Keterampilan Mengajar Guru Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV Dalam Pembelajaran di SDN 3 Labuhan Lombok Tahun Ajaran 2022/2023
DOI:
10.29303/jipp.v7i3c.842Diterbitkan:
2022-10-05Unduhan
Abstrak
Guru dalam mengajar tentunya memiliki keterampilan yang dapat menarik perhatian siswa agar memiliki motivasi dalam mengikuti pelajaran yang dapat menumbuhkan kemampuannya sehingga terjadi perubahan tingkah laku dalam diri siswa. Berbagai karakteristik siswa tentu berpengaruh dalam pembelajaran sehingga guru harus menyesuaikannya dengan melakukan perencanaan sebelum pembelajaran. Oleh karena itu Keterampilan mengajar guru dalam penelitian ini adalah keterampilan yang harus dikuasai dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Keterampilan mengajar guru dalam melaksanakan pembelajaran yang merujuk untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sesuai dengan penelitian ini. Amanat kurikulum 2013 siswa memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang mengarah pada berpikir kritis (High Order Thinking Skill) yang dapat membentuk pemikiran, moralitas, dan budi pekerti dalam diri siswa dimana sejalan dengan pembelajaran abad ke-21. Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dimana disusun untuk mendeskripsikan gambaran terhadap objek yang hendak diteliti. Penelitian ini mengambil data di kelas IVA dan IVB di SDN 3 Labuhan Lombok tahun ajaran 2022/2023 semester ganjil. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Keterampilan mengajar guru kelas IVA dikategorikan cukup baik karena guru masih memiliki kesulitan dalam pembelajaran. (2) Keterampilan mengajar guru kelas IVB dikategorikan baik. (3) Kemampuan berpikir kritis siswa kelas IVA telah mencapai kriteria 24% sangat kritis, 32% cukup kritis, dan 44% kurang kritis. Kelas IVB dengan kriteria 28% sangat kritis, 40% cukup kritis, dan 32% kurang kritis.
Kata Kunci:
Keterampilan Mengajar Guru Kemampuan Berpikir Kritis SDN 3 Labuhan LombokReferensi
Fuad, N. M., Zubaidah, S., Mahanal, S., & Suarsini, E. (2017). Improving Junior High School Critical Thinking Skills Based on Test Three Different Models of Learning. International Journal of Instruction, 10(1), 101–116. .https://doi.org/10.12973/iji.2017.017a
Prasetya, Yulinda E. (2020). Pengaruh Keterampilan Dasar Mengajar Guru Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar di Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Prayitno, et al. (2019). Praktik Keterampilan Mengajar. Indonesia: Media Nusa Creative
Redecker, C., et al. (2011). The Future of Learning: Preparing for Change. Luxembourg: Publications Office of the European Union.
Rudi, T. (2019). Berpikir Kritis di Era Informasi. Tersedia secara online: (PDF) Berpikir-Kritis-di-Era-Informasi.pdf | Tisna Rudi - Academia.edu (diakses 25 Juni 2022)
Tumanggor, M. (2021). Berpikir Kritis (Cara jitu menghadapi tantangan abad 21). Indonesia: Gracias Logis Kreatif.
Semiawan, C. R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif. Indonesia: Grasindo
Slameto (2010). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Cet.5. Jakarta: Bima Aksara
Sugiyono (2013). Metode Penelitian Kuantitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
Wahyulestari, R. D. (2018). Keterampilan Dasar Mengajar Di Sekolah Dasar, PROSIDING: Seminar Nasional Pendidikan Era Revolusi “Membangun Sinergitas Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Pada Era IR 4.0†(Universitas Muhammadiyah Jakarta)

klik di sini 


















