Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa PPKn Perantau dalam Membangun Relasi Sosial di Lingkungan Multikultural
DOI:
10.29303/jipp.v11i2.5052Published:
2026-05-31Downloads
Abstract
Lingkungan perguruan tinggi merupakan ruang multikultural yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya sehingga menuntut kemampuan komunikasi antarbudaya untuk membangun relasi sosial yang harmonis. Kemampuan tersebut menjadi penting terutama bagi mahasiswa perantau yang harus beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya yang baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi antarbudaya mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) perantau dalam membangun relasi sosial di lingkungan multikultural Universitas Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya dilakukan melalui keterbukaan diri, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, diskusi mengenai budaya masing-masing, serta keterlibatan dalam berbagai aktivitas sosial. Hambatan yang dihadapi meliputi perbedaan bahasa, logat, kebiasaan, dan pengalaman culture shock, yang diatasi melalui sikap terbuka, kemauan belajar, penghargaan terhadap perbedaan, dan partisipasi aktif dalam lingkungan kampus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi antarbudaya berperan penting dalam membangun relasi sosial yang harmonis, memperluas jaringan pertemanan, serta menumbuhkan sikap toleransi di lingkungan kampus multikultural.
Keywords:
komunikasi antarbudaya; mahasiswa perantau; multikultural; PPKn; relasi sosial.References
Ahmad, S., Marpaung, S., Nofianna, S. A., & Bangun, R. (2024). The impact of intercultural communication on the adaptation of incoming students at the Politeknik Negeri Medan. International Journal of Management Research and Economics, 2(4), 515–523. https://doi.org/10.54066/ijmre-itb.v2i4.2661
Allport, G. W. (1954). The nature of prejudice. Addison-Wesley.
Anfas, M. T., Retnaningdyah, P., & Munir, A. (2023). The international students’ experiences of their intercultural communication competence in Indonesia. Edukasia, 4(2). https://doi.org/10.62775/edukasia.v4i2.654
Berry, J. W. (2006). Stress perspectives on acculturation. In D. L. Sam & J. W. Berry (Eds.), The Cambridge handbook of acculturation psychology (pp. 43–57). Cambridge University Press.
Branson, M. S. (1998). The role of civic education. Center for Civic Education.
Deardorff, D. K. (2006). Identification and assessment of intercultural competence as a student outcome of internationalization. Journal of Studies in International Education, 10(3), 241–266. https://doi.org/10.1177/1028315306287002
Deardorff, D. K., & Arasaratnam-Smith, L. A. (Eds.). (2020). The Routledge handbook of intercultural communication. Routledge.
DeVito, J. A. (2019). Human communication: The basic course (14th ed.). Pearson.
Gudykunst, W. B. (2005). Theorizing about intercultural communication. Sage Publications.
Kim, Y. Y. (2001). Becoming intercultural: An integrative theory of communication and cross-cultural adaptation. Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mohamed, S. A., & Lüken-Klaßen, D. (2025). The importance of being understood: Intercultural communication in social professions as a tightrope walking. Journal of Intercultural Communication, 25(4), 110–120. https://doi.org/10.36923/jicc.v25i4.1264
Moleong, L. J. (2019). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Pettigrew, T. F., & Tropp, L. R. (2023). Contemporary developments in intergroup contact theory. In The Cambridge handbook of intergroup relations. Cambridge University Press.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Safi, A. Q., Dida, S., Kayen, H. S., & Shafiq, K. (2022). Intercultural communication between Indonesian and international students at Universitas Padjadjaran. Jurnal Manajemen Komunikasi, 7(1), 55–72. https://doi.org/10.24198/jmk.v7i1.41147
Samovar, L. A., Porter, R. E., McDaniel, E. R., & Roy, C. S. (2017). Communication between cultures (9th ed.). Cengage Learning.
Smith, R. A., & Khawaja, N. G. (2011). A review of the acculturation experiences of international students. International Journal of Intercultural Relations, 35(6), 699–713. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2011.08.004
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Ting-Toomey, S., & Chung, L. C. (2012). Understanding intercultural communication (2nd ed.). Oxford University Press.
Wijaya, B. (2025). Intercultural communication barriers in South Korea: Experiences of Indonesian international students. ENJourMe (English Journal of Merdeka): Culture, Language, and Teaching of English, 10(1). https://doi.org/10.26905/enjourme.v10i1.15752
License
Copyright (c) 2026 Maria Grace Putri Edi, M. Samsul Hadi, Jumrawati, Feryna Nur Rosyidah, Ahmad Hudori, Sopiani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















