Ketersediaan dan Keterjangkauan Sekolah Menengah Bagi Masyarakat Lokal di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika
DOI:
10.29303/jipp.v10i4.2457Diterbitkan:
2025-11-17Unduhan
Abstrak
Penelitian ini mengkaji aksesibilitas fisik sekolah menengah (SMP, SMA/MA, SMK) bagi masyarakat lokal di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika fokus studi: Desa Kute, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Tujuan penelitian adalah (1) memetakan ketersediaan fasilitas pendidikan menengah di wilayah studi, (2) mengukur aksesibilitas fisik (jarak tempuh, waktu tempuh, sarana transportasi, kondisi jalan, dan hambatan infrastruktur), dan (3) mengidentifikasi kelompok penduduk yang mengalami kesulitan akses. Metode yang dipakai adalah survei lapangan, wawancara semi terstruktur dengan pemangku kepentingan, observasi fasilitas, dan analisis spasial sederhana (buffer radius 5–10 km). Hasil menunjukkan bahwa meskipun jumlah gedung sekolah menengah relatif memadai secara kuantitatif, terdapat kesenjangan aksesibilitas untuk masyarakat lokal yang tinggal di wilayah pesisir dan juga perbukitan yang disebabkan keterbatasan transportasi, kondisi jalan, dan kapasitas ruang kelas. Rekomendasi meliputi pengembangan layanan transportasi sekolah berbasis komunitas, penambahan unit ruang kelas di titik bottleneck, serta penguatan program SMK vokasi yang responsif kebutuhan KEK.
Kata Kunci:
Aksesibilitas Fisik, Sekolah Menengah, Masyarakat Lokal, KEK MandalikaLisensi
Hak Cipta (c) 2025 Masyhuri, Suud, Muhammad Ilyas, Jepri Utomo, Mila Noviana, Zilly Arsyika Masyhuri

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
klik di sini 


















