Analisis Pembelajaran Daring dan Kemampuan Literasi Sains Biologi serta Berpikir Kritis Siswa di SMA Negeri 1 Woha pada Masa Pandemi Covid-19
DOI:
10.29303/jipp.v7i2c.619Published:
2022-06-01Downloads
Abstract
Literasi sains dan berpikir kritis merupakan aspek penting yang bisa dijadikan bekal bagi generasi jaman sekarang yang harus dimiliki untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring serta kemampuan literasi sains biologi dan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 1 Woha pada masa pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Woha. Sampel penelitian sebanyak 49 orang siswa yang berada di kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Instrumen yang digunakan adalah lembar pedoman wawancara dan soal tes literasi sains biologi serta berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi covid-19 memengaruhi proses pembelajaran. Beberapa faktor pendukung guru dalam melaksanakan pembelajaran yaitu ketersediaan media pembelajaran dan kuota serta jaringan yang stabil di sekolah. Faktor penghambat adalah jaringan yang dimiliki oleh peserta didik di rumah masing-masing serta adanya peserta didik yang masih belum memiliki laptop untuk menunjang pembelajaran. Nilai kemampuan literasi sains biologi peserta didik adalah 49,79% dan nilai kemampuan berpikir kritis peserta didik adalah 55,23%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains biologi dan berpikir kritis di SMA Negeri 1 Woha dikategorikan rendah. Rendahnya kemampuan literasi sains biologi dan berpikir kritis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu minat membaca yang masih rendah, alat evaluasi yang belum mengarah pada pengembangan literasi sains biologi, kurangnya minat belajar siswa dan pengetahuan siswa yang masih terpotong-potong sehingga siswa sulit untuk mengaitkan konsep yang satu dengan yang lainnya.
Keywords:
Berpikir Kritis, Covid-19, Literasi Sains, Pembelajaran Daring.References
Dewi, W. A. F. (2020). Dampak Covid-19 Terhadap Implementasi Pembelajaran Daring di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan. 2(1), 55-61.
Gikas, J., & Grant, M. M. (2013). Mobile computing devices in higher education: Student perspectives on learning with cellphones, smartphones & social media. Internet and Higher Education. (19), 18-26.
Ivanova, T., Gubanova, N., Shakirova, I., & Masitoh, F. (2020). Educational technology as one of the terms for enhancing public speaking skills. Universidad y Sociedad. 12(2), 154-159.
Jufri, A.W. (2017). Belajar dan Pembelajaran Sains. Bandung: Pustaka Reka Cipta.
Karim, N. (2015). Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Jucama di Sekolah Menengah Pertama. Edumat Jurnal Pendidikan Matematika. 1(3), 92-104.
Komalasari, K., Arafat, Y., & Mulyadi, M. (2020). Principal’s Management Competencies in Improving the Quality of Education. Journal of Social Work and Science Education. 1(2), 181-193.
Kurniawati, I. D., Wartono & Diantoro (2014). Pengaruh Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Integrasi Peer Intruction Terhadap Penguasaan Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 10(1), 34-46.
Majid, A. (2011). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosadakarya.
Purwanto, A. (2016). Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa dengan menggunakan Metode Examples Non Examples Di Kelas VII SMP 5 Kudus Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Jurnal Profesi Keguruan. 2(1), 36-41.
Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Hyun, C. C., & Putri R. S. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Journal of Education, Psychology and Counseling. 2(1), 1-12.
Sadikin, A., & Hakim, N. (2019). Pengembangan Media E-learning Interaktif dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0 pada Materi Ekosistem untuk Siswa SMA. BIODIK. 5(2), 131-138.
Sahidu, C. (2013). Pengembangan Program Pembelajaran Fisika (P3F). Mataram: FKIP PRESS Universitas Mataram.
Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Rajawali Press.
Setiadi, D., A. Wahab, J., & Alok, I. S. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran 5e Terintegrasi Pendekatan Saintifik Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa SMPN 1 Kuripan Tahun Ajaran 2016/2017. Jurnal Pijar MIPA. 12(1), 39-43.
Soekartiwi (2003). Prinsip Dasar E-Learning: Teori dan Aplikasinya Di Indonesia. Jurnal Teknologi Pendidikan. Edisi No2/VII/Oktober/2003. Jakarta: Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Depdiknas.
Susiati, A., Adisyahputra, & Miarsyah, M. (2018). Correlation of Comprehension Reading Skill and Higher Order Thinking Skill with Scientific Literacy Skill of Senior High School Biology Teacher. Jurnal Pendidikan Biologi (BIOSFERJPB). 11(1), 1-12.
Susilo (2012). Pengembangan Model Pembelajaran IPA Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar dan Berpikir Kritis Siswa SMP. Journal of Primary Educational. 1(1).
Yulianti, L. (2013). Efektifitas Bahan Ajar IPA Terpadu terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Tingkat Tinggi Siswa SMP. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia. 9(1), 55-57.
Yusup, F. (2018). Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan. 7(1), 17-27.
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















