Kesulitan Belajar Membaca Permulaan Siswa Kelas II di SD Negeri 1 Wanasaba Daya
DOI:
10.29303/jipp.v7i4.929Published:
2022-11-01Downloads
Abstract
Kemampuan membaca permulaan sangat krusial dalam dominasi mata pelajaran di sekolah. Oleh sebab itu, semua peserta didik perlu diupayakan supaya dapat membaca menggunakan lancer, tetapi tak jarang ditemui masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan. Tujuan dari penelitian ini merupakan buat mengetahui kesulitan peserta didik pada membaca permulaan, faktor penyebab, serta cara guru mengatasi kesulitan membaca permulaan peserta didik di kelas II SD Negeri 1 Wanasaba Daya. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini merupakan 20 peserta didik dan 1 guru kelas II pada SD Negeri 1 Wanasaba Daya. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa tes, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen penelitian ini berupa tes unjuk kerja membaca permulaan, panduan wawancara, serta panduan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu, reduksi data, penyajian data, dan pembuktian data. Teknik pemeriksaan data yang digunakan dalam penelitian ini artinya uji kredibilitas data dilakukan menggunakan cara triangulasi asal dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berasal 20 jumlah peserta didik kelas II, ada 7 peserta didik yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Letak kesulitan siswa dalam membaca permulaan, yaitu: (1) peserta didik kurang mengenal serta membedakan alfabet, (dua) belum mampu membaca suku kata serta istilah, (tiga) belum bisa membaca adonan alfabet diftong serta konsonan, (4) tidak memperhatikan pertanda baca, (5) lambat dalam membaca serta tidak mengerti isi bacaan. Faktor penyebabnya yaitu: (1) kurangnya minat peserta didik dalam belajar (2) keadaan lingkungan keluarga peserta didik yang tidak mendukung dalam belajar khususnya belajar membaca. Selanjutnya, cara yang dilakukan pengajar pada mengatasi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar membaca permulaan yaitu: (1) pengajar mewajibkan peserta didik buat membaca 10 menit sebelum serta setelah pembelajaran, (2) mengadakan jam tambahan buat peserta didik yang masih mengalami kesulitan pada membaca, (3) memberikan bimbingan dan motivasi buat siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan.
Keywords:
Kesulitan Belajar, Membaca permulaan, SiswaReferences
Abdurrahman, M. (2012). Pendidikan Bagi Anak BerkesulitanBelajar: Teori, Diagnosis, dan, Remediasinya. Jakarta: PT. RianekaCipta
Abdurrahman, M. (2019). Pendidikan Anak BerkesulitanMembaca. Jakarta: RianekaCipta
Barokah, A. (2014). Studi Deskriptif Tentang Kemampuan Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran Tematik Berdasarkan Kurikulum 2013 pada Siswa Kelas IV B SD Negeri 01 Kota Bengkulu. Skripsi. Bengkulu: Universitas Bengkulu
Dalman (2013). Keterampilan Membaca. Jakarta: Rajawali Pers
Djamarah, S.B. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rianeka Cipta
Diliana, A., Saputra, H.S., & Setiawan, H. (2021). Hubungan Antara Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Kemampuan Memahami Soal Cerita Matematika Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar, 1(2), 57-65. https://jurnal.educ3.org/index.php/pendagogia/article/view/9
Jumaris, M. (2014). Kesulitan Belajar Perspektif, Asesmen, dan penanggulangannya. Bogor: Ghalia Indonesia
Mulyadi (2010). Diagnosis Kesulitan Belajar & Bimbingan Terhadap Kesulitan Kesulitan Belajar Khusus. Yogyakarta: Nuha Litera
Nugrahani, F. (2014). Metode Penelitian kualitatif dalam penelitian Pendidikan Bahasa. Solo: Cakra Books
Nurhadi (2016). Teknik Membaca. Jakarta: PT BumiAksara
Rahim, F. (2005). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Subini, N. (2015). Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak. Jogjakarta: PT. Buku Kita
Subini, N. (2013). MengatasiKesulitanBelajar Pada Anak. Jogjakarta: PT. Buku Kita
Sugiyono (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &. D. Bandung: Alfabeta Bandung
Sugiyono (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R &. D. Bandung: Alfabeta Bandung
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
klik di sini 


















