Deskripsi Miskonsepsi Peserta Didik Menggunakan Four Tier Diagnostic Test Tentang Tekanan Zat
DOI:
10.29303/jipp.v7i3.765Diterbitkan:
2022-08-12Unduhan
Abstrak
Pengembangan sumber belajar berbasis android menjadi salah satu solusi dalam proses pembelajaran pada era digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan produk bahan ajar berbasis android terintegrasi game logika yang selanjutnya disebut dengan BABAGO; 2) menguji kelayakan BABAGO; 3) menganalisis respon peserta didik terhadap BABAGO. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Subjek uji coba penelitian yakni peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 15 Mataram. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan pembagian kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan Flesch Kincaid Grade Level (FKGL) dan kuantitatif menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) BABAGO meliputi unsur-unsur: a) identitas, b) kompetensi dasar, c) petunjuk penggunaan, d) materi, e) praktikum mandiri, f) kuis, dan g) game logika: 2) BABAGO terbukti layak digunakan dilihat dari hasil validasi ahli sebesar 0,92 (sangat valid) dan uji keterbacaan dengan menggunakan Flesch Kincaid Grade Level (FKGL) sebesar 7,9 (mudah dipahami): dan 3) peserta didik memberikan respon positif terhadap BABAGO dengan respon sebesar 0,76 (baik). Dapat disimpulkan bahwa BABAGO terbukti layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci:
Miskonsepsi, Four tier diagnostic test, Tekanan zat, Perbedaan miskonsepsi kelas VIII dan kelas IXReferensi
Adisna, Q. D. P. P., Wahyuni, A., & Suyudi, A. (2019). Analisis pemahaman konsep fisika siswa pada pokok bahasan fluida statis. Jurnal Ilmu Fisika Dan Pembelajarannya, 3(2), 68–75. Retrieved from http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jifp/article/view/4632
Darsono, T., M, B. N., & Idayanti. (2019). Pengembangan Tes Diagnostik Menggunakan Certainty Of Response Index (CRI) Termodifikasi pada Materi Tekanan Zat untuk Siswa Kelas VIII SMP. UPEJ Unnes Physics Education Journal, 8(1), 22–27. https://doi.org/10.15294/upej.v8i1.29503
Elvia, R., Rohiat, S., & Ginting, S. M. (2020). Identifikasi Miskonsepsi Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Matematika Kimia Melalui Tes Diagnostik Three Tier Multiple Choice. Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia, 9(2), 84. https://doi.org/10.33394/hjkk.v9i2.4422
Hadi, S., & Novaliyosi. (2013). Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS). Prosiding Seminar Nasional & Call For Papers, 562–569. https://doi.org/10.4135/9781412957403.n438
Inggit, S. M., Liliawati, W., & Suryana, I. (2021). Identifikasi Miskonsepsi dan Penyebabnya Menggunakan Instrumen Five-Tier Fluid Static Test (5TFST) pada Peserta Didik Kelas XI Sekolah Menengah Atas. Journal of Teaching and Learning Physics, 6(1), 49–68. https://doi.org/10.15575/jotalp.v6i1.11016
Mustikasari, V. R., Annisa, M., & Munzil. (2018). Identifikasi Miskonsepsi Konsep Tekanan Zat Siswa Kelas VIII-C SMPN 1 Karangplosos Semester Genap Tahun Pelajaran [1] I. Miskonsepsi, K. Tekanan, and Z. A. T. Siswa, “Identifikasi Miskonsepsi Konsep Tekanan Zat Siswa Kelas VIII-C SMPN 1 Karangplosos Semes. Jurnal Pembelajaran Sains, 1(2), 39–50.
Nusantari, E. (2015). Kajian Faktor Yang Mempengaruhi Retensi Siswa Sma (Analisis Hasil Penelitian Eksperimen Dan Ptk). Journal of Chemical Information and Modeling, 1–15. Retrieved from http://repository.ung.ac.id/karyailmiah/show/1521/kajian-faktor-yang-mempengaruhi-retensi-siswa-sma-analisis-hasil-penelitian-eksperimen-dan-ptk.html
OECD. (2019). PISA 2018 Insights and Interpretations. In OECD Publishing. Paris.
Pujayanto, Budiharti, R., Radiyono, Y., Amalia Nuraini, N. R., Vernanda Putri, H., Eko Saputro, D., & Adhitama, D. E. (2018). Developing four tier misconception diagnostic test about kinematics. Cakrawala Pendidikan, 37(2), 237–249. https://doi.org/10.21831/cp.v37i2.16491
Putri, W. O., Maria, H. T., & Hamdani, H. (2021). Analisis miskonsepsi menggunakan four tier diagnostic test berbantuan google form pada materi tekanan zat. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(6), 4738–4749. https://doi.org/10.31004/edukatif.v3i6.1445
Rini, R., Nurazmi, N., & Ma’ruf, M. (2020). An Analysis of Retention Viewed from Physics Outcomes of Students in Class XI MIPA SMA Negeri 1 Takalar. Jurnal Pendidikan Fisika, 8(2), 201–210. https://doi.org/10.26618/jpf.v8i2.3384
Suparno, P. (2013). Miskonsepsi & perubahan konsep dalam pendidikan fisika. Semarang: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Tyas, R. N., Sukisno, & Mosik. (2013). Penggunaan strategi poe (predict-pbserve-explain) untuk memperbaiki miskonsepsi fisika. Jurnal Pendidikan Sains, 1(1), 37–41. https://doi.org/10.26714/jps.1.1.2013.37-41
Zubaidah, S., Mahanal, S., Yulianti, L., Dasna, i wayan, Pangestuti, ardian A., & Puspitasari, D. R. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VIII Semester 2. In Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ja: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Zulfikar, A., Samsudin, A., & Saepuzaman, D. (2017). Pengembangan Terbatas Tes Diagnostik Force Concept Inventory Berformat Four-Tier Test. WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika), 2(1), 43–49. https://doi.org/10.17509/wapfi.v2i1.4903

klik di sini 


















