Pengembangan Media Wayang Kartun berbasis Kearifan Lokal untuk Siswa Kelas III SDN 2 Sape
DOI:
10.29303/jipp.v7i2.417Published:
2022-03-07Downloads
Abstract
Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana merancang media, validitas media, dan hasil penerapan media Wayang kartun berbasia kearifan lokal untuk siswa kelas III SDN 2 Sape. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Research and Development(R&D). Model penelitian yang digunakan yaitu model ADDIE yang dikembangkan oleh Branch, (2009:2). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pada tahap pertama hasil rata-rata validasi oleh ahli media 80% dan rata-rata validasi ahli materi 92,5%. Tahap kedua hasil rata-rata validasi media 97,91% dan rata-rata respon guru 77,67% dan hasil respon siswa terhadap media wayang kartun diperoleh rata-rata 91,94%. Dapat disimpulkan bahwa media wayang kartun berbasis kearaifan lokal sangat valid dan respon siswa sangat baik sehingga sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Keywords:
Pengembangan media wayang kartun kearifan lokal kelas III SDReferences
Arsyad, Azhar (2016). Media Pembelajaran. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Andrea, Seka (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Berupa Wayang Kartun Pada Pembelajaran Tematik Kelas IV Sekolah Dasar.Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Benny, A Pribadi (2010). Model Sistem Desain Pembelajaran. Jakarta: Dian rakyat.
Branch, R. M. (2009). Insteructional Design: ADDIE Approach. NewYork: Springer science + business media.
Daryanto (2010). Media Pembelajaran. Bandung: CV Yrama Widya.
Sugiyono (2017). Metode Penelitian kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sudjana, Nana & Rivai, Ahmad (2013). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Trianto, (2014). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, Dan Kontekstual, Jakarta: Prenamedia Grup.
klik di sini 


















