test on Newton’s laws concepts. AIP
Conference Proceedings, 1848, 050011. https://aip.scitation.org/doi/pdf/10.1063/1.4983967
Hikmawati & Sutrio (2019). Miskonsepsi dalam Fisika. Selong: Garuda Ilmu.
Ismail, I. I., Samsudin, A., Suhendi, E., & Kaniawati, I. (2015). Diagnostik Miskonsepsi Melalui Listrik Dinamis Four Tier Test. Prosiding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains (SNIPS 2015), Bandung-Indonesia. 381-384. https://www.researchgate.net/publication/301523361_Diagnostik_Miskonsepsi_Melalui_Listrik_Dinamis_Four_Tier_Test
Kaniawati, I. (2017). Pengaruh Simulasi Komputer Terhadap Peningkatan Penguasaan Konsep Impuls-Momentum Siswa SMA. Jurnal Pembelajaran Sains, 1,(1), 24-26. http://journal2.um.ac.id /index.php/jpsi/article/view/637
Kaniawati, I., Fratiwi, N.J., Danawan, A., Suyana, I., Samsudin, & Suhendi, E. (2019). Analyzing Students’ Misconceptions about Newton’s Laws through Four-Tier Newtonian Test (FTNT). Journal of Turkish Science Education, 16 (1), 110-122. https://files.eric.ed.gov/fulltext/EJ1265039.pdf
Lestari, P.A.S., Rahayu, S., & Hikmawati (2015). Profil Miskonsepsi Siswa Kelas X SMKN 4 Mataram pada Materi Pokok Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 1 (3), 146–153. https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPFT/article/view/251
Lestari, P.A.S., Rahayu, S., & Hikmawati (2015). Profil Miskonsepsi Siswa Kelas X SMKN 4 Mataram pada Materi Pokok Suhu, Kalor, dan Perpindahan Kalor. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 1 (3), 146–153. Retrieved from: https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPFT/article/view/251
McLaughlin, C. A. & MacFadden B. J. (2014). At the Elbows of Scientists: Shaping science teachers’ conceptions and enactment of ınquiry-based ınstruction. Research in Science Education, 44(6), 927-947. https://repository.si.edu/bitstream/handle/10088/22715/stri_RISE_article.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Osman, E., BouJaoude, S. & Hamdan, H. (2017). An ınvestigation of lebanese G7-12 students’ misconceptions and difficulties in genetics and their genetics literacy. International Journal of Science and Mathematics Education, 15(7), 1257-1280. https://eric.ed.gov/?id=EJ1154243
Rokhmat, J., (2014). Penggunaan Paradigma Gaya-Reaksi dan Pendekatan Analogi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Gaya Gesek Bagi Mahasiswa Calon Guru Fisika (Studi Kasus Perkuliahan Fisika Dasar I). Pijar MIPA, 9 (2), 56-61. http://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPM/article/view/45
Samsudin, A., Suhandi, A., Rusdiana D., Kaniawati I. & Costu B. (2016). Investigating the Effectiveness of an Active Learning Based-Interactive Conceptual Instruction (ALBICI) on Electric Field Concept. In Asia-Pacific Forum on Science Learning and Teaching, 17(1), 1-41. https://www.eduhk.hk/apfslt/download/v17_issue1_files/samsudin.pdf
Solas, E. C. & Wilson, K. (2017). Instructor’s use of student-generated annotated concept sketches in formative assessment in general science. Journal of Turkish Science Education, 14(4), 144-161. https://www.tused.org/index.php/tused/article/view/179/135
Sugiyono, (2012), Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suparno, Paul. (2005). Miskonsepsi dan Perubahan Konsep dalam Pendidikan Fisika. Jakarta: Grasindo.
Wahyuni, A.S.A., Rusdiana, D., Rustaman, N., & Muslim (2018). Paper Conceptions and Misconceptions of PreService Teacher about Light. International Conference on Advanced Multidisciplinary Research (ICAMR). 227 (1), hal. 56-60. Retrieved https://www.atlantis-press.com/ proceedings/icamr-18/55916854
klik di sini 


















