Penerapan E-Modul Sweet Bread untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMK Negeri 8 Surabaya
DOI:
10.29303/jipp.v9i3.2474Diterbitkan:
2024-07-31Unduhan
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini ada dua: pertama, untuk mengetahui seberapa baik modul daring yang mengangkat topik "roti manis" di kelas sepuluh SMKN 8 Surabaya membantu siswa belajar, dan kedua, melihat bagaimana respon siswa kelas sepuluh SMK Negeri 8 Surabaya terhadap modul tersebut. Desain penelitian studi kasus sekali pakai, pendekatan kuasi-eksperimental, digunakan dalam penelitian ini. Para peneliti dalam penelitian ini menggunakan tes pra dan pasca untuk mengetahui seberapa baik siswa belajar. Fokus penelitian adalah pada roti manis E-module. Kuisioner dan kertas ujian merupakan beberapa alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Analisis deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk mengkaji data. Dengan menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental, perlakuan ini akan membuat siswa menggunakan e-modul sebagai bentuk pengajaran. Data penggunaan e-module pada unsur roti manis ditentukan dengan menggunakan analisis statistik, oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data tersebut diwujudkan dalam bentuk angka. Karena itu," penerapan E-modul Roti manis untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Negeri 8 Surabaya " akan dibahas dalam skripsi ini.
Kata Kunci:
E-modul, Sweet bread, Hasil belajarReferensi
A.Wahab, Jufri (2013). Belajar dan Pembelajaran SAINS Bandung : Pustaka Reka Cipta.
Abdul Majid (2006). Perencanaan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ahmadi, Abu (2010). Konstruksi Pengembangan Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Amri, S. & Ahmadi K. I. (2010). Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif Dalam Kelas. Jakarta : Prestasi Pustaka Raya.
Anderson, Lorin W & David R. Krathwohl (2014). Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Anni Faridah (2008). Bahan Dasar Cake and Cookies. Yogyakarta:Yudistira.
Astawan, M. (2007). Sehat Dengan Makanan Berkhasiat. Buku Kompas. Jakarta.
B. P., Sitepu (2006). Penyusunan Buku Pelajaran. Jakarta: Verbum Publishing.
Degeng, Nyoman S. (2013). Ilmu Pembelajaran:Klasifikasi Variabel untuk PengembanganTeori dan Penelitian. Bandung: KalamHidup.
Haritz C.N (2013). Pembuatan Buku Digital Tutorial Pembuatan Buku Digital Interaktif Menggunakan SIGIL SEAMOLEC (Southeast Asian Minister Of Education Regional Open LearningCenre). Diakses dari http://issuu.com/haritzcn1/docs/pembuatan_buku_digital pada tanggal 23 mei 2023, jam 20.00 WIB.
Kadek Adi Winaya, dkk. (2016). Pengembangan E-Modul Berbasis Project Based Learning pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Kelas X di SMK Negeri 3 Singaraja. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 13(2).
Mardianto (2012). Psikologi Pendidikan. Medan: Perdana Publishing.
N.A Suprawoto (2009). Mengembangkan Bahan Ajar dengan Menyusun Modul. National Center for Vocational Education Research Ltd. Hlm 1-9.
Nur’aini, U., & Indriyani (2008). Bahasa Indonesia SD/MI Kelas V. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Rifmasari, Yessi. (2010). Penggunaan E-modul Sebagai Bahan Ajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikan Di Sekolah Menengah Atas. Skriosi Sarjana pada FIP UPI Bandung : tidak diterbitkan.
Sudjana, Nana. 2012. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyono & Hariyanto. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Syarbini, M. H. (2013). A-Z Bakery: Referensi Komplit Bahan, Proses Pembuatan Roti dan Panduan Menjadi Bakepreneur. Solo.
Thobroni, M. (2016). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Praktik. Ar-Ruzz Media. Yogyakarta.
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Anjani Puri Wardani, Mauren Gita Miranti, Ita Fatkhur Romadhoni, Lucia Tri Pangesthi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















