Kearifan Lokal Suku Sasak dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi SMA
DOI:
10.29303/jipp.v10i1.3184Published:
2025-02-28Downloads
Abstract
Sosiologi pada hakikatnya merupakan ilmu yang mempelajari
tentang masyarakat dengan segala kompleksitasnya. Salah satu tujuannya adalah agar peserta didik memiliki kesadaran akan identitas diri dalam hubungan dengan kelompok sosial dalam konteks lingkungan masyarakat sekitar. Berkenaan dengan hakikat dan tujuan tersebut maka pemamnfaatan lingkungan sosial budaya, khususnya kearifan lokal sebagai sumber belajar sosiologi menjadi keniscayaan. Oleh karena itu, telah dilakukan penelitian dengan tujuan mengidentifikasi kearifan lokal suku sasak yang potensal menjadi sumber belajar sosiologi di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Analisa data dilakukan dengan prosedur yaitu mulai dari penyajian data, intrepretasi data, pembahasan dan terakhir pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis kearifan lokal suku sasak yang potensal menjadi sumber belajar sosiologi di SMA, meliputi: (1) awiq-awiq pengelolaan hutan dan mata air di Desa Bayan, awiq-awiq pengelolaam pariwisata di Gili Trawangan, awiq-awiq bidang perkawinan, arsitektur rumah adat sasak, pakaian adat sasak, dan makanan tradisional sasak. Kearifan lokal tersebut potensial menjadi sumber belajar sosiologi SMA kelas X materi nilai dan norma, (2) tradisi sorong serah aji krame, tradisi perang topat, dan tradisi ngejot, potensial menjadi sumber belajar sosiologi SMA kelas XI materi harmoni sosial, (3) banjar, potensial menjadi sumber belajar Sosiologi SMA Kelas XII materi lembaga sosial.
Keywords:
Kearifan Lokal, Suku Sasak, Sumber Belajar, SosiologiReferences
Amirrachman, A. (2007). Revitalisasi Kearifan Lokal: Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso. Jakarta: International Center for Islam and Pluralism ICIP.
Apriyanto Dkk., Y. (2008). Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Pengelolaan Sumberdaya Air yang Berkelanjutan. Bogor: PKM IPB.
Badan Standar Kurikulum dan Assesmen Pendidikan (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Sosiologi Untuk SMA/MA/Paket C. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Baedowi, Ahmad (2015). Calak Edu 4: Esai-esai Pendidikan 2012-2014. Pustaka Alvabet.
Bauto, L. M. (2016). Socio-Cultural Values as Community Local Wisdom Katoba Muna in the Development of Learning Materials Social Studies and History. Historia: Jurnal Pendidik Dan Peneliti Sejarah, 14(2), 195. https://doi.org/10.17509/historia.v14i2.2027.
Gobyah, I. K. (2003). Berpijak pada Kearifan Lokal. Bali Pos, 4 September 2003.
Hendar, J. H. (2011). Transformasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Kepemimpinan Sunda. Prosiding Konvensi Nasional Pendidikan IPS (Konaspipsi) ke 1. Bandung: FPIPS-UPI.
Joharudin, M., & Juwita, J. (2018). Ecopedagogy in Local Wisdom Values. (Aes 2017), 35–43. https://doi.org/10.5220/0007298100350043
Keraf, A.S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Koentjaraningrat (2005). Pengantar Antropologi Pokok-Pokok Etnografi II. Jakarta: PT.Rineka Cipta
Lubis, H.N. (2001). Kearifan Tradisional Warisan Sejarah Sunda. Bandung: Makalah pada Konferensi Internasional Budaya Sunda, 2001.
Macionis, J. J., & Plummer, K. (2012). Sociology: A global introduction. London: Pearson.
Mamduh, N. (2019). Reproduksi Ideologi pada Buku Teks Sosiologi SMA Kurikulum 2006 dan 2013. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 1(2), 31–43. Retrieved from ttps://ap3si.org/ojs/index.php/ijsed/article/view/13/13
Mungmachon, R. (2012). Knowledge and Local Wisdom: Community Treasure. International Journal of Humanities and Social Science, 2(13), 174–181.
Munir (2010). Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Notonegoro (2001). Sosiologi, Studi dan Pengajaran. Jakarta: CV Usaha Makmur.
Ridwan, N.A. (2007). Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Ibda’: Jurnal Studi Islam dan Budaya, vol.5, (1), 2007.
Rinitami Njatrijani (2018). Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kota Semarang. Gema Keadilan Edisi Jurnal. ISSN: 0852-011. Vol 5, Edisi 1.
Saini, K.M. (2005). Kearifan Lokal di Arus Global. Pikiran Rakyat, 30 Juli 2005.
Soekanto, Soerjano (2006). Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sriartha, I. P., Jampel, I. N., Widiana, I. W., & Wesnawa, I. G. A. (2017). Local Wisdom of Subak as A Model of Character Building for Social Studies Learning in Schools. 134(Icirad), 114–120. https://doi.org/10.2991/icirad17.2017.22
Sudjana, Nana dkk. (2001). Teknologi Pengajaran.Bandung: Sinar Baru.
Sugiyono (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (mixed methods). Bandung: Alfabeta,
Sukadi (2006). Pendidikan IPS sebagai Rekonstruksi Pengalaman Budaya Berbasis Ideologi Tri Hita Karana: Studi Etnografi tentang Pengaruh Masyarakat terhadap Pelaksanaan Program Pendidikan IPS di SMA Negeri 1 Ubud). Disertasi. Bandung: UPI Bandung.
Wuryantoro, A., & Budiwibowo, S. (2018). Social Development through Local Wisdom Revitalization. In Proceedings of the Annual Conference on Social Sciences and Humanities, 1(16), 454–461. https://doi.org/10.5220/0007422504540461Publishing
License
Copyright (c) 2025 Masyhuri Masyhuri, Suud Suud, Muhammad Ilyas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















