Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Konflik Kognitif Berbantuan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Fisika Peserta Didik
DOI:
10.29303/jipp.v6i4.341Published:
2022-01-06Downloads
Abstract
Proses pembelajaran fisika disekolah cenderung menggunakan metode pembelajaran langsung atau metode ceramah saja dan belum optimal dalam menggunakan media pembelajaran. Hal tersebut mengakibatkan  hasil belajar yang rendah karena rendahnya penguasaan konsep fisika peserta didik. Oleh sebab itu, solusi dari permasalahan tersebut, yaitu dengan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan konflik kognitif berbantuan video pembelajaran untuk meningkatkan penguasaan konsep fisika peserta didik sebagai produk yang valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa silabus, RPP, LKPD, video pembelajaran dan instrumen penilaian penguasaan konsep. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan metode 4D (define, design, develop, disseminate). Penelitian ini dibatasi sampai pada tahap pengembangan (develop), yang mencakup uji validitas. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dalam kategori sangat valid dan reliabel. Berdasarkan hasil tersebut perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
Keywords:
Perangkat Pembelajaran Pendekatan Konflik Kognitif Video Pembelajaran Penguasaan KonsepReferences
Borich, G. D. (1994). Observation Skill for Effective Teaching. New York: Macmillan Publishing Company.
Fauzan, M. A & Rahdiyanta, D. (2017). Pengembangan Media PembelajaranBerbasis Video PadaTeoriPemesinanFrais. Jurna lDinamika Vokasiona lTeknik Mesin, 2(2): 82-88.
Gunawan, G., Setiawan, A., & Widyantoro, D. H. (2014). Model Virtual Laboratory Fisika Modern untuk Meningkatkan Keterampilan Generik Sains Calon Guru. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (JPP), 20(1), 25-32.
Hartati, B. (2010). Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 6:128-132.
Kunandar, (2011). Guru Profesional (Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Sukses dalam Sertifikasi Guru). Jakarta: Raja Gafindo Persada.
Lee, G., Kwon, J., Park, S. S., Kim, J. W., Kwon, H. G., & Park, H, K. (2003). Development of An Instrument for Measuring Cognitive Conflict in Secondary Level Science Calsses. Journal Of Research In Science Teaching, 40 (6), 585-603.
Makhrus M., & Hadiprayitno G. (2012). Penerapan Perangkat Pembelajaran Fisika Berorientasi Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Connected. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 19(2), 237-242.
Nerita S., Hartati Y, S., Maizeli, A., & Afza A. (2018). Validitas Handout Berbasis Penemuan Terbimbing Pada Perkuliahan Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Biologi. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA. 4(2), 51-51.
Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.
Ratumanan, G.T., & Laurens, T. (2011). Evaluasi Hasil Belajar Tingkat Satuan Pendidikan. Surabaya: UNESA University Press.
Rusman, (2017). Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sahidu, C. (2016). Evaluasi Pembelajaran Fisika. Mataram: Arga Puji Press.
Sahidu, C. (2017). Program Pembelajaran Fisika (P3F). Mataram: Arga Puji Press.
Sugiana, I, N., Harjono, A., Sahidu, H., & Gunawan, G. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbantuan Media Laboratorium Virtual Terhadap Penguasaan Konsep Fisika Siswa pada Materi Momentum dan Impuls. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi, 2(2), 61-65.
Thiagarajan, S., Semmel, D.S., & Semmel, M. I. (1974). Instruction Development for Training Teacher of Expectional Children. Indiana: Indiana University.
klik di sini 


















