Efektivitas Pembelajaran Daring Menggunakan Media Video dan PPT (Power Point) Terhadap Kecendrungan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Biologi Siswa di MAN 1 Bima Tahun 2022
DOI:
10.29303/jipp.v7i4b.654Diterbitkan:
2022-12-22Unduhan
Abstrak
Efektivitas pembelajaran adalah tingkat keberhasilan guru dalam mengajar kelompok siswa dengan menggunakan metode tertentu untuk mencapai tujuan instruksional tertentu baik secara luring maupun daring. Daring/E-Learning adalah segala pemanfaatan atau penggunaan teknologi internet dan web untuk menciptakan pengalaman belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pembelajaran daring menggunakan media video dan PPT (Power Point) terhadap kecenderungan berpikir kritis dan hasil belajar biologi siswa di MAN 1 BIMA tahun pelajaran 2022. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen (Quasy Eksperimental Design). Populasi dalam penelitian ini berjumlah 154 dengan jumlah sampel 117 siswa. Pengujin hipotesis dilakukan dengan analisis kovarian (Anacova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas yang memperoleh nilai kecenderungan berpikir kritis yang paling tinggi diraih oleh kelas X IPA1 sebagai kelas (eksperiemen 1) yang menggunakan media video memperoleh nilai thitung (2,904) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap kecenderungan berpikir kritis siswa di MAN 1 Bima. Untuk media PPT memperoleh nilai thitung (0,370) < ttabel (2,026) sehingga memperoleh keputusan uji bahwa H0 diterima sedangkan H1 ditolak, berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap kecenderungan berpikir kritis siswa di MAN 1 Bima. Sedangkan untuk nilai hasil belajar biologi siswa di nilai dari 3 aspek yang berbeda (Afektif, Psikomotorik, Kognitif). Untuk ranah afektif, dan psikomotorik didapatkan dari nilai hasil angket, sedangkan untuk ranah kognitif didapatkan dari nilai tes hasil belajar. Untuk Ranah Afektif, media Video memperoleh nilai thitung (2,682) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa dari ranah afektif di MAN 1 Bima. Sedangkan media PPT (Power Point) memperoleh nilai thitung (1,273) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, hal ini berarti media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar siswa dari ranah afektif di MAN 1 Bima. Ranah Psikomotorik media video memperoleh nilai thitung (2.533) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji yang dimana Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi ranah psikomotorik siswa di MAN 1 Bima. Untuk media PPT (Power Point) memperoleh nilai thitung (1,386) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, yang berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi dari ranah psikomotorik siswa di MAN 1 Bima. Terakhir untuk Ranah Kognitif, untuk media video memperoleh nilai thitung (2.158) > ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang berarti penggunaan media video efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa di MAN 1 Bima. Sedangkan media PPT (Power Point) memperoleh thitung (0,214) < ttabel (2,026) maka diperoleh hasil keputusan uji bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti penggunaan media PPT (Power Point) tidak efektif secara signifikan terhadap hasil belajar biologi siswa di MAN 1 Bima.
Kata Kunci:
Hasil belajar, Kecenderungan Berpikir Kritis, Media Video dan PPT (Power Point), Pembelajaran Daring.Referensi
Arikunto, Suharsimi (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, A. (2005). Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Indrawati (2012). Penggunaan Media Audio Visual Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Mengidentifikasi Ragam Lagu Daerah Pada siswa Kelas V SD Negeri 04 Serang Petarukkan Pemalang [Universitas Negeri Semarang].
Murningsih, E. S. (2014). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Pembelajaran Multimaedia Interaktif. Jurnal Madaniah 4(2), 214-229
Popham, W. J. (2003). Teknik Mengajar Secara Sistematis (Terjemahan). Jakarta: Rineka Cipta
Rayandra, A. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta Gaung
Persada Press.
Roestiyah, N. K. (2001). Starategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Rudi, Cepi. (2009). Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima
Sanaky, A. H. H. (2013). Media Pembelajaran interaktif-inofatif. Yogyakarta: Kau-kaba
Sarosa, D., & Khairudin, M. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Matapelajaran Mikroprosesor di Smk Negeri Pati. E-Journal Universitas Negeri Yogyakarta, 6(1), 25-32
Septiana, G.A. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata pelajaran Fiqih.
Slameto (2010). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Sudarsana, I. Ketut (2020). COVID-19 Perspektif Pendidikan. Medan: Yayasan Kita Menulis
Sudijono, A. (2012). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Sudjana, Nana (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiyono (2010). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) Bandung: Alfabeta.

klik di sini 


















