Analisis Soal dan Kemampuan Peserta Didik dalam Penilaian Akhir Tahun (PAT) Ditinjau Berdasarkan Gender
DOI:
10.29303/jipp.v10i1.2723Diterbitkan:
2025-02-10Unduhan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenjang kognitif pada soal penilaian akhir tahun dan kemampuan peserta didik dalam menjawab soal penilaian akhir tahun mata pelajaran fisika yang ditinjau berdasarkan gender di SMA Negeri 4 Sungai Raya. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode survei dengan bentuk penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini yaitu kelas X yang berjumlah 2 kelas dengan jumlah populasi sebanyak 67 peserta didik. Variabel yang diukur yaitu hasil belajar yang ditinjau berdasarkan gender. Data penelitian diperoleh dari hasil mengerjakan soal penilaian akhir tahun. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada soal penilaian akhir tahun lebih didominasi soal dengan level kognitif tingkat rendah. (2) Tidak ada perbedaan kemampuan peserta didik laki-laki dan peserta didik perempuan dalam menjawab soal penilaian akhir tahun. (3) Tidak ada pengaruh gender terhadap kemampuan peserta didik dalam menjawab soal penilaian akhir tahun.
Kata Kunci:
Analisis soal; kemampuan peserta didik; taksonomi bloom; gender.Referensi
Davita, P. W. C. & Pujiastuti, H. (2020). Analisis kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari gender. Kreano, 11(1), 110-117.
Izza, A. Z., Falah, M., & Susilawati, S. (2020). Studi Literatur: Problematika Evaluasi Pembelajaran Dalam Mencapai Tujuan Pendidikan Di Era Merdeka Belajar. Konferensi Ilmiah Pendidikan Universitas Pekalongan 2020, 10–15.
Karmila, dkk. (2022). Pengaruh Gender Terhadap Hasil Belajar Matematika Melalui Video Pembelajaran Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 79 Palembang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 4 (2), 290-304.
Kemendikbud. (2021). 6 Ciri Pelajar Pancasila yang Cerdas dan Berkarakter. Ditsmp.Kemdikbud.Go.Id.
Nur, A. S. & Palobo, M. (2018). Profil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa ditinjau dari perbedaan gaya kognitif dan gender. Kreano, 9(2), 139-148.
Rushton, J. P., & Ankney, C. D. (2009). Whole brain size and general mental ability: A review. The International Journal of Neuroscience, 119(5), 691–731.
Singh, C. K., Singh, R. K., Singh, T. S., Mostafa, N. A., & Mohtar, T. M. (2018). Developing a Higher Order Thinking Skills Module for Weak ESL Learners. English Language Teaching, 11(7), 86-100.
Siswoyo, & Sunaryo. (2017). High Order Thinking Skills: Analisis Soal dan Implementasinya dalam Pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Fisika, 3(1), 11-20.
Sudjana, N. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. hal. 3.
Sudjana, N. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. hal. 23.
Sugihartono, dkk (2007) Psikologi pendidikan. Yogyakarta UNY Press
Sutrisno, E. (2021). Mengenal dan Menjadi Sekolah Penggerak.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Syavira Ulfa, Stepanus Sahala Sitompul, Hamdani Hamdani

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















